
Adzan Ashar berbunyi tepat pada pukul 15:30. Lea bergegas mengambil wudhu dan melaksanakan kewajibannya yaitu sholat
Pada pukul 15:40, Nathan memberikan pesan pada Lea
( Chat Lea dan Nathan )
Nathan : Lea
Nathan : Lo udah selesai sholat?
Lea : Udah
Nathan : Yaudah, aku jemput, ya
Lea : Sip
Lea menunggu Nathan di teras rumahnya. Sebelum itu, ia sudah pamit kepada orang tuanya
"Assalamualaikum" pamit Lea dan Nathan
Mereka berdua pun pergi jalan-jalan seperti biasanya. Di jalan, mereka berbincang-bincang
"Lo mau ngajak gue kemana?" tanya Lea
"Ya, jalan-jalan aja sih" jawab Nathan
"Lahh, gak singgah beli cemilan atau minuman gitu?" lanjut Lea
"Tenang aja masbro, gue dah beliin" jawab Nathan
"Nama gue Lea, bukan masbro"
"Haha, terserah gue lah" gurau Nathan
"Hati-hati, nanti kek waktu itu lagi, kita hampir masuk got" ucap Lea
"Tapi kalo dipikir-pikir, romantis juga ya jatuh barengan di got" ujar Nathan
"ROMANTIS APANYA AJG!Jatuh di got dibilang romantis, gobl*k lo" seru Lea
DI SISI LAIN :
Gleice dan Lily datang ke tempat les mereka. Syukurlah mereka belum terlambat pada hari itu. Mereka pun masuk ke ruangan les
"Assalamualaikum" salam Lily dan Gleice
"Waalaikummusslam" jawab teman-teman mereka
Ternyata Vanessa sudah datang. Gleice menatap sinis pada Vanessa. Gleice sedikit kecewa setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Facy saat pulang sekolah karena, ia pikir Vanessa tak akan membicarakannya ternyata itu salah besar
Lily melihat Gleice yang sedang berkhayal
"Lo keinget yang dibilang Facy tadi, ya?" tanya Lily
"Ya, gitu deh" jawab Gleice
"Udah ah, gak usah dipikiran. Emang banyak kok orang yang muka dua" kata Lily sembari menyindir Vanessa
Vanessa merasa tersindir dan menatap Lily
"Ohh ya, kalian temenan ama Facy?" tanya Vanessa secara tiba-tiba
"Iya" jawab Lily dan Gleice
"Dih, bisa-bisanya kalian mau temenan ama dia" ucap Vanessa
"Emangnya kenapa?" tanya Lily dan Gleice
"Dia kan kek, gimana yah jelasinnya. Aku ngerasa dia kek anak gak baik gitu, ya gak sihh" lanjut Vanessa
"Bener tuh, aku setuju. Kenapa coba dia harus sekelas ama kita?" lanjut Evelyn
Tanpa sepengetahuan Vanessa dan Evelyn, Gleice merekam percakapan mereka yang membicarakan Facy
"Ohh, menurut kalian gitu? Menurutku sih gak. Dia baik, seru dan ramah" ucap Gleice
"Kamu ternyata bestie-an ama dia ya, haha" ujar Vanessa
"Iya tuh, pasti bestie-an" lanjut Evelyn
"Aku pas SD sekelas ama dia jadi, aku jauh lebih banyak tau tentang dia daripada kalian" tegas Gleice
Setelah mendengar jawaban dari Gleice, Lily menyeringai. Vanessa dan Evelyn terdiam
Gleice menyimpan rekaman suara itu. Ia ingin mengirim rekaman suara itu ke Facy
Tak lama kemudian, Pak Rafael masuk dan mulai melanjutkan materi
DI SISI LAIN :
"Nathan, mending kita duduk-duduk dimana gitu" ajak Lea
"Ok deh, di taman kota aja ya" saran Nathan
"Iya"
Mereka pun duduk di taman kota sambil meminum minuman dan memakan camilan
"Nih, lo suka rasa cookies and cream, kan?" ucap Nathan sembari memberikan minuman untuk Lea
"Ohh, ya. Makasih ya, Neith" kata Lea
"Nih, cemilan juga ada kalo lo mau ngemil" tawar Nathan
"Buset banyak bet, makasih banyak" jawab Lea
Lea mencoba membuka bungkus camilan namun ia tak bisa membukanya. Nathan yang melihat Lea kesusahan langsung membukakan bungkus camilan itu untuk Lea
Setelah itu, mereka berkontak mata beberapa detik, cukup lama. Namun akhirnya, Lea fokus pada camilannya
DI TEMPAT LES GLEICE :
Waktunya beristirahat. Disini, seluruh siswa yang mengikuti les bisa melakukan apa saja yang mereka mau
Gleice mumutuskan untuk mengirim rekaman suara Vanessa dan Evelyn kepada Facy. Rencana yang cukup licik
....
Setelah mengirim rekaman suara itu, ia menunggu Facy untuk menjawab pesan darinya
Gleice melihat Velly dan Niluh yang sedang membicarakan sesuatu sambil berbisik. Niluh membicarakan sesuatu tersebut sambil melihat Gleice dan Lily. Gleice merasa ia dibicarakan oleh Velly dan Niluh. Bukan hanya dengan mereka berdua, bahkan dengan Evelyn
"Mereka ngomongin apa sih? Bicarain aku ama Lily? Atau aku doang yang ngerasa gitu?" batin Gleice
Gleice melihat Lily yang sedang asyik memainkan handphone-nya. Lily tak sadar bahwa ia sedang dibicarakan oleh teman-temannya
Awalnya, Gleice berpikir hanya Vanessa yang menbicarakannya, ternyata Velly, Niluh dan Evelyn juga diam-diam membicarakan. Benar-benar munafik
"Lily" panggil Gleice
"Hmm, kenapa?" jawab Lily
Gleice mendekat pada Lily dan berbisik
"Kita dibicarain ama Velly, Niluh dan Evelyn"
"Lo jangan bercanda dong" kata Lily yang mengira Gleice sedang percaya
"Gue beneran bang" jawab Gleice
"Gimana lo tau?" tanya Lily
"Tadi mereka bisik-bisik gitu kek bicarain sesuatu sambil ngeliatin kita" balas Gleice
"Keknya, bukan cuma kita berdua deh yang dibicarain" lanjut Lily
"Maksudnya?" heran Gleice
"Gue pernah denger, Niluh ngebicarain Lea ama temennya. Gue lupa dia bilang apa tapi yang jelas dia bicarain Lea" rinci Lily
"Ck, munafik semua ternyata, dasar" guram Gleice
"Liat aja nanti ke depannya gimana. Mereka kan intel alias informasi bertele-tele" ucap Lily
Tiba-tiba, terdengar notifikasi dari handphone Gleice. Ternyata itu adalah pesan dari Facy
( Chat Facy dan Gleice )
Facy : Haha, mereka ngebicarain gue lagi ternyata
Gleice : Lah, lo dah oernah dibicarain ama mereka?
Facy : Sering banget malah, tapi gue pura-pura gatau aja. Mereka emang gitu, muka dua
Gleice : Rill, munafik
Facy : Gak heran lagi sih
Facy : Bisa-bisanya lo kepikiran buat ngerekam suara mereka
Gleice : Gak tau juga sih
....
"Lo udah kirim itu ke Facy?" tanya Lily sambil berbisik
"Iya, ternyata mereka emang sering bicarain dia" jawab Gleice
"Haha, berani di belakang doang, kocak" kata Lily
Tiba-tiba..
"Aduh, gue kebelet pipis. Lily temenin gue ke tpilet dong, gue takut sendiri" pinta Gleice
Mereka berdua pun berdiri dan membuka pintu ruangan les tersebut
"Kalian mau kemana?" tanya Velly
"Mau kencing" jawab Gleice
Mereka keluar dari ruangan tersebut. Baru juga keluar, ada lagi yang digosipin
* Di dalam ruangan les:
"Ehh, Gleice ama Lily tuh temenan ama Lea, Aylen dan Alice, kan?" tanya Niluh
"Iya, bisa-bisanya mereka mau temenan ama si Alice" ucap Velly
***
Gleice dan Lily yang ingin menuju ke kamar kecil, terhenti setelah mendengar topik pembicaraan di dalam ruangan les
"Lily, ini. Rekam suara mereka, gue ke toilet sendiri aja" ucap Gleice sambil memberikan handphone-nya ke Lily
* Di dalam ruangan les :
"Haha, gatau tuh. Bisa-bisanya mereka mau temenan ama Alice" ucap Evelyn
"Menurut gue sih, Alice tuh kek terlalu banyak tingkah gitu. Liat aja dari cara jalannya, haha" lanjut Vanessa
"Gak ngerti lagi sih" lanjut Niluh
***
Lily tercengang mendengar apa yang dikatakan oleh Velly, Niluh, Evelyn dan Vanessa tapi, ia tetap melanjutkan misinya yaitu merekam pembicaraan mereka
Akhirnya, mereka sudah tak membicarakan Alice. Lily pun mematikan rekaman suara itu dan menyimpannya
Tak lama kemudian, Gleice datang
"Lily" panggil Gleice
"Ehh, kaget"
"Lo udah rekam?" tanya Gleice
"Udah" jawab Lily
"Menurut lo, gue kirimin rekaman ini ke Alice atau gak?" tanya Gleice
"Kasian banget si Alice, tapi biar dia tau, mending lo kirim aja" saran Lily
Akhirnya, Gleice mengajak Lily masuk ke ruangan les. Saat mereka masuk, jam istirahat berakhir namun, pak Rafael ada urusan mendadak yang membuat mereka pulang lebih cepat
Karena sudah pulang, Gleice memutuskan untuk mengirim dua rekaman suara itu kepada Aylen dan Lea. Ya, rekaman suara Velly, Niluh, Evelyn dan Vanessa saat membicarakan Facy dan Alice
( Chat Lea, Gleice dan Aylen di grup Slayyy )
Gleice : WOI COK
Gleice : /mengirim dua rekaman suara tersebut
Aylen : ANJ*NG, mereka bicarain Facy dan Alice? Nanti siapa lagi
Gleice : Sebenarnya bukan cuma gue, Facy dan Alice yang dibicarain, tapi kita semua
Aylen : Hah? Maksudnya?
Gleice : Iya, kita semua. Gue, Alice, Lily lo dan Lea
Aylen : Wahh, kita famous juga ternyata. Tapi serius ya, mereka munafik banget
Aylen : Dari depan keliatan baik, ramah dan seru tapi malah bicarain dari belakang
Gleice : Katanya Lily sih, intel ya
Aylen : Apaan tuh?
Gleice : Informasi bertele-tele
Aylen : HAHAHAHA, RILLL
Gleice : Menurut lo, gue kirim rekaman suara ini ke Alice, gak? Gue ragu ngirimnya
Aylen : Iya, kasian Alice. Mereka keliatan benci banget ama dia. Gue juga bingung, tapi keknya kirim aja biar dia tau
Gleice : Hmm, katanya Lily juga gitu
Aylen : Kalo gitu, kita tinggal tunggu saran dari Lea aja
Gleice : Iya
Gleice : Btw, Lea kemana sih?
Aylen : Biasalah, dia kan dah lama gak jalan bareng Nathan. Nahh, hari ini dia diajak Nathan jalan bareng
Gleice : Nahh kan, dah gue duga
Di sisi lain, Nathan dan Lea masih santai sembari berbincang-bincang di taman kota
"Nathan, pulang yok" ajak Lea
"Ayok, udah jam 5 juga" jawab Nathan
"Camilannya bawa aja, ya" ucap Nathan
"Lagi-lagi lo ngasih gue cemilan sebanyak ini. Tapi, makasih banyak ya" ucap Lea
"Iya, masama"
Mereka pun bergegas pulang ke rumah. Nathan mengantar Lea pulang dulu lalu, ia pulang ke rumahnya
Beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di rumah Lea
"Bye, Neith" pamit Lea
"Bye juga, Lea. Jangan lupa titip salamku buat mama sama papa kamu, ya" kata Nathan
"Siap bro"
Lea pun meninggalkan Nathan dan masuk ke rumahnya. Nathan juga bergegas pulang ke rumahnya
"Assalamualaikum" salam Lea sambil mengetuk pintu rumahnya
"Waalaikummussalam" ucap pak Rawl Lea sambil membukakan pintu untuk anaknya
"Ehh, udah pulang. Bawa apaan tuh? Dari Nathan lagi, ya?" tanya pak Rawl
"Iya, pah dia ngasih aku snack lagi" jawab Lea
"Baik banget dia. Udah dua kali loh dia ngasih kamu snack segini banyaknya" ujar pak Rawl
"Ohh ya, pa. Nathan titip salam buat papa sama mama" kata Lea
"Wahh, kalo ketemu dia titip salam papa ya, nak" ucap pak Rawl
"Siap, pah"
Lea masuk ke kamarnya dan memainkan handphone-nya. Ia melihat pesan dari Gleice dan Aylen di grup
( Chat Aylen, Lea dan Gleice )
Lea : Maaf ya Gleice, Aylen. Gue barusan pulang
Lea : Parah banget mereka ajg, munafik semua
Lea : Ohh ya, menurut gue lo kirim aja rekaman suara itu ke Alice
Lea : Daripada si Alice gak tau, kan
Gleice : Iya, sih. Gue kirim aja, deh
Aylen : Sip
Dengan penuh keraguan, Gleice tetap mengirim rekaman suara itu kepada Alice
( Chat Alice dan Gleice )
Gleice : Alice
Gleice : Lo harus denger rekaman suara ini
Alice : Rekaman suara? Rekaman suara apa
Gleice : /mengirim rekaman suara tersebut
Gleice : Jangan kaget, ya tapi ini suaranya Velly, Niluh, Evelyn dan Vanessa
Alice : Hah? Velly ama Niluh?
Gleice : Iya, gue gak bohong
Alice : Ternyata mereka munafik banget. Gue pikir cuma Arsilla dan Naila yang bicarain gue ternyata Velly ama Niluh juga
Alice : Keliatannya mereka baik banget tapi aslinya gak seindah itu
Gleice : Gue juga kaget. Mereka bicarain lo, gue, Aylen, Lily, Lea dan Facy juga
Alice : Facy yang sekelas ama Evelyn dan Vanessa aja tetep digosipin, gimana kita yang beda kelas?
Gleice : Dahlah, gue gak paham lagi
Gleice : Masih amab kalo mereka cuma bicarain doang. Jangan sampe mereka buat masalah
Lanjut eps 48 yaaaaaaaaa