Special

Special
37. Sisi gelap hari Jumat



"Kita mau jalan kemana, Alex?" tanya Aylen


"Udahh, nanti liat aja"


Aylen tidak tau dimana sebenarnya tempat yang akan mereka kunjungi namun, dia ikut-ikut aja


Cukup jauh, Aylen semakin penasaran dengan tempat yang Alex maksud


"Sampaiii" ucap Alex


"WAHHH"


Aylen kagum melihat pemandangan yang sangat indah di depan matanya. Semuanya dipenuhi dengan rumput ilalang, burung-burung yang terbang, gunung yang dapat diamati dari jauh, satu pohon yang bisa digunakan untuk meneduhkan diri


Aylen berbaring dikumpulan rumput ilalang tersebut dan memetik satu darinya. Alex datang membawakan tikar piknik yang selama ini ia letakkan di dalam tasnya. Dia juga mengeluarkan beberapa camilan dan minuman


"Kamu tau aja aku suka ke padang rumput" ucap Aylen


"Ohh ya? Aku baru tau" jawab Alex


"Ya, aku terakhir kali ke padang rumput tuh pas umur aku masih 7 tahun. Akhirnya aku bisa ke padang rumput lagi" lanjut Aylen


"Baguslah kamu suka. Nihh, makan tuh snacknya aku juga bawa susu coklat kesukaan kamu" ujar Alex


"Wahh, makasih Alex"


Mereka berdua menikmati keindahan padang rumput itu sembari berbincang-bincang. Sungguh hari yang takkan pernah dilupakan oleh Alex dan Aylen


Tiba-tiba, Alex berbaring dipaha Aylen


"Ehhh"


"Kenapa?" tanya Alex


"E-enggak kok"


Tak lama kemudian, Alex tertidur pulas. Aylen ingin membangunkannya namun ia takut itu akan mengganggu. Aylen mencoba untuk tidak membuat gerakan yang akan membuat Alex terbangun dari tidurnya


Aylen mengambil hpnya dan memotret Alex yang tertidur dipahanya. Setelah itu, dia ngesw foto Alex dengan caption "Dasar"


( Chat Gleice dan Lea )


Gleice : Leaaaaaaaaaaaa


Gleice : Bosan


Lea : Lo pikir lo doang?


Gleice : Aylen kemana sih, gak on


Lea : Lohh, lo gatau? Dia kan jalan bareng pacarnya


Gleice : OHHH, IYA YAH. Gue lupa


Lea : Belum tua dah pikun aja lu


Lea : Hmmm, andai gue punya pacar. Pasti gue bakal jalan-jalan bareng dia, seru-seruan


Gleice : Ohh, jadi lo mau pacaran?


Gleice : Ama Nathan aja


Lea : Ehh, gak jadi deh


Gleice : Sok-sokan gamau lo, dasar


/beberapa menit kemudian


Lea : WEHHHH GLEICE


Lea : ON DONG


Gleice : Lo kenapa???


Lea : Liat swnya Aylen deh


Gleice : /ngeliat swnya Aylen


Gleice : /terkejoet


Gleice : ASTAGHFIRULLAH, AYLENNN


Lea : Gilak sih mereka


Lea : Giliran berduaan aja baru romantisan


Lea : Gue iri gue bilang


Gleice : Rilll, gue juga iri. Fak lo Aylen, Alex


Lea : Fak untuk Aylen dan Alex


...SKIP...


...( Beberapa minggu kemudian )...


Akhirnya, setelah 1 minggu gak ngapa-ngapain disekolah. Hari ini adalah hari Jumat, hari yang penuh sisi gelap setelah kalian membacanya


Seperti biasa, Gleice datang dan menunggu teman-temannya. Merasa cukup lama menunggu, ia turun kebawah. Di lapangan ia bertemu dengan Lea


"Ehh, udah datang" gurau Gleice


"Pasti gara-gara lo piket, kan?"


"Yahh, benar sekali. Sebenarnya gue tertekan banget" jawab Lea


"Ayok temenin gue ke ruang guru" ucap Gleice


"HAH? Lo ngapain? Lo bikin kasus apaan ampe masuk ruang guru??" tanya Lea, terkejut


"Gue mau ambil kunci kelas, b*ngs*t" seru Gleice, menanggapi kepolosan temannya


"OHHH, BILANG KEK" seru Lea


"Tabahkanlah hatiku, ya Allah" ucap Gleice


Gleice dan Lea pun pergi menuju ruang guru dan mengambil kunci kelas mereka. Setelah itu ya mereka membuka kunci kelas dong pastinya


"Assalamualaikum" salam mereka


Mereka masuk ke kelas dan menaruh tas masing-masing


"Temenin gue nyapu yah" ucap Lea


"Ingyah, tapi gue mau keluar"


Gleice keluar dan melihat keadaan sekitar. Ternyata teman-teman lainny dah datang


"Halooo Derls, Kelfy" seru Gleice


"Halo juga"


Gleice tetap diluar, melihat orang-orang dilantai bawah. Tiba-tiba kak Rasya dan teman-temannya lewat


Gleice tetap stay cool. Setelah kak Rasya lewat, ia tersenyum


WOYYYYYYYY


"INNALILLAHI" seru Gleice, terkejut


"Kurang ajar lo, Aylen" ucap Gleice


"Lo gak sadar daritadi gue manggil lo?" tanya Aylen


"Ohh, ya??" polos Gleice


"Ajg lo, Gleice daritadi gue panggilin" kata Aylen


"Ya maap, gue kagak tau"


"Pasti ini efek samping dari kak Rasya, dia kan lewat disini tadi" tebak Aylen


"E-ehh, gak lah" seru Gleice


"DIHHH, orang lo aja tadi senyum-senyum pas dia dah lewat" seru Aylen


"IHH, g-gak yah" gugupnya


"Gak usah banyak alasan, cepet sono bayar uang kas. Mau dibanting Tiara juga lo" ujar Aylen


Gleice membayar uang kas dikelas setelah itu pergi keluar kelas


KRINGGGG


Bel berbunyi, waktunya masuk, Ya, kelas 7A ada beberapa yang masuk tapi ada juga yang belum masuk


Aylen, Gleice dan Lea berbincang-bincang dikelas. Pastinya tentang crush


"Sumpah semenjak kejadian Khalil ngasih tau ke kak Rasya kalo aku suka dia, aku jadi takut keluar" ucap Gleice


"YAHAHAHAHA, mampus lo" gurau Lea


"Fak kalian semua"


Tiba-tiba


"Wehhhh, bu Hary datang!" seru Edrick dan Reys


7A : /langsung duduk manis


...SKIP ...


KRINGGGG


Bel istirahat. Waktunya mereka menenangkan otak mereka


"Gleice, lo gak ikut?" tanya Aylen


"Ohh, kalian mau jajan?" lanjut Gleice


"Iya dong, tiada hari tanpa jajan" ucap Lea


"Hmmm, gak deh gue gak ikut. Malas" jawab Gleice


Akhirnya, Aylen dan Lea membeli jajanan kesukaan mereka. Ya, tak lain dan tak bukan yaitu salome


Setelah itu, mereka naik ke lantai dua dan masuk ke kelas mereka. Tiba-tiba anak kelas sebelah datang barengan dengan Edrick. Ya, mereka Angelo dan Khalil. Angelo membawa satu kotak yang membuat mereka semua penasaran


"Selamat, ulang tahun" seru Angelo sambil bernyanyi dan membawakan kotak itu ke arah Nerth


"Wihh, gilak kalian baik banget" ucap Nerth sambil bersyukur


"Ehh, lo pikir buat lo??" ucap Angelo


Ya, Angelo hanya berbohong


"Dahh, nih makan pizzanya" ucap Khalil


"Lahh, bukannya itu buat orang ultah yah??" tanya Lea


"Iya yah, kok mereka dah makan??" tanya Aylen


"Ultahnya Lucky gak sihh?? Dia kan ultah bulan Februari. Kalo gak salah sih tanggal 2" jawab Gleice


"Ohh, iyaa! Dia ultah hari ini" seru Aylen dan Lea secara kompak


Angelo, Khalil dan Edrick membawa kembali kotak berisi pizza itu keluar


"Lahh, kok mereka bawa keluar??" heran Aylen


"Kasian yang ultah belum makan tuh pizza dah mau abis aja" ucap Gleice


Tak lama kemudian, Lucky datang. Dia baru saja membeli mie di lantai bawah


"HAPPY BIRTHDAY LUCKY!!" seru Crys, Aylen, Lea, Alice dan Gleice


"Happy birthday to you, happy birthday to you"


Lucky kebingungan dengan apa yang mereka katakan. Ways dan yang lainnya juga melihat mereka dengan penuh kebingungan


"Kalian kenapa??" tanya Lucky


"Ya, ngucapin lo. Habede" lanjut Aylen


"Apaan? Orang gue ultah nanti tanggal 8" jawab Lucky


"OHHH, ASTAGA" ucap Gleice terkejut


"Lahh, bukannya tanggal 2? Tanggal 2 Februari kan hari ini" heran Aylen


"Maaf, gue baru ingat waktu itu Lucky bilamg ke gue kalo ultahnya tuh tanggal 8 Februari" ujar Gleice sambil meminta maaf kepada teman-temannya


"Ihh, Gleice kurang ajar lo. Mana gue nyanyi lagi" ucap Aylen, malu


"Keluar yok, daripada disini. Gue malu" kata Lea


Mereka keluar dan berdiri di koridor lantai atas sambil melihat-lihat orang-orang yang ada di lapangan


Di lantai bawah, terdapat siswa-siswa yang bermain bulu tangkis, sepakbola dan volly. Mata Aylen tertuju kepada siswa-siswa yang memainkan volly


"HEH, ASTAGA!!" seru Aylen


"Kenapa??" tanya Gleice dan Lea, kompak


"Nathan main volly, astaga" lanjut Aylen


Gleice dan Lea langsung melihat itu dan tertawa terbahak-bahak bersama Aylen


"Mana warna sepatunya neon lagi" kata Aylen


Gleice dan Lea semakin tertawa mendengar itu


"Gleice lo tau gak sih?" ucap Lea


"Apaan?"


"Tadi kan gue ama Aylen jajan, nahh pas naik tangga gue disenyumin ama kak Acok ajg. Mana senyumannya tulus banget lagi" lanjut Lea


"HAHAHAHAHAHA, lo target selanjutnya. Kan dia baru aja putus tuh ama pacarnya, paling lo udah jadi sasaran" gurau Gleice


"Ihh, gak lucu lohh Gleice"


"Yang sabar deh, Lea. Mungkin kak Acok hanya mencintaimu" gurau Aylen


"Ya Allah, gak Gleice gak Aylen. Dua-duanya sama aja" pasrah Lea


Tiba-tiba, Khalil datang dan mencari Alice. Ya, mereka pacaran. Aylen memanggil Alice dan mengatakan bahwa Khalil mencarinya


Ya, di koridor itu, mereka ngebucin mulu. Aylen, Lea dan Gleice berasa jadi nyamuk. Namun, mereka hanya bisa diam


Derls datang, gak Derls namanya kalo gak cari masalah. Dia mencubit Khalil


"AHHH" Khalil merintih kesakitan karena dicubit oleh Derls


"Masih pagi begini dah ngebucin aja nih anak dua" seru Derls


"Tau tuh Derls, kita jadi nyamuk nih daritadi" adu Lea


"Alice, Alice ini temen-temen lo kasian tau darizadi jadi nyamuk doang" ucap Derls


"Ya, gue gak bermaksud" ucap Alice


"Diam lo ceweknya Abizar!!" seru Khalil yang lanjut mencari gara-gara kepada Derls


"Lo bilang apa tadi? Ceweknya Abizar?"


"Iya, dasar ceweknya Abizar" lanjut Khalil


"Ajg lo, p*nd* lo Khalil!!" seru Derls


Derls dan Khalil kejar-kejaran, berasa kek kucing ama anjing yang lagi berantem


Secara tak sengaja, Derls menyenggol kakak kelasnya yang sedang membawa makanan. Lantas, kakak kelas itu langsung berkata


"Ohh, gue gamau tau. Ganti sekarang cepat, ganti!!" seru kakel itu


"Maaf kak, tidak sengaja" ucap Derls sambil meminta maaf


"Cepat ganti pokoknya" lanjutnya


"Ihh, ini gara-gara lo Khalil"


"Berapa harganya kak?" tanya Derls


"2k"


Derls mengambil uang disakunya dan memberikan uang itu ke kakak kelasnya


Kemudian, ada kakak kelas lainnya yang bertanya


"Kalian kenapa" tanyanya


"Ini nih, nyenggol gue ampe makanan yang gue bawa jatuh tuhh dilantai" ucap kakel yang menjadi korban senggolan Derls


"Ya, gapapa. Ini ambil aja" lanjut kakel yang bertanya sambil mengambil makanan yang terjatuh dilantai tersebut


Alice, Gleice, Aylen dan lea langsung tertawa mendengar ucapan kakak itu


"Lo bego atau polos sih ajg, itu dah jatuh loh"


Mereka tetap lanjut tertawa


"Dahlah, gue mau kedalam kelas dulu sebentar" ucap Lea sambil tertawa


Saat ia ingin masuk di kelas, dia berpapasan dengan Reys yang membuatnya hampir berciuman dengan Reys


Yang melihat hanya tertawa. Sungguh hari yang penuh dengan sisi gelap


Lanjut eps 38 yaaaaaaaaaaaaaaaaaaa