Santi Simiskin

Santi Simiskin
bab 3 Santi jadian



sesampai di kelas, teman-teman Santi banyak bertanya


"kenapa kamu hari ini terlambat Santi, gak biasanya kamu seperti ini?", kata salah satu temannya


"ya, semalam aku tidur terlalu larut malam", jawab Santi dengan sangat malu.


kemudian Santi duduk di bangkunya dan tak lama kemudian ada salah satu dari temannya menyampaikan sesuatu tugas yang di berikan gurunya pada jam pertama tadi


"Santi.....Santi pak guru bahasa Indonesia memberi kita tugas kelompok, kamu ikut kelompok aku aja ya" kata temannya,


"O....ya, terus apa tugasnya?" jawab Santi,


"kita akan membuat sebuah Mading" jawab temannya.


mereka lagi asik mengobrol tak terasa waktu istirahat sudah berakhir, lonceng tanda masuk kelas pun sudah di pukul dan akhirnya mereka kembali belajar. tak terasa hari pun sudah siang, lonceng tanda bahwa jam belajar sudah berakhir pun juga sudah di pukul, dan anak-anak pun mulai berlarian keluar kelas untuk pulang.


dan saat Santi berjalan keluar tiba-tiba ada yang memegang tangannya, seketika itu pula Santi terkejut dan bertanya di dalam hati


"tangan siapa ini kok dia pegang tangan ku?" lalu dia memutar balikkan badannya, ternyata tangan tersebut adalah tangan Romi,


"Romi??? ada apa?, kenapa kamu pegang tanganku?" kata santi dengan sangat terkejut dan malu pipi Santi pun memerah.


"gak ada apa-apa, aku cuma mau ngajak balik bareng aja, apakah kamu mau?"kata Romi dengan sedikit gugup


"ayo" jawab Santi dengan menundukkan wajahnya yang memerah malu itu.


mereka berjalan menuju parkiran, mereka menuju sebuah motor metik yang terparkir, motor tersebut milik Romi karena Romi anak orang berduit dia anak dosen disebuah kampus ternama di kota Surabaya. naiklah mereka keatas motor metik tersebut dan Romi mengajak Santi ke suatu tempat,


"Romi kita mau kemana?" kata Santi,


"diam saja nanti kamu juga akan tau" kata Romi, selang beberapa menit motor Romi berhenti di depan sebuah warung bakso di pinggir jalan. "turun Santi kita kita makan bakso dulu ya?" kata Romi,


"tapi Romi aku gak ada duit untuk makan bakso" kata Santi,


"hai Santi yang konyol, tenang saja, aku yang ngajak kamu kesini, jadi aku yang traktir, oke Santi?" kata Romi sambil mengusap kepala Santi.


mereka masuk ke warung tersebut dan Romi pun memesan bakso dua mangkok, lalu mereka pun duduk di satu meja menunggu pesanan baksonya, gak sampai lima menit baksonya pun sudah sampai di meja dan mereka sangat menikmatinya apa lagi Santi karena sebenernya Santi baru pertamanya makan bakso.


"gimana Santi enak?, apakah kamu suka?" kata Romi sambil tersenyum,


"hemmm enak banget Rom, aku sangat suka, terima kasih kamu sudah traktir aku ya?" kata Santi,


"Santi sebenernya aku mau ngomong sesuatu" kata Romi dengan sedikit gugup,


"apa itu?, ngomong aja" kata Santi,


"tapi kamu harus janji dulu ya?" kata Romi, "janji....janji apa?" kata Santi,


" berjanji kalau gak suka jangan marah, janji kita akan tetap teman selamanya" kata Romi,


"iya....iya...... aku janji, tapi apa Rom?" kata Santi yang semakin penasaran,


lalu Romi memegang tangan Santi dengan penuh kemesrahan, Santi pun sangat terkejut melihat tingkah Romi yang tak biasa itu,


"Romi kamu gak papakan, tanganmu terlalu dingin, apa kamu sakit?" kata Santi,


"tidak aku gak papa, aku cuma......aku cuma......" kata Romi dengan sangat gugup,


"ya Romi cuma apa?" kata Santi dengan tidak sabar menunggu apa yang akan diomongkan romi, "Santi aku suka padamu apakah kamu mau jadi pacarku?" kata Romi dengan sangat malu dan gugup, mendengar ini Santi tidak bisa berkata apa-apa lagi,


"Santi kenapa kamu diam, gimana apakah kamu menerima aku?," kata Romi,


"Santi, kamu menganggukkan kepala itu artinya kamu menerimaku, kita pacaran sekarang?" kata Romi dengan sangat senang, Santi cuman bisa menganggukkan kepala saja, dia malu tapi sebenernya dia juga sangat senang sekali karena ternyata cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.


"iya aku mau" kata Santi


"benarkah itu Santi" kata Romi dan Santi mengangguk lagi


"horeeeee.....aku di terima" teriak Romi dengan girangnya.


tak terasa sudah satu jam mereka ada di warung bakso tersebut.


"Santi kita pulang, sudah hampir sore nanti ibumu khawatir" kata Romi, Santi masih terdiam malu dan mengikuti Romi di belakang, mereka menaiki motornya.


dirumah Santi....


didepan rumah ibu Santi mondar-mandir, dan bapak Santi duduk di bangku teras dengan secangkir kopinya.


"kemana ya Santi pakne, kok belum pulang, waktu sudah sore?" kata ibu,


"tenang aja ibu, bentar lagi pasti balik, mungkin masih ada tugas sekolah," kata bapak,


"tapi gak biasanya dia seperti ini pak" kata ibu dengan sangat khawatir.


gak lama kemudian terlihat disebrang jalan terlihat sebuah motor berhenti yang ternyata itu Romi dan Santi, berjalanlah mereka menghampiri bapak dan ibu. Romi pun Salim sama ibu dan bapak Santi


"ibu bapak maaf kami terlambat pulang, kami ada kegiatan sebentar", kata Romi, Romi sedikit berbohong kali ini,


"ya nak gak papa, terima kasih udah kamu antarkan Santi, duduk dulu nak ikut ngopi sama kita" kata ibu,


"gak usah Bu aku langsung pulang saja sudah sore" kata Romi,


"ya nak hati-hati di jalan ya nak" kata ibu,


"ya buk, terima kasih, permisi" kata Romi


Romi pun berjalan menghampiri motornya lalu dia tinggalkan rumah santi. Santi pun pergi ke kamarnya dia sangat senang sekali hari ini dia melempar tasnya keatas kasur dan membanting kan badannya kekasur, merentangkan tangannya, memandangi langit-langit rumah sambil tersenyum sendiri.


"horee......Santi tak jomblo lagi" bisik Santi


tak lama kemudian terdengar suara ibu memanggil yang memecahkan lamunan Santi.


"Santi......Santi.....!!! udah ganti baju belum?, kalau sudah sini keluar, makan dulu!!!" suara ibunya memanggil dari luar kamar,


"ya ibu, bentar lagi Bu" saut Santi dari dalam kamar.


gak lama Santi keluar dari kamar dan menuju dapur yang kecil disana tampak ibu dan bapknya sedang menunggunya,


"ayo sini Santi makan dulu" kata ibu memanggil Santi,


"ya Bu" saut Santi sambil menghampiri ibunya


lalu mereka makan dan sambil ngobrol, bapak Santi menanyakan masalah sekolahnya


"gimana Santi, kamu suka sekolah disitu?" tanya bapak,


"suka banget bapak, Santi punya banyak teman" katanya Santi.


mereka asik mengobrol tak terasa hari pun sudah malam Santi pun mulai membereskan meja makan dan kembali masuk kamar untuk istirahat.