
SKIP PORSENI DAN LIBUR \=
Setelah melewati masa-masa porseni dan libur, waktunya bersekolah seperti biasanya.
Semenjak libur, Gleice bangun siang mulu tapo sekarang dia harus bangun pagi. Baru aja hari pertama dia dah merasa terlambat, tapi belum terlambat sih
Baru juga datang, Gleice dah disuguhi ama kata-kata yang luar biasa bikin sakit hati
"Halooo semuanya!" seru Gleice
"Ihh, Gleice. Makin tinggi aja" gurau Derls
"Maksud lo apa b*ngs*t, gue baru datang lohh ini" jawab Gleice
"Maksudnya Derls tuh, lo naik 0, 00000000000000001 cm" lanjut Lea
"Lo juga! mentang-mentang pada tinggi" ucap Gleice
"Makanya jangan pendek" gurau Lily
"B*ngs*t lo Lily"
"Makanya minum susu" lanjut Lily
"Ihh, gak ah. Gak mau" tolak Gleice
"Kok"
Beberapa menit kemudian, Aylen datang. Pasti disambut juga nihh
"Ihh, Aylen makin tinggi aja" ucap Derls sambil tertawa
"Fak lo Derls" seru Aylen
Di sisi lain :
"Kalian tau gak sih, aku mimpiin kalian terus tauuu" ucap Gleice
"Jadi, maksudnya kamu mimpiin kita 1 minggu lebih gitu??" tanya Lea
"Ya, gitulah pokoknya" jawab Gleice
"Kira-kira aku ngapain ya di minpi kamu?" tanya Lea penasaran
"Kamu berduaan ama Nathan, ciuman!" seru Gleice
"HEH! Parah banget"
"Gapapa sumpah, itu tandanya Gleice tuhh support system yang luar biasa sangat berjasa. Ampe kebawa mimpi lohh" jawab Lily
"Pasti kamu juga mau, kan?" tanya Gleice kepada Lea
"Ya, mau sih. Hehehe" jawab Lea
"Nahh, tuh kan" balas Gleice
"Sumpah aku keinget mimpi yang aku ceritain ke kalian" lanjutnya
"Yang mana coba? Yang kamu ceritain aja dah banyak banget" ujar Lily
"Yang itu lohh, yang aku mimpiin Iqra" balas Gleice
"Ohhhh, yang itu!!"
"Bisa-bisanya kamu mimpi kamu dengan Iqra pelukan di kelas?? Mana sambil baring lagi" seru Lea dan Lily
"Ya, mana aku tau. Perasaan aku mikirin orang lain tapi kok yang di mimpi aku dia sih??" gumam Gleice
"Hmmm, mikirin siapa tuhh?? Pasti mikirin Key!!" seru Lily dan Lea
"E-ehh. Bukan kok b-bukan" jawab Gleice. Hmm, tampak mencurigakan yahh
"Halahhh, gak usah sok-sokan lo! Pasti dia! Ya, kan?!" lanjut Lily
"I-iya, iya. Aku mikirin dia di malam itu" jawab Gleice, terpaksa jujur kepada Lily dan Lea
"Nahh, kan. Dah gue duga, dasar" ujar Lea
...****************...
Setelah itu, Aylen datang menghampiri Lea, Gleice dan Lily
"WOIIII!! Ngebahas apaan nih kalian?? Gak ngajak-ngajak lagi" seru Aylen
"Astaghfirullah" kompak Gleice, Lea dan Lily
"Ngagetin aja lo, fak lo Aylen" seru Gleice
"Diam lo" jawab Aylen
"Bahas apa sihh?? Gue kepo" lanjutnya
"Bahas itu lohh, mimpinya Gleice yang dia pelukan ama Iqra" balas Lea
"Ohh, itu tohh"
"Sumpah aku kaget banget pas kamu ceritain itu. Bisa-bisanya coba! Mana si Iqra pake baju mandi lagi" kata Aylen
"Sumpah, gak usah diingetin b*ngk*" jawab Gleice
"Tapi, dia disitu kek hot banget" lanjutnya
"HEH, ISTIGHFAR GLEICEEEE!!!" seru Aylen, Lily dan Lea
"Gue laporin Key lo!" lanjut Lily
"Ihhh, jangan dongg" jawab Gleice
"Udah, emang paling bener kita laporin Key" lanjut Aylen
"JANGAN PLISSS"
"Gak ada pake jangan-jangan. Nanti kita laporin Key aja" seru Lea
"IHHH"
"Ehh, Lea!! Itu cowok lo datang!!" seru Lily
"NATHAN!!! CEWEK LO NIHH, SAMPERIN KEK!" teriaknya
"Bukan temen gue kok, bukan" ucap Aylen
Setelah mendengar suara Lily yang besarnya minta ampun, Nathan melihat ke arah Lea
"Hai Lea!!!" sapa Nathan
"H-hai, N-Nathan" jawab Lea
7A : CIEEEE CIEEEEEEEE, KAPALNYA MAKIN BERLAYAR AJA NIHH
Nathan menghampiri, mendekati Lea dan membisikkan sesuatu ke Lea
"Nanti pas istirahat kita ketemuan ya, depan musholla sekolah" bisiknya
"Tapi, jangan kasih tau yang lain ya" lanjut Nathan
Lea menganggukkan kepalanya
7A : ADUHHH, MAIN BISIK-BISIK. NGOBROLIN APA SIHH
Nathan pergi masuk ke kelasnya. Lea membalikkan tubuhnya
"Nathan bisikin apaan??" tanya Gleice
"Ehmm, gak kok. Gak penting" jawab Lea
"Dahlah, daripada gue disini jadi nyamuk mulu mending masuk ke kelas" ucap Derls sambil membuka kunci pintu kelas mereka
"Akhirnya kebuka juga setelah sekian lama" ucap Lily
7A, masuk ke kelas mereka dan meletakkan tas mereka di bangku masing-masing
Gak dikelas, gak diluar, gak dirumah, gak di Kutub Utara mereka tetap ngobrol bareng
"Bosan begete gue" ucap Gleice
"Ehh, Lea ambil tempat pensil ajaibmu! Kita mainin itu aja" ajak Lily
"Ehh, iya ya. Main itu yok" jawab Aylen
"Bentar yah" jawab Lea
Lea mengambil tempat pensil ajaibnya yang biasanya digunakan mereka untuk bermain bersama.
Lea mencoba memainkannya sendiri dulu
"Gleice tempat pensilmu keluarin dong" ucap Lea
"Nihh" jawab Gleice sambil memberikan tempat pensilnya
Lea mengambil tempat pensil Gleice dan memasukkannya ke dalam tempat pensil miliknya.
Saat Lea memainkannya lagi, ternyata tempat pensilnya masih saja jatuh-jatuh. Akhirnya ia memutuskan untuk mengambil beberapa alat tulis milik Gleice dan memasukkan alat-alat tulis itu ke dalam tempat pensilnya
"Ok, gue cantik atau gak" tanya Lea
Tempat pensil : /jatuh
"Cantik banget!!" seru Lily
Tempat pensil : /jatuh
"Netral" ucap Aylen
Tempat pensil : /jatuh
Tempat pensilnya jatuh mulu
"Jelek banget" ucap Gleice
Tempat pensil : /berdiri
"Kurang ajar nihh tempat pensil, giliran kek gitu baru berdiri. Fak lo, ajg, k*nt*l, ng*nt**, b*ngs*t!!"
"Astaghfirullah, itu tempat pensil kamu lohh" ucap Aylen
"Tetap, sama aja. Fak lo tempat pensil b*ad*p!!"
"Udahlah daripada main kek gitu mending kita main tentang rencana pernikahan aja" ajak Gleice
"Nahh, boleh juga tuh"
"Acara pernikahannya Aylen ama Alex. Gue yang mainin tempat pensilnya, ya" ucap Lily
"HEH, kok jadi gue!" seru Aylen
"Kakak harus mengalah ama adek" kata Lily
"Iya, tapi kalo adeknya modelan kek lo gue juga gak mau ngalah" balas Aylen
"Ok, mulai dari dayang-dayangnya yah" ucap Lily
"Dayang-dayangnya, Ways!" serunya
Tempat pensil : /berdiri
"Nahh, kan. dayang-dayang cewek, Lea!" lanjutnya
"Heh, gue gak mau ya pasangan ama tuh anak" ucap Lea
Tempat pensil : /jatuh
"Hufthhh, baguslah. Hampir gue berpasangan ama si raja pomet itu" lanjut Lea
"Ok, sama Hafidzah!"
Tempat pensil : /berdiri
"Wahh, jodoh emang gak kemana" ucap Gleice
"Ok, sekarang desygnernya" ucap Lily
"Gleice??"
Tempat pensil : /jatuh
"aku?"
Tempat pensil : /jatuh
"Lea?"
"Ini kalo tempat pensilnya berdiri behh, gue bikinin baju compang camping juga lo" ucap Lea
Tempat pensil : /jatuh
"Yeyyyy, gak jadi pake baju compang camping" seru Aylen
"Hmmm, siapa lagi yah" gumam Lily
"Ohh iya, Alice!"
Tempat pensil : /berdiri
"Baguslah, untung bukan Lea atau Gleice" kata Aylen
"Fotografernya nihh" lanjut Lily
"Aku dong, aku!!" seru Lea
"Bentar yahh" ucap Lily
"Hmmm, Zefa??"
Tempat pensil : /jatuh
"Aqillah?"
Tempat pensil : /jatuh
"Lea?"
Tempat pensil : /jatuh
"Nathan?"
Tempat pensil : /jatuh
"LUCKY!!"
Tempat pensil : /berdiri
"HAHAHAHA, mampus lo Aylen!" seru Lily dan Gleice
"Nanti foto lo diedit ama Lucky. Idung lo jadi idung babi" ucap Lea sambil tertawa
"Fak kalian semua, gak mau gue" ucap Aylen
Aylen menjatuhkan tempat pensil itu karena gak terima
"Ok, souvenir lagi nihh ya" ucap Lily
"Gea?"
Tempat pensil : /jatuh
"aku?"
Tempat pensil : /jatuh
"Gleice?"
Tempat pensil : /jatuh
"Felzya?"
Tempat pensil : /jatuh
"Wahh, parah sih kalo berdiri. Pasti lo dikasih souvenir ****** ***** ama bh" ucap Lily
"Rill" jawab Lea, Aylen, dan Gleice
"Hmm, Zefa?"
Tempat pensil : /berdiri
"Wahhh, gila gila gila. Pasti souvenirnya kek mahal + mewah gitu" ucap Gleice
"Yang siapin hotel"
"Felzya?"
Tempat pensil : /berdiri
"Nahh, kan dah gue duga" ucap Gleice
SKIP
Kringgggggg
Bel istirahat berbunyi walaupun gak ada jam pelajaran sama sekali di minggu ini
Lea teringat bahwa Nathan memintanya untuk bertemu di depan mushollah. Dia keluar dari kelas dan melihat dari koridor lantai atas. Ternyata, disana udah ada Nathan
Lea langsung turun ke lantai bawah untuk bertemu dengan Nathan. Tatap-tatapan aja nihh anak dua
"Hai Nathan, kamu kenapa ajak aku kesini?" tanya Lea
"Ehmm, ini Lea aku mau kasih ini" ucap Nathan sambil memberikan coklat untuk Lea
"H-hah? Untuk aku?" Lea bingung
"I-iya, untuk kamu" ucap Nathan sambil tersenyuk dengan tulus
"A-aa, m-makasih ya Nath"
"Iya, sama-sama. Ini juga yah" ucap Nathan sembari memberikan uang berjumlah 50k untuk Lea
"E-ehh, ini gak usah. Aku gak perlu. Coklat aja udah cukup banget" tolak Lea, dia merasa tidak enak kepada Nathan
"Udahh, ambil aja yahh" ucap Nathan
"Makasih banyak Nath, makasih banget lahh pokoknya"
"Iya, bye Lea. Nanti hari minggu kita jogging bareng, mau gak??" ajak Nathan
"O-ohh, nanti aku tanya orang tua aku dulu ya" jawab Lea
"Ok dehh, byee" balas Nathan dengan senyuman lucunya
"Byee" kata Lea sambil melambaikan tangannya
Lea langsung meletakkan coklat dan uang yang diberikan oleh Nathan di kantongnya dan naik menuju kelasnya
7A : CIEEEEEEEE, CIEEEEEEEE DIKASIH APAAN TUHH???
Lanjut eps 33 yaaaaaaaaaaaaaa