Santi Simiskin

Santi Simiskin
bab 8 Santi melarikan diri



mereka pun kembali kerumah bosnya, dengan niatan mau menyampaikan maksudnya untuk mengundurkan diri dari pekerjaan mereka namun sesampai dirumah ternyata bosnya pun tidak ada ternyata bosnya juga kekantor polisi, mau gak mau mereka berdua harus menunggu bosnya pulang.


hari pun sudah mulai malam bosnya belum juga datang, waktu itu jam sudah menunjukan jam sepuluh malam bosnya baru pulang, tak mungkin sudah semalam itu mereka menyampaikan kehendaknya dan bosnya juga baru datang, dan mungkin masih sangat capek. mereka harus menunggu sampai besok.


hari esok pun sudah tiba, tak sabar rasanya sangat i ingin menyampaikan maksudnya, waktu itu Santi dan juga bela bersiap-siap, mereka sudah memasukkan barang-barang mereka kedalam tas, mereka sangat yakin kalau bosnya pasti memberikan izin, mereka pun menunggu bosnya keluar dari kamar gak lama mereka menunggu bosnya pun keluar, lalu mereka menunggu sampai bosnya sudah benar-benar siap.


waktu itu sudah jam sembilan pagi, bosnya pun sudah siap dia sudah santai duduk di depan tv karena kebetulan setelah kejadian hari itu kafe ditutup untuk sementara mungkin sekitar satu minggu. mereka pun duduk mendekati bosnya


"Bu, kami mau menyampaikan sesuatu" kata Santi


"apa itu Santi, ayo ngomonglah" kata bosnya


"Bu kalau dizinkan kami berdua mau mengundurkan diri" kata Santi


"Lo....kenapa?" kata bosnya yg terkejut mendengar pernyataannya mereka berdua


"apa gaji kalian kurang?" kata bos


"gak buk, gaji kami sangat cukup, cuman kami sangat takut kerja disana, termasuk kejadian kemarin" kata Santi


"gak....gak.....kalian gak boleh mengundurkan diri, kalau kalian mengundurkan diri siapa yang ngurus kafe?" kata bos.


setelah mendengar jawaban bosnya itu, lalu mereka pun pamit untuk kembali kekamar, sesampai dikamar Santi dan Bela menyusun rencana. mereka berbaring diatas kasur, mereka menghadap langit-langit kamar memikirkan sesuatu.


"Bela, kita gak mungkin ada disini seterusnya, kita harus cari jalan untuk keluar dari sini," kata Santi


"ya Santi, tapi kita harus apa?, kita udah ngomong baik-baik tapi gak bisa kan?" kata Bela


"kalau cara baik-baik gak bisa, gak ada jalan lain selain pergi diam-diam" kata Santi


"apa pergi diam-diam?" kata Bela dengan sedikit terkejut,


"ya, kita akan pergi diam-diam" kata Santi


"ini gak mungkin Santi?, kita datang baik-baik, pergi juga harus baik-baik" kata Bela


"Bela, simpan prinsip konyolmu itu untuk sekarang, sudahlah untuk kali ini kamu harus dengarkan aku kalau mau selamat" kata Santi,


"kenapa kamu ngomong begitu Santi, ah....baiklah Santi aku akan ikuti kamu" kata Bela


"baiklah kita akan tunggu sampai pagi, pada saat pagi jam kita berangkat kerja, kita akan tetap berangkat seperti biasa tapi kita tidak berangkat ketempat itu, kita akan stasiun kereta, kita akan naik kereta pulang, bagaimana Bela, apakah kamu setuju?" kata santi


"baiklah berarti malam ini kita siapkan semuanya ya?" kata Bela.


keesokan harinya, Santi dan Bela pamit pergi pada bosnya seperti biasanya. merekapun pergi seperti biasa dan tak ada yang berbeda, tak ada yang mencurigakan. pagi ini Santi dan Bela menjalankan rencananya, ya.....Santi dan Bela tidak pergi ke cafe/diskotik itu tapi mereka pergi ke stasiun kereta, mereka menaiki kereta.


pertama kalinya mereka menaiki kereta dan mereka tidak tau jalan karena memang ini pertama kalinya mereka keluar kota, mereka juga gak tau harus turun di stasiun mana, dan kereta pun terus melaju, kereta tersebut sudah berhenti ditiga stasiun tapi mereka berdua belum juga turun, mereka masih bingung dan takut, tapi di stasiun ke empat mereka turun dan sampai di stasiun mereka bertanya kesalah satu orang di stasiun tersebut.


"permisi pak, numpang bertanya pak, tolong tunjukkan jalan dan kami harus naik apa untuk ke alamat ini pak?" kata Santi


"wah nak, kamu sudah terlewat jauh seharusnya kamu turun di stasiun sebelum stasiun ini tadi, kamu harus naik kereta lagi dan turun di stasiun tersebut nak" kata bapak yang ada di stasiun tersebut.


"oh, ya pak, terima kasih banyak ya pak" kata Santi


"jadi, itu artinya kita tersesat Santi?" kata Bela.


"ya" kata Santi.


mereka langsung datang ke petugas stasiun untuk memesan tiket, mereka mendapatkannya, mereka mendapat jam kereta sore, mereka pun duduk diruang tunggu untuk menunggu kereta tersebut. hari menunjukkan jam dua belas siang, mereka sudah merasa lapar, tapi mereka tak ada duit untuk membeli makan karena sebenarnya selama tiga bulan mereka kerja di sana tidak menerima gaji sepeserpun, itu sebabnya juga mereka jadi nekat untuk kabur dari tempat itu, setiap mereka menanyakan gaji bosnya selalu banyak alasan, mereka ada yang untuk kabur ini aja uang yang mereka bawa dari rumah mereka sendiri, uang yang mereka punya saat ini hanya cukup untuk naik kereta balik kalau mereka tidak tersesat mungkin mereka masih ada uang untuk makan.


"Bela, apa kamu lapar" kata Santi


"ya, aku sangat lapar" kata Bela


"kita beli roti dan air meineral saja ya, jadi lah untuk ganjal perut" Kat Santi


"ya, Santi, aku duit dikit kayaknya cukup" kata Bela


kemudian mereka pun pergi kesalah satu kantin, untuk membeli dua roti dan dua gelas air mineral.


setelah beberapa jam menunggu akhirnya kereta itu datang dan mereka pun menaikinya, gak sampai dua jam mereka sampai stasiun tujuan. untuk sampai dirumah mereka pun jalan kaki karena mereka gak ada duit untuk naik ojek, mereka pun gak ada ponsel untuk menelpon orang rumah karena waktu itu ponsel sangat langka hanya oran-orang tertentu saja yang ada ponsel, setelah satu jam setengah mereka sampai rumah, kira-kira waktu itu sekitar jam sembilan malam.


"assalamualaikum buk" kata Santi


"wa'alaikum salam, siapa pak malam-malam gini kok bertamu ya pak?" kata ibu Santi


"gak tau buk, coba ibu bukakan pintu" kata bapak. kemudian ibu pun berjalan menuju pintu untuk membuka pintu tersebut. ibu sangat terkejut ternyata itu Santi.


"Lo nak, kenapa kamu kok pulang malam-malam gini?" kata ibu dengan sangat terkejut


" tar aja Bu aku ceritain, aku mau mandi dulu ya Bu, aku capek banget" kata Santi sambil berjalan menuju kamarnya. setelah mandi Santi merasa sangat lapar karena dari siang dia gak makan


"Bu, ada makanan gak Bu, aku lapar kali" kata Santi


"ya nak ada, ini makanlah" kata ibu. setelah makan ibu pun melanjutkan pertanyaannya dengan sangat penasaran, Santi pun menceritakan semuanya dan tak terasa hari pun sudah larut malam, mereka pun istirahat.