Santi Simiskin

Santi Simiskin
bab 13 Santi menemukan sahabat sejati



hari ini hari kedua Santi bersekolah, dan Santi sangat menikmati kegiatan barunya itu, Santi begitu senang dengan sekolahnya apa lagi Santi sudah menemukan sahabat seperti Randi yang begitu baik, ramah, yang Santi sangat suka dari Randi adalah Randi tidak sombong dengan posisinya sebagai artis ternama dan dia tak malu mempunyai teman seperti Santi yang setatusnya hanya sebagai asisten rumah tangga, Randi malah mensuport Santi agar tetap semangat untuk mengejar cita-citanya, ya.......Santi begitu nyaman bila ada didekat Randi.


hari demi hari Santi dan Randi selalu menghabiskan waktu bersama, setiap hari Randi selalu menjemput Santi untuk pergi sekolah bersama, karena Randi sangat paham dengan keadaan Santi waktu itu, dengan Randi menjemput Santi setiap hari mungkin bisa sedikit membantu keuangan Santi waktu ini.


pulang dari sekolah pun mereka selalu bersama karena Randi pun juga mengantarkan Santi kerumah, dan Randi tidak langsung mengantarkan Santi kerumah, Randi setiap hari pasti mengajak Santi berjalan terlebih dahulu, saperti berjalan ke moll untuk belanja-belanja itu sering Randi lakukan, makan bakso di tepi jalan itu pun sering Randi lakukan bersama Santi dan bahkan sekedar main-main di temezone itu pun sering mereka lakukan sepulang dari sekolah. ya....Randi akan lakukan beribu macam alasan untuk selalu bersama Santi, entah kenapa seperti itu tak pernah jelas karena Randi pun tak pernah utarakan maksud dia lakukan semua itu kepada Santi, entah itu perasaan cinta ataupun iba atau memang ini tukas sebagai persahabatan saja? gak tahu........


tapi yang jelas mereka sangat menikmati hubungan ini, meraka saling support, saling curhat masalah mereka masing-masing,badan Santi menganggap Randi adalah sahabat sejatinya begitu juga sebaliknya karena mereka selalu ada disaat salah satu dari meraka membutuhkan, susah senang mereka selalu bersama, mungkin seperti itu gambaran mereka berdua.


pernah suatu hari Randi menerima job suting di sebuah stasiun tv untuk suting acara kaget dan Randi pun mempunyai inisiatif untuk mengajak Santi untuk memerankan salah satu peran di suting tersebut, waktu itu Santi menjadi orang yang dikagetin dan ternyata Santi sukses memerankannya dan Santi pun mendapat bayaran dari produser sebesar lima ratus ribu, di waktu uang segitu itu amat besar menurut Santi untuk peran yang cuma satu jam dan bila dibandingkan dengan gaji Santi menjadi asisten rumah tangga yang satu bulannya Santi hanya menerima gaji sebesar tiga ratus ribu, dari situlah Santi mulai tertarik untuk menjadi artis seperti Randi, Santi mulai berfikir begitu sangat wajar kalau artis-artis itu selau kaya, pikir saja suting satu jam saja bayarannya lima ratus ribu itu sangat mahal bila dibandingkan dengan gaji Santi di masa itu.


Santi pun mulai bertanya-tanya kapada Randi tentang setatus Randi yang sebagai artis tersebut.


"Randi, boleh aku bertanya tentang menjadi artis, enak gak sih jadi artis itu, apakah kamu sangat nyaman dengan setatusmu itu?" tanya Santi dengan semangat


"aku sangat senang, aku sangat menikmati karena dengan menjadi artis aku dikenal banyak orang dan yang paling penting aku mendapatkan bayaran yang besar, dengan uang yang aku dapat aku bisa beli ini itu tanpa memikirkan gak punya duit" jawab Randi


"untuk menjadi artis gimana caranya apa aku harus melamar seperti kerja kantoran dan apa saratnya?" tanya Santi dengan semangatnya.


"untuk jadi artis gak perlu ada syarat khusus sih, asalkan kamu mau, dan yang paling penting kamu mampu memerankan peran yang diberikan produser ke kamu", jawab Randi


"apa kah kamu mau, bila kamu mau bisa kok aku urusnya?" tanya Randi


"ah.....nggak.......kamu ngacau, mana ada stasiun tv yang mau terima saya jadi salah satu artisnya?" jawab Santi


"Lo kenapa emangnya, apa salahnya kalau kita coba?" kata Randi


"gak......gak......gak......itu gak mungkin, udalah ngacau kamu Randi, udalah aku pulang" kata Santi sambil berjalan meninggalkan Randi.


hari demi hari Santi dan Randi semakin dekat, dan tak jarang Randi pun menawar suatu job suting pada Santi dan Santi pun selalu menerimanya dan bahkan pernah Santi menerima job untuk jadi penonton bayaran dan sejauh ini Santi begitu sangat menikmati kegiatan barunya itu secara tak sadar Santi sangat mencintai kegiatan barunya itu, kenapa tidak karena sekali suting saja Santi memperoleh bayaran yang lumayan besar bila dibandingkan gajinya selama satu bulan.


ya......seperti itulah Santi dan Randi yang selalu bersama, tapi ada suatu hari Santi tak bersama Randi, ya.....waktu yang biasanya setiap pulang sekolah Randi selalu mengantar Santi tapi pas dihari itu Randi tak mengantar karena kebetulan Randi ada suting dekat sekolah dan kebetulan sudah sangat terlambat jadi benar-benar tak ada waktu laki untuk mengantar Santi, karena hal itu Santi pun menaiki kendaraan umum yang mengarah kerumah Santi, seperti biasa Santi selalu pulang jam 15.30 dan karena macet Santi terlambat untuk sampai rumah, Santi pulang mengendarai bus kota waktu itu pas jam 18.00 Santi sudah sampai di halte Deket rumah tapi anehnya waktu itu bus yang semestinya menepi dan berhenti di halte tapi waktu itu tidak, ya....waktu itu Santi diturunkan di tengah-tengah jalan raya untuk sampai di halte Santi harus menyebrangi jalan tersebut, waktu itu jalan sangat begitu gelap gak ada satu pun lampu jalan yang menyala ditempat itu, dengan hati yang penuh rasa takut Santi pun mulai menyebrang dan terlihat dari arah kiri cahaya lampu yang sangat terang ternyata cahaya itu adalah cahaya lampu sebuah motor king dan tak lama kemudian "dubrak" suaranya sangat kencang hingga terdengar oleh tukang ojek yang lagi mangkal di halte yang ada di sebrang jalan. tak lama kemudian Santi tersadar sudah di pangkuan seorang bapak-bapak yang sebagai tukang ojek yang lagi mangkal di halte tersebut dan ada satu orang yang berdiri dihadapan Santi menanyakan nama, alamat dan mungkin saudara yang bisa di hubungi untuk menjemput Santi, dan Santi masih terasa bingung ada apa, apa yang terjadi pada dirinya? kemudian setelah beberapa menit Santi merasakan sakit pada badannya dia pun mulai tersadar ternyata suara itu adalah suara Santi tertabrak motor beruntung orang yang menabraknya bertanggung jawab, dia bawa Santi berobat kerumah sakit yang tak jauh dari halte tersebut. setelah sampai dirumah sakit Santi langsung diberikan pengobatan dengan baik, beruntungnya Santi tidak mengalami luka serius dia hanya lecet di kening dan lututnya saja jadi Santi di perbolehkan pulang.


"nak nama kamu siapa, tinggal dimana dan mungkin ada keluarga yang bisa jemput kamu disini?" tanya bapak-bapak besar tinggi dan sedikit brewokan yang ternyata bapak ini yang menabraknya.


"saya......saya.....Santi, saya......tinggal digang belakang" jawab Santi dengan sedikit lemah, lalu Santi memberikan nomer telpon rumah ke bapak itu karena kebetulan waktu itu Santi tak memiliki handphone dan bapak itu langsung menelpon nomer itu.


"hallo buk, apa benar ini rumah Santi?" tanya bapak itu


"ya benar ini siapa ya?" kata bunda menjawab telpon tersebut


"ini Bu saya temukan Santi kecelakaan dan sekarang ada dirumah sakit MD, ibu bisa jemput saudari Santi?" kata bapak tersebut


"O bisa pak" tanpa berpikir panjang bunda pun langsung berangkat menuju rumah sakit tersebut. tak berapa lama bunda pun tiba dirumah sakit.


"Santi......kenapa kok bisa begini sih nak?" kata bunda sambil memeluk Santi


"buk, saya minta maaf saya tak sengaja kerena jalanan begitu gelap jadi tak begitu jelas jika ada orang di depan dan apa lagi disitu bukan tempat untuk menyebrang jadi tak terpikir sedikitpun kalau bakalan terjadi seperti ini, sekali lagi saya minta maaf" kata bapak tersebut dengan menceritan kejadiannya.


"ya pak gak papa, lain kali hati-hati kalau berkendara ya pak, saya juga sangat berterima kasih sama bapak karena bapak sudah bersedia untuk bertanggung jawab" kata bunda


"ya Bu, terima kasih, dan karena ibu sudah ada saya pamit ya Bu, permisi" kata bapak itu pamit pulang


"ya pak mari-mari, silahkan pak" kata bunda persilahkan.


dan bunda pun mengajak pulang Santi yang dimani ayah, Santi pun mulai baun dari ranjang rumah sakit, bunda berpamitan dengan salah satu dokter yang menangani Santi, belum selesai bunda berpamitan, terdengar suara dubrek dari belakang bunda yang ternya Santi pingsan karena benturan dikepalanya sehingga Santi merasa pusing dan akhirnya pingasan, dokter juga bunda mengangkat Santi kembali menidurkan keranjang, dokter pun mulai berusaha untuk menyadarkan Santi, setelah beberapa menit Senti pun tersadar.


"Santi......Santi......kamu kenapa nak, apa pusing?" kata bunda


Santi hanya bisa terdiam kalau belum mampu memberikan jawaban pada bunda karena masih terlalu lemah. melihat keadaan Santi dokter menyarankan pulang setela Santi benar-benar sudah merasa enakan


setelah sekitar lima belas menit Santi berbaring, Santi mulai pelan-pelan bangun dan memanggil bunda


"bunda......bunda......ayo pulang, Santi sudah enakan" kata Santi mengajak pulang


"ya nak, ya kita pulang" kata bunda sambil membantu Santi bangun, dengan badan yang lemah Santi pun mulai bangun pelan-pelan,


mereka pun berjalan menuju ruang parkir dan mereka pulang dengan mengendarai motor ditengah perjalanan Santi merasa sangat pusing dan tak bisa menahannya lagi Santi pun kembali tak sadarkan diri hingga sampai rumah.


"om.....om......om.....tolong......om....." teriak bunda dari luar rumah memanggil adiknya


"ya mbak" jawab om tersebut sambil menuju luar rumah,


melihat keadaan Santi om pun langsung bergegas menolong bunda, mereka pun mengangkat Santi menuju dan menidurkan di sofa ruang tamu, bunda mulai mencoba menyadarkan santi, kali ini Santi tak sadar-sadar hingga akhirnya bunda memanggil salah satu temannya yang kebetulan perawat.


gak selang beberapa menit temen bunda itu datang dan mulai merawat Santi, dan beliau menyarankan agar Santi di berikan infus dan oksigen kerena sudah sekitar satu jam Santi tak sadar juga, takut terjadi apa-apa pada Santi.


melihat keadaan Santi temen bunda itu menginap ditempat bunda. waktu itu pas di tengah malam Santi pun tersadar dari pingsannya selama tiga jam.


"khuk.....khuk.....khuk....." terdengar suara Santi terbatuk-batuk bunda langsung terbangun dari tidurnya


"Santi......kamu sudah sadar? Santi mau minum" kata bunda yang bergegas mengambil minum dan lalu memberikan kesanti.


teman bunda pun terbangun dan langsung memeriksa Santi


"syukur bunda dia baik-baik saja semuanya normal, mungkin dia merasa pusing saja karena benturan keras dan mungkin dia merasa kaget atau bisa di bilang sok juga, jadi bunda tenang saja dia gak papa, cuman kalau dia nanti merasa pusing lagi panggil aja aku," kata Tante tersebut


"ya baiklah, terima kasih banyak ya" jawab bunda dan mereka kembali tidur,


tak lama kemudian terdengar suara azan subuh, ya.....sudah subuh, mereka pun terbangun begitu juga Santi


"hai pagi Santi, gimana keadaanmu apa masih pusing?" kata Tante tersebut sambil melepas oksigen yang terpasang Santi


"udah....eeenaakan tannnte" kata Santi dengan suara yang berat karena badannya masih terlalu lemah


"Santi mau ke kemar mandi, sini bunda bantu?" tanya bunda


"iiiiyaaaa Bu..bun" jawab Santi,


bunda mulai mengangkat Santi untuk berjalan ke kamar mandi, Santi berjalan masih sangat begitu lemas.


Santi pun sudah selesai dari kamar mandi dan kembali berbaring dengan di bantu bunda.


pagi itu Santi merasa sangat dingin dan badannya menggigil kedinginan, badannya gemetar sejadi-jadinya.


"seet.....seet.....seet.....emmmm......Bu........Bun....da......." kata Santi memanggil bunda dengan gemetar


"ada apa nak, kok badan mu gemetar seperti ini?" kata bunda sambil memegang kening Santi


"kamu demam nak, panas kamu tinggi sekali, bentar tahan ya, bunda telpon Tante" bunda pun mulai menelpon.


"halo say, kamu lagi sibuk gak kerumah say, lihat Santi badannya menggigil kedinginan, panasnya terlalu tinggi" kata bunda menelpon temannya yang perawat


"ya Bun, aku segera kesitu" jawab perawat itu dari telepon.


tak lama kemudian teman bunda itu datang.


"permisi bunda" kata temannya bunda itu yang biasa mereka panggil Tante


"O ya say masuk......masuk.....tolong lihat keadaan Santi" kata bunda persilahkan Tante tersebut


"ya Bun" kata perawat itu, tak tunggu berapa lama si perawat itu atau Tante itu periksa Santi


"wow!! Santi suhu badannya terlalu tinggi nak, tenang Tante kasih penurun panasnya ya" kata perawat itu,


lalu dia suntikkan antibiotiknya ke infus yang masih terpasang di lengan Santi, tak perlu waktu lama menggigil Santi mulai reda, Santi merasa begitu lemah dan dia kembali beristirahat.


"gimana say keadaan Santi, kenapa dia bisa seperti itu?" tanya bunda dengan sangat khawatir


"tenang Bun ini biasa terjadi pada orang yang mengalami kecelakaan seperti Santi ini, demam yang Santi alami ini terjadi karena efek dari luka tersebut" kata Tante tersebut menjelaskan


"Bun, kaki Santi bengkak Lo ini, nah bisa jadi demamnya Santi dari sini ni" tambah Tante tersebut


"O...ya, gimana kalau diurut apa gak papa?" kata bunda


"gak papa Bun, urut ke ahli urat Bun" jawab Tante


"udah makan belum Santi Bun, kasih dia makan terus kasih ini obatnya?" kata Tante sambil memberikan beberapa obat


"belum, tadi aku mau kasih dia makan, dan melihat dia seperti itu" kata bunda sambil ceritakan apa yang terjadi, kemudian bunda kedapur ambil piring yang berisi nasi yang memang sudah dia siapkan dari tadi, bunda pun mulai membangunkan Santi.


"Santi bangun nak, makan yuk" kata bunda dan Santi pun mulai membuka matanya


" ya......Bun......" jawab Santi sambil buka matanya


"sini nak makan, biar bunda suap, bunda pun mulai menyuapinya baru dua suapan Santi sudah tak mau lagi, ya.....Santi tak ada nafsu makan


"sudah cukup bunda, Santi sudah kenyang" kata Santi


"Santi bunda baru kasih dua suapan Lo masak sudah kenyang, ayo lagi" kata bunda membujuk Santi biar mau makan lagi


"gak Bun, sudah cukup" kata Santi menolak


"ya sudah kalau gitu ini minum obatnya" kata bunda, Santi pun meminum obat yang bunda kasih itu.


"bunda aku pamit ya bun" kata Tante berpamitan


"O....ya say, terima kasih say" kata bunda


dan Santi kembali beristirahat, hari sudah menunjukkan jam 13.00 terdengar dari luar rumah.


"tok....tok....tok..... assalamualaikum Santi" terdengar dari luar rumah


"waalaikumsalam" jawab bunda dari dalam sambil berjalan untuk buka pintu


"O nak Randi ayo masuk" kata bunda


"Santi ada Tante?" kata Randi


"ada nak, ayo masuk" kata bunda


"Santi!!!! kenapa bisa begini?" kata Randi dengan sangat terkejut melihat keadaan Santi yang penuh luka memar.


"Santi mungkin akan ijin untuk beberapa hari ini ya nak" kata bunda


"ya Tante, kalau begitu Randi pamit ya te mau pergi ke sekolah" kata Randi berpamitan


"ya silahkan nak, hati-hati dijalan" kata bunda


"ya Tante, terima kasih" kata Randi.


tak lama kemudian datanglah Tante perawat, dia datang mau memeriksa keadaan Santi.


"permisi bunda" kata sitante dari luar


"gimana kabar mu Santi?" kata tante


"O Tante to?" kata bunda yang keluar dari kamar


"ya Bun, aku mau lihat keadaan santi, dan syukurlah Bun panasnya sudah turun, jadi infusnya bisa aku lepas" kata Tante sambil melepas infus.


"tok.....tok......tok...... assalamualaikum" terdengar dari luar ternyata suara bapak-bapak tukang urut.


"walaikumsalam ya pak silahkan masuk" kata bunda persilahkan masuk


"ya Bu terima kasih, mana Bu yang mau di urut?" kata bapak tukang urut


"ini pak anak saya, dia abis keserempet motor dan kakinya bengkak, tolong urut kakinya pak" kata bunda


"ya Bu, badannya panas gak? kata bapak tukang urut


"tadi pagi panas, tapi Sekang sudah gak lagi" jawab Tante perawat


"O ya gak papa kalau gitu soalnya kalau badannya panas aku gak berani urut Bu terlalu beresiko" kata bapak tukang urut


"bisa langsung aku mulai Bu?" tambah bapak itu


"ya silahkan pak" kata bunda


bapak itu pun memulai mengurut kakinya Santi yang lagi bengkak itu, Santi berusaha menahan sakitnya tapi lama-lama pun tak tertahan pula, Santi berteriak sejadi-jadinya sambil menangi dan sesekali dia tak sadarkan diri sangking sakitnya, melihat keadaan Santi bapak itu tak bisa lanjutkan lagi. katanya dilanjutkan besok saja dan sampai tiga kali urut pasti sembuh dan benar yang bapak itu bilang keesokan harinya dia datang lagi untuk mengurut Santi tapi hari ini Santi tak merasakan sakit seperti hari pertama dan hari ketiga pun Santi tak merasakan sakitnya lagi dan bahkan Santi sudah bisa jalan dan bisa dinyatakan sembuh, dan akhirnya Santi bisa melakukan aktivitas seperti biasa.