
Yahh, mereka sudah lulus. Waktunya untuk memasuki masa SMP pastinya.
Gleice dan ibunya datang ke SMP 1 ( sekolah yang telah dipilih untuk lanjutan pendidikan ) untuk melihat ruangan test. Sebenarnya, Gleice bebas test namun, ibunya dan dia ingin memastikan bisa jadi tetap mendapatkan ruangan.
Pagi itu, Gleice melihat teman²nya dari SDN Pembina sudah berada di SMP 1. Tentunya mereka saling menyapa.
Ibu Gleice mengajaknya untuk naik ke atas untuk melihat ruangan yang akan ditempati Gleice.
Dari semua ruangan yang telah dilewati dari ruangan
1 - 7, nama Gleice tak tertera di kertas yang berisi nama² siswa yang menempati ruangan itu. Semuanya telah diduga oleh Gleice.
Namun, ada satu ruangan yang membuat Gleice sedikit terkejut. Di ruangan 1, tertera kertas yang bertuliskan nama² siswa yang menempati ruangan itu. Di kertas itu ada nama seorang siswa yaitu "Key Anthonio Lay"
Dalam hati Gleice\=
Gleice : ini nama panjangnya Key gak sih? Kalo ini nama
panjangnya gimana? Aku satu sekolah ama
dia??
Gleice terlalu banyak berpikir tentang hal itu. Dia mencoba melupakan itu walaupun dia masih terkejut.
Setelah mengecek ruangan, Gleice dan ibunya ke bawah. Disitu Gleice berbincang sebentar bersama Seia.
Disitu Ibu Gleice melihat teman Gleice ( Zheind ) memainkan kursi roda yang ada disana.
"Eh, jangan dimain²kan kayak begitu" tegur ibu Gleice ke Zheind. Zheind berhenti memainkan kursi roda itu dan Ibu Gleice merapikan/melipat kursi roda tersebut
Berapa hari kemudian, waktunya MPLS dong pastinya. Sekitar jam 6:30, Gleice berbincang² bersama Facy dan Gea di sekolah.
Gleice menceritakan tentang Key yang mungkin akan bersekolah di SMP 1 juga. Gea dan Facy sudah sangat penasaran dengan sosok Key yang disukai oleh Gleice.
"Tuh² Key" ucap Gleice ke Gea dan Facy. "Ohh yang ituu!" jawab Gea dengan bersemangat. "Dia itu teman SD kita dulu cuma dia pindah pas kelas 2 gitu" lanjut Gea. "Aku kirain siapa ternyata dia toh Gleice" balas Facy.
"Iyah, yang itu" kata Gleice.
Waktunya untuk upacara pelantikan, rasanya kek dijemur 2 jam dilapangan ( belum upacara bendera ). Banyak drama banget lah pokoknya. Setelah dijemur selama 2 jam, siswa² yang baru saja masuk di sekolah tersebut akan ada pembagian ruangan.
"Untuk ruangan 1, Key Anthonio Lay" ucap guru menggunakan mic. Gleice berharap agar dia masuk diruangan 1 karena teman²nya banyak disana dan ada Key. Tapi, Gleice masuk diruangan 4 yang bernama "Indonesia Maju". Disitu Gleice bingung karena ia tak melihat temannya yang satu ruangan dengan dia.
Rada panik, namun ternyata ada Lea yang satu ruangan dengan dia. "Alhamdulillah setidaknya ada temenku walaupun cuma 1" syukur Gleice.
Setelah pembagian ruangan, semua siswa² baru masuk ke ruangan yang ditempati mereka. "Kamu disampingku ya" ucap Lea ke Gleice. Mereka berdua awalnya kebingungan mencari tempat duduk. Syukurlah, ada 1 tempat duduk dibelakang yang belum terisi.
Di dalam ruangan tersebut ada anggota² OSIS yang ditugaskan untuk membuat yel² dari ruangan "Indonesia Maju".
Disitu anggota² OSIS itu bingung ingin membuat yel² seperti apa. Namun akhirnya selama beberapa menit, semuanya telah terpikirkan.
Kak Evelyn ( anggota OSIS ) menuliskan lagu dari yel² ruangan 4. "Okeh jadi yel²nya itu nadanya kayak nada lagu BALONKU ADA LIMA" ucap Kak Evelyn.
Anggota OSIS LAINNYA : Ayo kita latihan sama² sambil menghafal.
Mereka sudah latihan dan semuanya juga sudah mulai hafal yel² tersebut namun, masih kurang kompak.
Kringgggg bel berbunyi. Waktunya siswa² baru menunjukkan yel² nya. Ruangan lainnya tampak sudah sangat bagus namun, ruangan 4 sebaliknya. Seperti tak ada persediaan dan kesediaan yang mantap. Mereka semua tetap berusaha agar menampilkan yel² yang terbaik.
Semua ruangan tampil dengan baik dan luar biasa. Tiba²... "Ruangan selanjutnya yang akan tampil adalah ruangan Indonesia Maju ( ruangan 4 )" ucap pak guru.
Semuanya tampak tertekan namun mereka tetap terlihat bersemangat.
Sesudah semua ruangan telah menunjukkan yel²nya waktunya mereka untuk mendengar tingkat kejuaraan dari yel² yang telah mereka tampilkan.
Lanjut eps 7 yaaaaaaaaaaa.