Special

Special
10. Kira-Kira?



Di hari Selasa, semuanya berkumpul dan bertemu lagi di sekolah. Di kelas, Lea masih memikirkan Nathan. Tiba tiba.... "Woy bengong aja! Di rasukin setan nanti mampus!"  ucap Aylen sambil memukul meja Lea.


"Kamu kenapa sih Lea? aneh banget"  tanya Gleice.


"Hmmmm... Yah kalian tau kan dia?"  jawab Lea.


"Ohh, Nathan. Kenapa dia?"  kata Gleice dan Aylen sambil bertanya. "Aku gatau kenapa aku makin kepikiran dia"  balas Lea. "Aku pengen ajak dia ngobrol entah dari WA atau langsung. Tapi aku malu"  lanjutnya.


"Hadehhh Lea, daripada kamu makin kepikiran dia mending kamu nanti ajak dia ngobrol aja. Terserah lewat WA atau ngomong bareng dia"  kata Gleice.


"Nahhh bener tuh katanya Gleice. Kalau kamu malu sampai kapan kamu bakal nahan buat gak ngobrol ama dia? Kamu harus berani Lea"  lanjut Aylen.


Lea pun mengatakan "Kira² dia tau gak kalo aku suka sama dia?".  "Mungkin dia belum tau"  jawab Gleice.


"Jujur, aku takut kalo misalnya dia tau"  ucap Lea. "Aku yakin dia gatau kok"  kata Aylen.


Tak lama kemudian, bel masuk berbunyi. Jam pertama yaitu mata pelajaran PKN mapel kesukaan Lea. Beberapa menit kemudian, akhirnya guru mereka masuk.


Pembelajaran didahulukan dengan mengucapkan salam dan absen. "Lea Chaf Neyr" ucap bu guru mengabsen nama Lea. "Hadir bu"  jawab Lea. Ibu guru pun mengatakan "Lea di kelas B denger² ada yang suka kamu lohh" goda bu guru. Disitu Lea kebingungan sekaligus penasaran apakah yang dikatakan oleh guru mereka benar atau tidak.


Yahhh, di hari itu mereka belajar tentang sidang BPUPKI. masih di materi itu. Bu guru meminta mereka di minggu depan untuk berakting seolah² mereka sedang melakukan sidang BPUPKI. Mereka dibagi kelompok untuk tugas itu.


Syukurlah, Gleice dam Aylen sekelompok dan teman² kelompok mereka emang pada rajin². Tapi kelompok Lea..... dahlah tau kan apa yang dimaksud.


SKIP


KRINGGGGGGGG! bel masuk berbunyi. Semua siswa siswi masuk ke dalam kelasnya masing² kecuali anak kelas 7A. Yang beragama muslim, bergegas ke mushollah karena mereka akan belajar agama disana sekaligus beribadah. Sedangkan yang nonis, biasanya mereka jamkos sehingga mereka akan menunggu bel pulang berbunyi.


Seperti biasanya, mereka akan mengambil air wudhu di belakang mushollah. Yahh walaupun pasti ada perdebatan siapa duluan yang berwudhu. Setelah semuanya berwudhu, mereka mulai belajar.


Lucky selalu mengejek Gleice dimanapun dan kapanpun. Gleice mencoba sabar dengan hal itu. Walaupun di depan guru, Lucky selalu mengejek seseorang bagaimanapun caranya.


Sesudah belajar, guru menyuruh mereka untuk merapikan alat² belajar mereka dan bersiap² untuk Shalat dzuhur.


Akhirnya selesai juga. Sayangnya saat mereka pulang langit sangat gelap. Tampaknya akan hujan deras. Dan ya benar saja. Untungnya Gleice dan Lea bisa sampai di halaman luar sekolah ( bagian luar sekolah tapi bukan di di luar gerbang ).  "Tega banget Aylen ninggalin kita"  ucap Gleice. "Iya tuhh, enak banget dia dah di jemput lah kita masih nunggu di sekolah mana hujan lagi"  jawab Lea.


Beberapa menit kemudian, ibu Gleice datang menjemputnya.  "Bye Lea mama aku dah jemput"  ucapnya. "Bye Gleice"  kata Lea.


Sekolah sudah lumayan sepi, namun ortu Lea belum menjemputnya juga. Dia memutuskan untuk duduk dan berteduh walaupun tempat berteduhnya tetap terpancar oleh air ( bukan di dalam sekolah ).


"Eh, Lea masih nunggu jemputan ya?"  tanya seseorang. "Iya"  jawab Lea sambil menundukkan kepalanya ( jadi disini tuh Lea belum liat mukanya orang itu ). "Mau pake payungku gak?"  tawar orang itu. Lea bingung dan penasaram siapa orang itu. Dia pun mencoba melihat orang itu. Dan ya, dia Nathan. "E-eh N-Nathan"  ucapnya dengan gugup. "Gimana nih, mau pinjam payungku gak??"  lanjut Nathan. "E-emangnya gapapa? Nanti kamu kehujanan"  kata Lea. "Halahh, gapapa lahh daripada kamu yang kehujanan"   jawab Nathan.


"Nihh, ambil aja bawa pulang ya payungnya"  lanjut Nathan sambil memberikan payungnya ke Lea . Lea pun mengambil payung dari Nathan. "Makasih ya, Nathan. Makasih banget"  ucap Lea berterima kasih pada Nathan. "Iyaaa, sama²"   jawab Nathan dengan tulus.


Tak lama kemudian, ayah Lea sudah datang untuk menjemputnya. "Eh, itu ayah aku. Aku duluan ya Nathan"  kata Lea. "Iyaa, bye Lea. Hati² di jalan"  ucap Nathan.


Lea berjalan sambil tersenyum mendengar itu. Saat Lea sudah naik motor, dia melihat Nathan. Nathan melambaikan tangannya ke Lea. Lea pun membalasnya.


Lanjut eps 11 yaaaaaaaaaaaaaaaa