Special

Special
44. Dah caper aja nih adkel



Aylen menuruni anak tangga dengan rasa canggung. Sungguh, kejadian yang tak terduga bisa saja terjadi. Lea cenayang!


"Ajg, ajg, ajg" ucap Aylen sambil menuruni anak tangga tersebut


Ia mencoba berjalan seolah-olah tak ada sesuatu yang terjadi. Akhirnya ia sampai di kantin


Kantin 5, kantin tempat beli es krim tentunya. Kantin itu milik wali kelas 7A yaitu Ma'am Nurhayaty


"Ma'am.." sapa Aylen


"Ehh, Alice" jawab Ma'am yang salah menjawab nama


"Lahh, kok Alice sih, Ma'am? Saya Aylen, lohh. Aylen Glevie go" ucap Aylen


"Ohh, Aylen tohh. Maaf, nak Ma'am kadang suka lupa bedain kalian, mirip-mirip soalnya" Kata ma'am


Ya, saat mereka berdua menggunakan masker, mereka tampak mirip hampir seperti kembar. Namun, aslinya sangat berbeda saat mereka tak menggunakan masker. Lagian, kok Ma'an gak bisa bedain? Padahal kan, Aylen gak pake jilbab sedangkan Alice pake. Hadehhh


"Haha, iya Ma'am" jawab Aylen dengan penuh kecanggungan


"Aku mau beli es krim, Ma'am" lanjutnya


"Nohh, pilih aja" jawab Ma'am


Aylen mengambil es krim cokelat favoritnya yang selalu ia beli di kantin tersebut


"Ini, Ma'am uangnya"


"Ok, thank you Aylen. Ohh, ya, Ma'am sering kiat kamu beli es krim disini. Jangan sering-sering beli es krim loh, nanti gampang sakit" ujar Ma'am


"Hehe, iya Ma'am"


"Aku ke kelas dulu ya, Ma'am" pamit Aylen


Aylen langsung ke kelas dan memakan es krim favoritnya itu


"Hadehh, beli es krim itu lagi ternyata" ucap Gleice


"Iya dong, nih es krim enak banget" balas Aylen


"Hati-hati lo sakit lagi. Mana biasanya kalo sakit tetep sekolah, lagi" ujar Gleice


"Ya, gapapa lah. Gue kan seterong" ucap Aylen


"Seterong, seterong pala lo. Giliran ditinggal Alex aja nangis" gurau Lea


"Lo jangan terlalu jujur deh" kata Aylen


Tiba-tiba Lucky datang mendekati tempat Aylen, Gleice dan Lea duduk dan berkata kepada Kelfy


"Kelfy, nanti kalo ada cewek yang minta nomor gue jangan kasih, ya" ucap Lucky


"Iya" jawab Kelfy


"Dihh, emang ada yang mau minta nomor lo?" tanya Aylen, Lea dan Gleice secara


"Ada tau, yang ngecrushin gue itu" jawab Lucky


"Iya, sepupu gue itu" lanjut Kelfy


"SUMPAH, BENERAN TUH SI HAMMY MINTA NOMORNYA LUCKY?" tanya Gleice


"Iya dong, masa gue bohong" jawab Kelfy


"Hmm, mampus lo Lucky. Nanti dia mau masuk smp disini, lohh" gurau Aylen


"Gapapa lah, gue kan mau bikin dia cemburu, HAHAHAHAHAHAHAHA" licik Lucky


"Ide bagus tuh, dia anaknya juga baperan lohh, jadi gampeng banget bikin dia cemburu" lanjut Kelfy


"HAHAHAHAHAHA, MAMPUS LO HAMMY" lanjut Lucky


Aylen, Lea, Kelfy dan Gleice hanya terdiam melihat tingkah laku lucky yang emang rada-rada gila gimana gitu


"Cowok modelan kek gini dinaksir ama Hammy? Hadehhh" gumam Kelfy


SKIP


DI RUMAH AYLEN :


Karena bingung mau ngapain, Aylen memainkan handphone nya. Ia juga melihat notifikasi-notifikasi pesan yang masuk di delam handphone nya itu.


Ia lumayan terkejut karena melihat ada pesan yang masuk yaitu pesan dari Freya


"Waduhh, mulai lagi nih. Seru pasti" guram Aylen


Aylen membuka pesan dari Freya yang berisi


( Chat Aylen dan Freya )


Freya : Met pagi, ce


Freya : Boleh gak aku minta no nya Habaku?


Freya : Ohh ya, no nya Lucky juga, ce


Freya : Kalo cece ada no nya


Aylen : Kalo no nya Habaku, cece gaada tapi kalo no nya Lucky cece ada tapi, Lucky larang ngasih


Freya : Ouhh, ok makasih ce


Setelah itu, Aylen menyalin chatnya dan mengirimkannya ke Lea dan Gleice


( Chat Lea, Gleice dan Aylen di grup Slayyy )


Aylen : WOYYY COK


Aylen : /ngirim salinan chatnya dengan Freya


Lea : WADUHHH, SERU NIHH


Gleice : OMAGAHH


Aylen : Pasti dia mau caper ama Habaku


Lea : Bisa-bisanya dia mikir Habaku suka ama dia, dihhh kepedean


Gleice : Maaf ya, Freya. Habaku suka sama kakel bukan ama lo


Aylen : WKWKWK, gue gak sabar sih circle mereka kalo dah masuk di sekolah kita


Lea : HAHA, SIAP-SIAP AJA DEHH


Gleice : Firasat gue kita dilabrak ama adkel, haha


Aylen : Adkel ngelabrak kakel, WKWKWKWK


Lea : Reflex ketawa pake toa masjid


...----------------...


Handphone Gleice tiba-tiba bergetar. Ternyata itu notifikasi chat dari adek kelasnya. Ya, tak lain dan tak bukan adalah Freya


( Chat Freya dan Gleice )


Freya : Kak, boleh minta no nya Habaku dan Lucky?


Gleice : Habaku? Aku gak ada sih no nya. Kalo Lucky ada tapi dia larang buat ngasih ke orang lain


Freya : Ouh, ok makasih kak


SKIP


KEESOKAN HARINYA :


Kelfy dan Gleice datang cepat seperti biasanya. Ternyata Lucky juga datang cepat seperti Kelfy dan Gleice


"Lohh, Lucky? Tumben lo dah dateng" ucap Gleice


"Ya, mumpung gue rajin. Sebenarnya gue dateng cepet karena kalo gue dateng kek biasanya, gue selalu ketemu ama Hammy" ringkas Lucky


"Lahh, lo salah sasaran. Hammy hari ini dateng cepet soalnya di sekolahnya ada kegiatan pagi-pagi" jawab Kelfy


"Lahh, ajg kok jadi gini sih" keluh Lucky


"Yang sabar deh, Luck" ucap Gleice


"Ehh, kalian gak mau ke atas?" tanya Kelfy


"Ohh, iya. Ayok" jawab Lucky dan Gleice


Sebelum ke lantai atas, mereka melihat seorang gadis menggunakan baju sd merah putih ke dalam sekolah mereka


"Lohh, itu kan Hammy!" seru Kelfy


"HAH??" ucap Lucky sambil terkejut


Hammy mendekat ke arah mereka bertiga


"Kelfy, nih bekal lo ketinggalan. Tadi emak lo nyuruh gue anter bekal lo kesini sekalian ke sekolah" ucap Hammy dengan nada yang tidak ikhlas. Terlihat jelas dari wajahnya


Gleice menatap Hammy dari kepalanya hingga kakinya dengan tatapan sinis


"Ehh, h-hai kak Lucky" sapa Hammy untuk mencari perhatian kepada Lucky


Kelfy menahan ketawanya saat mendengar adik sepupunya berkata demikian


Setelah mendengar sapaan itu keluar dari mulut Hammy, Lucky langsung berbicara dengan Gleice


"Ehh, Gleice nanti gue pinjam pulpen lo ya, sama gue juga mau nyontek pr kemaren dong" ucap Lucky, bersandiwara


"Dihh, gak modal lo pinjem pulpen orang mulu. Terus pr juga, makanya kerjain tuh pr dari kemaren" balas Gleice


"Ayolahh, kalo lo liatin pr lo ke gue dan lo pinjemin pulpen lo ke gue, gue bakalan ngizinin lo megang rambut gue, gimana?" lanjut Lucky


Hammy terkejut mendengar perkataan itu sedangkan Kelfy berusaha menahan tawanya


"Hfthh, haduhh iya dehh iya" jawab Gleice


Hammy langsung menatap sinis ke Gleice. Gleice membalas tatapan sinis itu dengan menyeringai


"Gue pergi dulu" pamit Hammy dengan wajah yang kusut karena cemburu


Saat Hammy telah pergi, Gleice, Kelfy dan Lucky langsung tertawa terbahak-bahak


"Gila sihh, akting kalian bagus banget tadi. Gue nahan buat gak ketawa lohh" ucal Kelfy


"Apalagi gue yang bicara ama Lucky" jawab Gleice


"Kalian berdua aja nahan ketawa, apa kabar gue yang mulai topik??" lanjut Lucky sambil tertawa


"Kelfy, lo kalo ketawa dosa loh, itu sepupu lo sendiri" kata Gleice


"Ya, terus kenapa? Kalo dia sedih gue senang, HAHAHAHAHAHAHA" ucap Kelfy


"Parah banget, tapi bener" lanjut Gleice


"Wehh, nih pintu dah kebuka" ucap Lucky


Kelfy dan Gleice pun masuk ke kelas sambil mengucapkan salam


"Assalamualaikum"


Gleice melihat Lea yang sedang berjalan di koridor lantai atas, menuju kelas 7A


"Assalamualaikum" salam Lea


"Waalaikummussalam" jawab Gleice, Kelfy dan Lucky


"Ohh, ya. Tadi gue ketemu Hammy mukanya cemberut banget, kalian tau dia kenapa?"


"HAHAHAHAHA" tawa Gleice, Kelfy dan Lucky


"Lahh, kalian kenapa? Jawab kek, malah ketawa" gumam Lea


"Jadi, tadi kan si Hammy nganterin bekal gue ke sini, disitu bukan cuma gue dengan dia doang tapi ada Gleice dan Lucky juga. Tiba-tiba Hammy nyapa si Lucky, biasalah tukang caper. Tapi, Lucky gak nanggepin dia tapi Lucky malah bicara ama Gleice. Jadi, si Hammy tuh habis dibikin cemburu ama nih anak dua" ringkas Kelfy


"HAHAHA, harusnya gue dateng lebih awal tadi biar bisa liat. Kasian banget si Hammy" ucap Lea


"Paling dia langsung ceritain ke temen-temennya nih, hahaha" lanjut Kelfy


SKIP


Kringggggg


Bel masuk telah berbunyi namun, Edrick masih tetap di luar kelas. Hadehh, kebiasaan emang. Edrick melihat sekelilingnya. Ternyata, Ma'am Maoedhy sedang berjalan menuju kelas 7A


"WOIIII, MA'AM MAOEDHY!!" seru Edrick kepada teman-temannya di dalam kelas


Semuanya langsung duduk manis. Ma'am Maoedhy pun masuk sambil mengucapkan salam


"Assalamualaikum" ucapnya


"Waalaikummussalam" jawab siswa kelas 7A


"Ok, jadi hari ini kita main game aja. Tapi sebelum itu, saya mau kasih kisi-kisi buat uts minggu depan" ujar Ma'am Maoedhy


"HADEHH, MA'AM"


"Tenang aja, mudah kok soalnya" jawab Ma'am Maoedhy


"Jadi, kisi-kisinya kalian pelajari bab 4 sampai di tekhnik menyanyi dalam grup vokal. Itu aja" ucap Ma'am Maoedhy


Semuanya langsung menandai bab yang akan mereka pelajari untuk uts


"Baik, jadi hari ini kalian kau main game apa?" tanya Ma'am Maoedhy


"Main menirukan orang, benda ama hewan aja, Ma'am" ujar Reys


"Ok, kita main itu, Ma'am akan tunjuk siapa yang maju pertama dan dia akan menirukan orang, hewan ataupun benda"


"Yang maju pertama, Zefa!" seru Ma'am Maoedhy


"Lohh, saya Ma'am?" tanya Zefa


"Iya dong, emang yang namanya Zefa disini siapa selain kamu?" ucap Ma'am Maoedhy


Zefa pun maju dan memutuskan untuk menirukan hewan


"Baik Zefa, kamu kau niruin apa?" tanya Ma'am Maoedhy


"Hewan, Ma'am"


"Ok, silahkan"


"Meong meong" ucap Zefa yang sedang menirukan suara kucing


7A : KUCINGGGGG!!


"Karena kamu udah main, silahkan tunjuk salah satu temanmu buat lanjut"


"Hmmm, Aylen!" seru Zefa


Aylen maju ke depan


"Kamu mau niruin apa?" tanya Ma'am Maoedhy


"Tiruin orang, Ma'am" jawab Aylen


"Ok, silahkan"


"Wahh, pria tampanku lewat" ucap Aylen


7A : LILYYYY!!!!


"Lohh, emang Lily gitu ya ngomongnya? *Pria tampanku lewat* "


"Iya, Ma'am. Pas crushnya lewat dia heboh sendiri atau gak ngomong kek gitu


Untungnya, Lily hari itu gak sekolah karena izin kontrol mata. Jadi, dia gatau dehh


"Pilih salah satu temenmu"


"Lea!!" seru Aylen


Saat maju ke depan, pikiran Lea sangat kosong. Ia bingung ingin menirukan apa. Sehingga akhirnya, tantangan itu dilempar ke Gleice


Dengan terpaksa, Gleice maju ke depan. Awalnya, dia bingung ingin menirukan apa tapi tak lama dari itu, dia tau apa yang akan ia tirukan


"Ok, Gleice kamu mau niruin apa?"


"Orang, Ma'am" jawab Gleice


"Lea, pinjam kaca" ucap Gleice, menirukan seseorang


Alice tersenyum mendengar itu


Lainnya : ALICE!


SKIP


PULANG :


Saat pulang, Aylen mengajak Lea dan Gleice ke SD Pembina, sekolah mereka dulu


"Wehh, kalian mau gak ke sd?" tanya Aylen


"Wihh, boleh tuhh" ucap Gleice


"Ayok" lanjut Lea


Mereka akan menyebrang ke SD Pembina tapi sebelum itu, mereka ingin membeli es teh di depan SD Pembina. Aylen mentraktirkan Gleice


Setelah itu, mereka menyebrang ke SD Pembina


"Pak Amriiii" sapa Aylen, Lea dan Gleice kepada satpam mereka di SD tersebut


"Halo Aylen, Lea, Gleice" jawab Pak Amri


"Minta tolong telfon yah, pak. Telfonin mamah aku dengan ortunya Lea" ucap Gleice, meminta tolong


"Siap"


Mereka memutuskan untuk duduk di halte yang ada di depan SD itu. Mereka melihat-lihat sekeliling


Ternyata, ada Habaku dan kakak sepupunya yang sedang berjalan menuju rumah mereka tapi, mereka memutuskan untuk membeli es teh di depan SD Pembina


"Lohh, itu bukannya Habaku ama kakaknya, ya?" tanya Aylen


"Iya" jawab Lea dan Gleice


"Wehh, cok liatin tuh Freya. Ke tempat beli es teh itu juga, pasti dia mau caper ama Habaku nih" ucap Lea


Freya menatap sinis pada kakak Habaku


Dalam hati Freya : Siapa lagi nih cewek? Gue jadi gak ada kesempatan buat ngedeketin Habaku


"Dihh, dia natap sinis ama kakak sepupunya Habaku" ucap Gleice


DI TEMPAT BELI ES TEH :


"Hai kak, aku Freya loh. Kakak kenal, kan? Kalo gak kenal mau gak kenalan ama aku?" tanya Freya sambil mengajak Habaku untuk bersalaman


Kakak sepupu Habaku melotot karena terkejut melihat gadis kecil yang cari perhatian ama adiknya


"Lo siapa ya? Gue gak mau kenalan ama lo" jawab Habaku


"Masa tanganku didiemin sih?" tanya Freya yang masih mengulurkan tangannya


"Dek, dia gamau kenalan ama lo jadi lo gausah caper ama dia" ucap kakak sepupu Habaku


"Apaan sih, lo siapa nyuruh nyuruh gue?" tanya Freya dengan nada yang kasar


"Gue? Gue kakak sepupu Habaku, kenapa?"


Freya terkejut mendengar itu dan merasa malu


DI HALTE BUS :


"Waduhh, seru nih keknya. Harusnya kita disitu aja gak sih?" ucap Aylen


Terlihat dari halte bus itu, Habaku menolak tangan Freya


Gleice, Aylen dan Lea tertawa melihat itu


"HAHAHA, MAMPUS LO FREYA" seru Lea dan Aylen


BYURRRRRR


Aylen dan Lea terkejut melihat Gleice yang tidak sengaja menyemburkan teh yang ada dalam mulutnya karena tertawa


"Gleice..." kata Aylen


"Ya?"


"Tehnya kena mobil orang..." lanjut Aylen


"HAHHH?!"


Lanjut eps 45 yaaaaaaaaaa