
" loe udah mau nyampe? okey gue tunggu ya." andra berbicara dengan seseorang melalui sambungan telpon.
Tidak lama setelah itu, terdengar suara mobil masuk kedalam gerbang villanya. Andra pun bergegas menuju pintu rumah untuk menyambut kedatangan tamu yang telah di tunggunya.
" waaahhh dokter andra yang tampan." teriak seseorang yang baru saja keluar dari dalam mobil sport berwarna kuning dan hitam.
" berisik loe... ayo masuk. " jawab andra seraya mwngibaskan tanganya.
setelah mereka masuk, andra menyuruh pembantu rumah tangga nya untuk menyiapkan minum dan cemilan.
Kali ini andra kedatangan teman dekatnya, teman kecil, teman sekolah, dan teman nongkrongnya. Namanya Danu, danu ini bukan seorang dokter seperti andra, dia berpropesi sebagai pengusaha, perusahaan yang dimilikinya sangat besar.tersebar di seluruh kota besar yang ada di indonesia, salah satunya di bandung. Kedatanganya ke rumah andra inipun bukan dinsengaja, dia sebenarnya sedang mengunjungi cabang perusahaanya yang berada di bandung.karena sudah lama tidak bertemu maka dari itu danu menyempatkan untuk bisa bertemu dengan andra yang kebetulan sedang tidak ada praktek.
" Loe tumben bisa ada di rumah." tanya danu seraya menyeruput teh yang dihidangkan pembantu rumah tangga andra.
" Loe pikir gue robot yang kuat kerja nonstop." jawab andra sinis.
" Kenapa nih, dari roman-romanya sih kayak lagi ada masalah yang berhubungan dengan cewek. " danu menebak dengan tepat.
" so tau loe, " andra melemparkan bantal sofa ke arah danu dan dengan cepat bisa di tangkap olehnya.
" Udahlah, cerita sama gue. gue ahli soal kayak gini. " danu begitu percaya diri.
" gue gak bisa percaya sama seorang play boy kayak loe. " jawab andra sinis.
" gue udah insaf bro... " jawab danu sambil berpindah posisi duduk ke sebelah andra. Lalu merangkul pundak andra dan dengan cepat andra menepisnya.
" Geli gue.... sana jauh-jauh. " usir andra.
" Loe putus ya sama cewek loe? setau gue loe kan gak suka cewek. "
" Kurang ajar..... " andra memukul lengan danu.
" Lho kenapa? bener kan? inget gak dulu waktu kuliah.gue kenalin loe sama temen cewek gue, loe malah marah dan langsung pergi. "
" Gue gak suka di jodoh-jodohin. "jawab andra
" gue bukanya jodohin, gue kenalin. " jelas danu.
" Iya tetep gue gak suka, lagian loe tau kan gue udah punya cewek yang gue cintai. "
" Cewek halusinasi loe itu? andra loe masih ngehalu sampai sekarang? bener-bener mesti gue bawa concelling deh ke psikiater. "
" Jangan seenaknya loe... " lagi-lagi andra memukul dengan keras lengan danu.
" Terus loe mau sampai kapan kayak gini? hidup loe itu di dunia nyata. inget umur bro. "
" alah kayak loe udah nikah aja. loe juga masih lajang, sono cepet nikah,pacar loe banyak kan? pilih salah satu, atau loe mau nikahin semuanya? " ejek andra.
" Bro, gue kan udah bilang kalau gue udah insaf, dan gue mau nyari satu cewek buat jadi seumur hidup. " jawab danu dengan yakinya.
" basi loe,,,, " jawab andra ketus.
" gak percayaan banget sih. "
****
" Den, ada nona sunny di luar. " ucap penjaga kebun.
" yang benar mang? " tanya andra kaget tidak percaya.
" Benar den. saya persilahkan masuk dulu den. " penjaga kebun pamit untuk memanggil sunny masuk kedalam.
" loe kenapa kaget gitu bro? " tanya danu heran.
" gue bingung mesti gimana. " jawab andra.
" emang siapa sunny itu? cewek loe? " telisik danu.
Sebelum andra sempat menjawab rentetan pertanyaan danh, sunny muncul dari balik pintu. andra terlihat bahagia melihat kedatangan sunny, ingin rasanya dia berlari untuk memeluk gadis yang selama ini sangat dirindukanya.
" hey, siapa ini? manis banget. kenalin gue danu sahabat dr. andra, saya datang dari jakarta. " danu begitu sok kenal sok dekat, dan langsung menyalami sunny tanpa.
" saya sunny. " jawab sunny pelan.
" Loe kenapa matung begitu? " danu berbisik pada andra yang diam mematung memandangi sunny.
"ohhhh, maaf maaf... kamu kenapa kesini,, ehh enggak maksudnya silahkan duduk. " andra terlihat gugup dan salah tingkah.
"oww oww oww,, gue kayaknya mencium bau cinta. " danu menepuk bahu andra beberapa kali.
" okey gue pergi,,, sunny aku ke atas dulu ya? aku dilarang ikut ngobrol soalnya. " danu pun pergi meninhhalkan sunny dan andra berdua yang duduk di sofa ruang tamu.
****
" kamu mau minum apa? " tanya andra.
" gak usah,aku gak lama kok. " jawab sunny.
" kamu sengaja datang kesini, kenapa? "
" aku mau tanya, apa benar kamu kemarin jemput rara kesekolah? terus kamu antar pulang kerumah?
" iya, kenapa emang nya? "
" kenapa gak ijin dulu sama aku? " tanya sunny ketus.
"oh maaf aku gak ada maksud apa-apa.. cuma aku lagi kangen sama rara. " jawab andra datar.
" Lain kali jangan kayak gitu, dia anak aku. aku gak ijinin sembarang orang jemput."
" ......." andra diam mendengar kata-kata yang di ucapkan saunny.
" Sudah, cuma itu saja yang mau aku bicarakan. aku pamit. "
" tunggu,,, " andra menahan lengan sunny yang sudah mau pergi meninggalkanya.
" kenapa lagi? " tanya sunny.
" mulai sekarang aku gak akan ganggu kamu ataupun keluarga kamu. " jelas andra.
" Bagus.... itu memang yang aku mau. " jawab sunny angkuh. walaupun sebenarnya dada nya terasa sesak, wajahnya terasa panas dan matanya sudah tidak tahan ingin mengeluarkan butiran kristal air mata.
" Mungkin selama ini aku sudah salah, karena berpikir kalau aku bisa menemukan sunny yang selama 8 tahun menemani mimpiku,maka aku akan bahagia karena merasa di cintai. "
" aku bukan sunny dalam halusinasi kamu... " teriak sunny, dan akhirnya air mata yang di tahanya pun mengalir keluar membasahi pipinya.
" sunny..... " andra kaget melihat sunny yang berderai air mata. dia bingung harua berbuat apa, rasanya menyesal karena sudah membuat dia menangia seperti itu lagi.
" Cukup andra, aku sudah tidak tahan lagi. aku rasa memang kita haris akhiri. "
" Sunny, kamu bisa kan sedikit saja mengerti aku? "
" mengerti soal apa? aku sudah jelaskan dari kemarin juga. kamu salah paham dalam mengartikan kata-kata aku. tapi kamu masih tidak mau dengar penjelasan dari aku. "
" Aku sakit mendengar kamu seperti tidak mau menjadikan kejadian malam itu sebagai kenangan indah kita, kamu malah menyuruh aku lupain. apa kamu tau itu pengalaman pertama aku yang tidak akan bisa aku lupakan seumur hidup aku. "
" Aku bukanya mau lupain semua itu, aku cuma gak mau kalau sampai ada yang dengar kalau kita sudah melakukan hal yang seharusnya tidak kita lakukan sekarang di saat kita belum sah. " jawab sunny.
" kalau gitu kita kenapa tidak menikah? "tanya andra.
" Gak bisa secepat itu, kita tidak bisa terburu-buru. " sanggah sunny.
" Aku sudah menunggu lama sunny. "
" Kita baru beberapa bulan kenal andra, biarkan proses ini kita jalani. "
" Saat kita di puncak aku begitu yakin kalau kamu akan setuju aku ajak menikah secepatnya, tapi ternyata aku salah.kamu memang menganggap kalau itu adalah hal biasa saja. " andra menundukan wajahnya menatap lesu kebawah.
" Apa kamu pikir aku wanita murahan yang dengan gampang melewati malam dengan laki-laki dan menganggapnya hanya angin lalu? " sunny membelalakan matanya kesal.
" Enggak bukanya begitu,,,, aahhhh entahlah aku bingung harus gimana. " andra mengacak rambutnya prustasi.
" Iya memang begitu, itulah yang kamu pikirkan tentang aku kan? "
" Aku gak pernah berpikir seperti itu. "
" Aku gak pernah menyangka kalau sikap kamu akan berubah kayak gini dalam waktu singkat. " sunny kembali terisak.
" Kamu jangan nangis, aku gak bisa lihat kamu nangis." andra merangkul sunny, membawanya kedalam pelukan eratnya.
" Kamu tega sama aku, kamu biarin aku berhari-hari tersiksa. " sunny semakin terisak dalam pelukan andra.
" Aku minta maaf, aku hanya ingin kamu mengerti bagaimana perasaan aku saat kamu bilang gitu sama aku. " andra mengecup puncak kepala sunny, tanganya mengelus lembut punggung sunny mencoba menenangkan sunny yang masih sedikit terisak.
BERSAMBUNG...........