
Rabu terakhir
Di hari itu, adalah hari rabu terakhir siswa² kelas 6. Pada hari itulah mereka mengadakan acara perpisahan.
Awalnya guru² telah memberi tahu ke siswa² kelas 6 untuk berkumpul di sekolah sebelum jam 9 dan menggunakan baju bebas.
Sampai di sekolah, Gleice berbincang² bersama teman²nya. "Eh puter musik dong" ucap Sella. "Puter musik apa nih??" Tanya Gleice. "Feel my rhytm" balas Sella.
Setelah mendengarkan musik, mereka semua dipanggil oleh wali kelas baru mereka untuk diabsen. Setelah diabsen mereka duduk di tempat tiang bendera.
Sudah hampir 1 jam di sekolah, namun bus yang akan digunakan mereka untuk pergi ke lokasi perpisahan belum datang.
Berapa menit kemudian mereka disuruh berbaris sesuai kelas. Disitu mereka berpikir bahwa bus nya sudah datang. Tapi anehnya mereka masih menunggu sekitar 2 jam / 1 jam lebih disekolah.
Tepat pukul 10:30, mereka baru saja bersiap² untuk berangkat. Semua siswa berdesak desakan saat masuk di bus. Tak terkecuali kelas 6a.
Gleice duduk di depan bersama Gea. Di perjalanan, kelas 6a sangat rusuh namun, yang duduk di kursi belakang sudah tertidur lelap seolah² tak ada yang mengganggu.
Akhirnya, mereka sampai di lokasi perpisahan ( Zalza Beach ). Disana ternyata banyak wali² murid yang sudah datang.
Gleice duduk di tempat duduk yang ada disana dan ia sedikit terkejut melihat anak dari guru lamanya saat dia duduk di kelas 6 ( Pak Hasbullah ). Tiba² Sella berkata "Eh Gleice ini ada Azka ( anaknya Pak Hasbullah ). "Iya, tadi aku juga bingung kok Azka ada disini" jawab Gleice. "Kalau Azka datang, pak Hasbullah juga datang dong" seru Sella.
"Azka, papamu datang juga kesini?" Tanya Gleice dan Sella dengan kompak. "Iya" balas Azka. "Papamu dimana?" kata Sella. "Oh, ada diatas" jawab Azka.
Gleice dan Sella pun langsung keatas. Gleice langsung senang sambil tertawa karena sudah lama tak melihat guru lamanya tersebut. Gleice dan Sella pun langsung salim ke Pak Hasbullah.
Gleice turun dari lantai atas itu, dan langsung memberi tau kepada teman²nya tentang hal tersebut. Tentu, semuanya langsung senang mendengar kabar itu.
"Jadi, bagaimana diajar guru baru?" tanya pak Hasbullah ke murid² lamanya. "Gaenak Pak!" seru Gleice dan teman²nya. "Kenapa??" tanya pak Hasbullah sambil tertawa kecil. "Kita disuruh² terus Pak"
Pak Hasbullah hanya bisa tertawa melihat tingkah laku murid²nya.
Setelah ngobrol bersama guru, mereka semua ngemil di gazebo² yang tersedia disana. Mereka saling berbagi cemilan.
Berapa menit kemudian, semua siswa disuruh berkumpul di depan gazebo² tersebut oleh guru². Kalian taulah apa yang akan terjadi. Guru² memberi nasehat dan membuat kita teringat akan masa lalu yang telah dilewati bersama.
Ada satu murid yang ditunjuk untuk berpidato tentang perpisahan itu.
Setelah semuanya sudah dilakukan, waktunya untuk mengambil kertas kelulusan. Namun kertas kelulusan itu diacak, jadi semua siswa² akan mendapatkan kertas kelulusan temannya dan memberikan kertas itu kepada temannya tersebut.
"Alhamdulillah lulus" syukur Gleice. Disitu Gleice melihat Facy yang menangis. "Lea, Facy kenapa nangis?" tanya Gleice. "Dia gak lulus Gleica" balas Lea.
Rendy kebingungan mencari Aylen, Gleice yang melihat itu pun membantunya. Aylen terkejut saat melihat kertas kelulusannya yang bertuliskan "Maaf ya, kamu belum lulus" Aylen pun langsung mengatakan "Hah, masa saya belum lulus" serunya.
Aylen langsung menghampiri ibunya dan memeluknya sambil menangis. Gleice terkejut, karena hal itu.
Tak lama kemudian Pak Sandi dan Pak Hasbullah membuka brosur yang bertuliskan "SEMUA MURID MURID SDN BANGSA 100% LULUS".
Gak ada yang gak lulus. Aylen dan Facy kesal karena sudah di prank. Bukan hanya Aylen dan Facy, banyak juga kok yang kena prank.
"Dendam pribadi gue sama pak Aandi" geram Aylen.
"Sabar Aylen santai" ucap Gleice. "Betul tuh Aylen jangan marah² dong" balas Lea.
"Gimana gak coba, aku dah nangis kejer loh tadi" keluh Aylen. Lea dan Gleice menggeleng²kan kepala melihat kelakuan Aylen.
Semua siswa lanjut ngemil dan memakan makanan berat di gazebo. Mereka lanjut berbagi makanan satu sama lain.
Sesudah makan, ada pengumuman kejuaraan dari juara 1, juara 2, juara 3 perkelas dan juara umum. Kelas 6a sudah tau yang masuk peringkat 3 besar di kelas mereka karena sudah diberitau oleh wali kelas mereka.
Di pengumuman saat acara perpisahan, yang menempati juara 1 adalah Zefa, juara 2 yaitu Gabriel dan juara 3 yakni Qianu ( di kelas 6a )
Tapi, yang diberitau oleh wali kelas 6a, yang menempati juara 1 adalah Zefa, juara 2 yaitu Kayna dan juara 3 ialah Gabriel.
Kayna kecewa dengan pengumuman itu. Setelah mengambil bingkisan / hadiah, Zefa menghampiri Kayna di dekat gazebo lalu memeluk Kayna sambil menangis.
"Harusnya kau..." kata Zefa dengan nada suara rendah ke Kayna sambil menangis. Kayna mendengar perkataan Zefa sambil menangis. Gleice tak kuasa menahan air mata melihat mereka berdua.
"Udah, gak usah nangis mungkin tingkat kejuaraan / ranking ada sedikit perubahan" ucap Gea menenangkan.
"Kalo ada perubahan kek gitu, aku rank berapa coba" tanya Gleice ke Gea. "Tenang aja paling rank nya keturun sendiri" balas Gea.
Setelah adegan yang dramatis itu, akhirnya Zefa dan Kayna berhenti menangis.
Tak lama kemudian, kelas 6a diajak fotbar ama Pak Hasbullah. Aylen dan Gleice diperintahkan oleh pak guru untuk duduk. "Udah pendek, difotoin pas lagi duduk lagi"
keluh Gleice. "Gapapa kok Gleice, aku juga gitu" jawab Aylen. Mereka berdua merenungi nasib. Pak Hasbullah meminta tolong ke anak kelas lain, untuk memotretkan mereka.
Hari itu adalah hari yang sangat indah. Hari yang dimana kenangannya tak bisa terulang. Hari yang merangkum semua cerita dari awal sampai akhir. Hari yang menjadi akhir kebahagiaan dari cerita penuh suka dan duka. Hari itu adalah hari Rabu paling bermakna.
Lanjut eps 6 yaaaaaaaaaaaaa