Special

Special
35. Drama di hari Selasa



Akhirnya hari Selasa, ya baru aja hari Senin dah banyak drama apalagi hari ini. Doain aja deh


Jam 5 subuh, tampaknya Aylen, Lea dan Gleice dah bangun aja. Aylen membuka hpnya karena mendengar notifikasi dari hpnya itu


( Chat Aylen dan Alex )


Alex : Aylennnnn


Aylen : Yaaaaaa


Alex : Nanti aku yang anter kamu yah


Aylen : HAH? KOK


Alex : Kenapa emangnya?


Alex : Kita kan pacaran, gimana sihh


Aylen : Nanti kalo diliat guru-guru gimana??


Alex : Tenang aja, kita nanti langsung ke belakang sekolah aja biar gak ketahuan


Aylen : Ihh, tapi kan tetep keliatan


Alex : Udah ah, gapapa


Alex : Jadi gimana? Kamu dibolehin ortu kamu aku anter ke sekolah?


Aylen : Iya, dibolehin


Alex : Sip, nanti aku dateng ya


Aylen : Okeeee


Di sisi lain, Lea dan Gleice sholat subuh dan mulai beraktivitas seperti biasa. Setelah sholat, Gleice memberi makanan untuk kucingnya dan mandi


SKIP


Di sekolah masih sepi aja. Gleice naik ke kelasnya dan ternyata baru dia aja yang datang.


Gleice berjalan melintasi koridor lantai atas sampai ke depan kelasnya. Di depan kelasnya, dia melihat orang-orang dibawah sambil menjinjitkan kakinya karena gak sampe


Gleice masih setia menunggu teman-temannya. Yang dicari teman-temannya yang datang malah kakel. Ya, Kak Rasya yang dateng. Gleice mengagumi kak Rasya sejak pelantikan osis


Saat kak Rasya melewatinya, Gleice mencoba untuk tidak melihatnya. Kak Rasya berjalan sambil bernyanyi. Menurut Gleice, suaranya sangat bagus


Gleice tersenyum mendengar suara kakelnya itu. Beberapa menit kemudian, Kelfy dah datang aja


"Kelfyyyyyy" seru Gleice


"Pasti lo mau nyuruh gue ambil kunci kelas"


"Iya, hehehehehehe"


"Ayolah temenin gue ngambil kunci kelas"


"Ayokk"


Kelfy dan Gleice melepas sepatu mereka dan meletakkan sepatu-sepatu itu di depan kelas dan berjalan, turun menuju ruang guru. Ya, mereka lepas sepatu karena kalo mau ke dalam ruang guru, siswa gak boleh pake sepatu


"Assalamualaikum" salam Kelfy dan Gleice, melangkahkan kaki mereka ke dalam ruang guru


Ternyata gak ada orang di dalam ruang guru. Guru-guru yang udah datang diluar


Kelfy dan Gleice membuka laci milik Ma'am dan mengambil kunci kelas


Gak perlu lama-lama, mereka langsung naik dan membuka kelas mereka yang terkunci


"Assalamualaikum"


Kelfy langsung mengambil sapu dan membersihkan kelas 7A. Ya, dia piket


"Masya Allah rajinnya jodohnya Qianu" goda Gleice


"Idihhh, gue maunya ama Chenle" jawab Kelfy


"Hadehhh, iya deh iya" balas Gleice


"Iyalah. Sana lo keluar gue lagi nyapu juga!" tegur Kelfy


Setelah mendengar teguran dari Kelfy, Gleice mencoba pasrah dan nurut aja


Saat dia keluar dari kelas, dia hampir aja ******* ama Ways. Mereka berpapasan, yang satunya keliar yang satunya masuk


"ASTAGHFIRULLAH!" kaget Gleice dan Ways


"Kurang ajar, ngagetin aja lo. Hampir aja *******" kata Gleice


"Ya, maaf gue juga gatau lohh" jawab Ways


Ternyata, saat mereka hampir ******* ada kak Rasya yang ngeliat kejadian itu


"ADUHHH, tau gitu gue buat kalian ******* aja tadi" seru kak Rasya


Gleice hanya terdiam mendengar itu. Dia tak menghiraukan kak Rasya dan lanjut berjalan


Ia melihat orang-orang dibawah. Ternyata ada Lea lagi jalan. Lea ngeliat Gleice dari bawah


Tak lama kemudian, Lea sampai di lantai atas. Gleice berlari menghampiri Lea


"Ehh, dah datang aja ceweknya Nathan" goda Gleice


"Gue baru datang lohh, astaga" balas Lea


"Jangan bilang lo masih ngambek gara-gara kemarin gue boongin kalian" tanya Lea


"Gak usah ditanya"


"Lo kenapa gak bilang aja kalo lo mau jalan ama Nathan?" kata Gleice bertanya balik


"Gue malas nanti kalian cie-ciein lagi. Gue juga takut kalian gak ngebolehin" jawab Lea


"Dihh, siapa juga yang mau marah. Gue kan support system"


"Malu-maluin sih lebih tepatnya" lanjut Gleice


"Dahlah, ayok ke kelas" ajak Lea


Lea dan Gleice berjalan menuju kelas mereka. Tiba-tiba


"Woyyyyyy"


Terdengar suara gadis yang berseru. Lea dan Gleice membalikkan tubuh mereka. Dan benar saja, dia adalah Lily


"Lo kenapa dahh??" tanya Lea


"Iya, gaje banget. Masih pagi dah teriak-teriak aja" lanjut Gleice


"AYLENNN!" seru Lily


"Iya, Aylen kenapa?!" tanya Lea dan Gleice


"AYLEN DIANTERIN ALEX!" lanjut Lily


"HAHH?!" Lea dan Gleice terkejut


"Tadi gue liat mereka. Tapi mereka langsung ke belakang sekolah, mungkin biar gak ketahuan" ucap Lily


"Tadi ada guru gak disana?" tanya Gleice


"Gak ada"


"Alhamdulillah" syukur Gleice dan Lea


Aylen masuk ke kelas


"Assalamualaikum semuanya" salam Aylen


"Aylen, lo dianterin ama Alex?" tanya Lea


"Iya, kenapa?" tanya Aylen


"Gak" jawab Lea


"Ohh iya, bukannya lo piket osis ya bareng Alex?" tanya Lily


"Shhttt, gue malas piket" jawab Aylen


"Masya Allah, yang kek gini nihh bagus dicepuin ke osis yang piket hari ini" ucap Gleice


"Gue laporin bu Teysa juga lo" seru Lea


"Ihh, jangan dong. Setidaknya Alex juga gak piket jadi gue ada temen" lanjut Aylen


"Hadehhhh"


Ya, berhubung mereka sudah selesa US dan mereka juga sudah mengikuti kegiatan porseni jadi 1 minggu itu akan jamkos


"Leaaaaaaaaaa" gumam Alice


"Tau aja" jawab Alice


Setelah berkaca cukup lama sekitar 3 menitan, Alice memanggil Gleice dan mengajaknya untuk berbicara


"Gleice" ucap Alice


"Ya? Kenapa Alice?" tanya Gleice


Alice menarik tangan Gleice sambil berjalan keluar kelas


"Aku mau ngomong sesuatu" lanjut Alice


"Iya, kenapa?"


"Kamu masih suka sama Key?" tanya Alice


"Iya"


"Ehmm, sebenarnya Key itu mau ngomong sama kamu tapi dia belum yakin mau ngasih tau" ujar Alice


"Dia bilang ke aku kalo sebenarnya dia suka anak baru kelas 7E yang namanya Chyntia" ucap Alice


Gleice terkejut setelah mendengar perkataan itu keluar dari mulut Alice dan mulai menelan ludahnya


"Ohh, dia suka anak baru itu tohh"


"Maaf ya Gleice, aku tau perasaan kamu ke si Key. Aku minta maaf banget" lanjut Alice


"Iya, gapapa" jawab Gleice


Alice memegang bahu Gleice sambil berkata


"Kamu lebih baik gak usah suka dia lagi, ya. Ada cowok yang lebih baik lagi" nasehat Alice ke Gleice


"Iya, makasih banyak Alice. Aku udah ada target buat aku crushin" jawab Gleice sambil tersenyum


"Wihh, baguslah. btw siapa?" tanya Alice


"Ada dong, nanti juga kamu tau kok" balas Gleice


Akhirnya mereka berdua kedalam kelas


Gleice memainkan hpnya namun diam-diam aja. Sebenarnya gak boleh bawa hp cuma dia mau pake buat nelfon ortunya sama main hp disekolah sih, hehe


"Lea, Aylen"


"Ya, kenapa Gleice?" tanya mereka berdua, kompak


"Gue mau uncrush Key" ucap Gleice


"Hah? Lo beneran??" tanya mereka masih tidak menyangka


"Iya, masa boongan" lanjut Gleice


"Kenapa?" tanya Lea dan Aylen


"Dia suka anak baru itu dan gue rasa dia gak menghargai perasaan gue aja" jawab Gleice


"Dia dah akting sok-sok romantis, tau-taunya suka orang lain. Ajg, fak lo, b*ngs*t, k*nt*l" kata Gleice sambil mengeluarkan emosinya


"Hmmm, ok lah Gleice" ucap Aylen


"Pokoknya lakuin aja apa yang lo mau. Dia emang dah keterlaluan" lanjut Lea


Beberapa menit kemudian, Aylen kebelet pipis. Ia meminta Alice untuk menemaninya ke toilet


"Ihh, Gleice temen lo pipis berasa nginap di kamar mandi dah. Lama banget" ucap Cassy


"Hadehhh, au deh dia. Sekalian berak kali"


"Ohh iya, yang lain mana?" tanya Cassy


"Lagi jajan mereka" jawab Gleice


Tiba-tiba, Pak Yonathan datang ke kelas 7A


"Assalamualaikum" salamnya


7A : Waalaikummussalam, pak


"Ini kelas 7A, kan?" tanya pak Yonathan, mungkin beliau kurang yakin


"Iya, pak"


"Ok, ini saya mau kasih jadwal. Karena kemungkinan besar jadwal baru kalian di semester 2 ini ada beberapa kesalahan. Ini jadwal aslinya" ringkas pak Yonathan


"Baik, pak"


"Kalau begitu saya pergi dulu, Assalamualaikum"


DI SISI LAIN :


GEBRAKK


Aylen berpapasan dengan lelaki tinggi. Ya, dia Nathan


"Ajg lo Nathan" seru Aylen


"Apa sih lo, b*bi" balas Nathan


"Ohh ya, tadi lo dianterin bareng Alex ya? Cieeeeeee cieeeeeee dianterin cowoknya. Gue laporin bu Teysa juga lo" gurau Nathan


"Fak lo, kenapa lo iri?" tanya Aylen


"Apaan orang gue kemarin berduaan ama Lea. Lo tuhh yang iri ama gue makanya lo nyuruh Alex buat anter lo ke sekolah" jawab Nathan


PAKKKK


Behhhh, pukulan Aylen hanya untuk Nathan


"B*ngs*t lo Alex" seru Nathan


"Diam lo Lea, fak lo" jawab Aylen


"Hmmm, bau banget disini" ucap Alice


"Iya dong namanya juga toilet sekolah" balas Aylen


Secara tidak sengaja, Aylen dan Alice mendegar topik yang menjadi pembahasan anak kelas 7E yang sedang berada di kamar mandi itu juga


"Ehhh, katanya disini ada kunti lohh" ucap Jeslin ( kelas 7E )


"Iya, katanya sih gitu. Di toilet ini juga biasanya kerannya nyala sendiri" lanjut Novita ( kelas 7E )


"Padahal siang-siang lohh, mana air keran biasanya beneran nyala sendiri lagi" balas Jeslin


Setelah membahas itu, Jeslin dan Novita keluar dari toilet dan masuk ke kelas mereka


Aylen yang sedang dalam salah satu toilet langsung ketakutan mendengar pembahasan itu. Alice terkejut dan terpaku untuk sementara waktu. Tangannya tremor. Mereka berdua ketakutan


"Aylen plisss cepetan Aylen, gue tinggalin juga lo" seru Alice dengan nada suara ketakutan


"B-bentar Alice ini aku tinggal pake rok" jawab Aylen


Aylen keluar dari toilet, mereka berdua langsung berlari dan keluar dari. Mereka berlari menuju kelas mereka


Semuanya terkejut karena mereka berlari-lari


7A : Kalian kenapa?


Aylen mengambil airnya dan minum


"Lo kenapa dah" tanya Gleice dan Lea


"Tadi kan kita ke toilet, nahh disana itu ada Jeslin dan Novita anak kelas 7E. Mereka bilang di toilet itu ada kuntilanak" ringkas Aylen


Mereka tertawa mendengar cerita dan Aylen


"Lahh kok ketawa?" polos Aylen


"Yaiyalah ketawa, mana ada setan siang bolong kek gini" jawab Gleice


"Iya sih, tapi kan katanya airnya tuhh nyala sendiri gara-gara ada kunti" lanjut Aylen


"Iya, katanya sihh gitu. Biasa aku kesana airnya nyala sendiri" ucap Gea


"Hadehhhh, terserah dehh" jawab Lea


"Aduhh, gue jadi pengen pipis" ucap Gleice


"Hmmm mampus lo" gurau Aylen


"Temenin gue dong" ucap Gleice


Lanjut eps 36 yaaaaaaaaaaaa