
waktu itu bulan Agustus 2008 ada seseorang pendatang dari sebrang, dia tampan lebih mirip opa-opa Korea gitu, jadi orang-orang disekitar situ memanggilnya dengan julukan Acong, ya....dia jadi terkenal dengan nama itu, Acong ini bekerja di restoran sebelah Santi bekerja, dia sebagai penjual minuman.
dan Santi masih seperti biasa, pagi belanja bersama asistennya sebut saja dia punya julukan si gundul, dan seperti biasa gundul juga antar kewarung begitu juga antar pulang namun suatu hari ada yang berbeda.
waktu itu di pagi hari seperti biasa ada orang memanggil atau jemput untuk belanja tapi kali ini bukan gundul tapi Acong, secara Santi pun bingung.
" Lo Acong kenapa kamu ada disini, ngapain pagi-pagi gini?" kata Santi
"maaf bak aku disuruh gundul untuk jemput mbak Santi" kata Acong
"tapi Acong ini bukan tugas mu ini tugas gundul" kata Santi menjelaskan
"ya mbak aku paham, tapi kata gundul dia lagi sibuk bantu istrinya" kata Acong
"tapi Cong, dia dapat gaji untuk antar jemput aku bukan bantu on istrinya dan kamu, apa kamu bekerja direstoran aku?" kata Santi
"gak, maaf mbak" kata Acong
"oke gak masalah, tapi lain kali jangan mau lagi karena ini bukan tugas mu" kata Santi
"ya mbak, tapi gak papa kok saumpama aku antar jemput mbaknya" kata acong.
mereka ngobrol-ngobrol di sepanjang jalan sambil berbelanja, Acong orangnya enak diajak ngobrol, dia dewasa, dia menghormati wanita, dia berbeda tak seperti laki-laki lain yang Santi kenal selama ini, Santi merasa nyaman ngobrol dengan Acong.
mereka mengobrol terus gak terasa sudah selesai belanja, Acong pun mengantar Santi kerestoran, sesampai direstoran Santi pun memanggil beberapa karyawan untuk membantunya tapi Acong melarangnya.
"biar saya saja mbak" kata Acong
"baik mas, terima kasih" kata santi
Santi menjalankan aktifitas seperti biasa, ngurus restoran, pergi ke kampus dan kembali lagi ngurus restoran sampai nutup jam 23.00 hari ini yang biasanya gundul nganterin pulang tapi hari ini Acong yang nganterin.
"mbak mau pulang" terdengar lirih dari belakang Santi ternyata suara itu suara acong
"ya" jawab Santi dengan sedikit terkejut karena Santi tak menyadari kalau ada Acong di belakangnya
"saya antar ya mbak" kata Acong
"gak usah, kan ada gundul yang ngantar" kata Santi menolak
"tapi aku disuruh gundul, itu pakai motor gundul" jawab Acong
"ya sudah lah gak papa ayo" kata Santi
sesampai rumah Santi bermaksud memberitahukan perihal sigundul dan Acong ini namun bunda sudah tidur jadi Santi mengurungkan niatnya, Santi pikir Santi bisa ngomong besok, Santi pergi untuk membersihkan dirinya dan langsung istirahat, keesokan harinya Santi mau membicarakan masalah itu namun bunda sangat terburu-buru mau pergi kekantor.
"ya Bun" kata Santi dengan sedikit murung
Santi pun pergi kepasar kali ini Acong gak ada jemput kerumah jadi Santi pikir selesai belanja Santi akan cari ojek dipasar saja. Santi pun mulai berbelanja setelah kurang lebih satu jam Santi berbelanja, Santi berniat untuk cari ojek namun setelah keluar dari pasar ada seseorang yang memanggil Santi
"mbak.....mbak.....tunggu" ternyata suara itu suara acong yang memanggil dari sudut luar pasar
"ya ada apa?" kata Santi
"aku disuruh gundul jemput mbaknya" kata Acong
"kenapa kamu mau, apa kamu bekerja untuk dia, atau gak kamu konsi gajinya?" kata Santi sedikit membentak Acong
"gak mbak, cuman aku senang saja kalau durung jemput mbaknya
"hai, boleh aku bilang kamu ini bodoh, kamu yang bekerja orang yang menikmati hasilnya" kata Santi
"gak papa mbak, aku senang kok melakukan tugas ini" kata Acong
"gila kamu, dah......terserah lah kamu mau bilang apa, dah ayo kita berangkat, ini udah siang" kata Santi
"ya mbak, ya.......ya.....kita berangkat" kata Acong
sesampai di restoran, Santi seperti biasa menyerahkan belanjaan kebagian dapur dan mulai mengatur semuanya dan Santi pun tak lupa menyerahkan tanggun jawab restoran ke temannya bunda untuk sementara Santi pergi kekampus.
setelah enam jam Santi pun pulang dari kampus dan mulai mengambil alih tugas Santi yang tadinya di titipin ke Tante atau teman bunda itu, ya.....Santi kembali memimpin restoran tersebut.
setiap hari aktifitas Santi seperti ini lah, Acong semenjak itu terus menjemput dan mengantarkan tapi Santi kelupaan menceritakan ini kebunda jadi Tante yang bercerita ke bunda dan kemudian bunda yang bertanya ke Santi mengenai kebenarannya, kemudian Santi pun mulai bercerita tentang kronologinya dan bunda pun menanyakan ke gundul dengan maksud meminta pertanggung jawaban kerjanya, dari situlah gundul menjadi sinis dengan Santi mungkin karena dia malu apa gimana gak tau lah. karena kejadian ini bunda mencari tukang ojek yang mau antar jemput Santi dan mau untuk di bayar bulanan jadi gundul ditugaskan untuk membantu istrinya di restoran cabang saja.
jadi semenjak itu Santi jadi jarang bertemu dengan Acong karena mereka sama-sama sibuk, namun disaat malam waktunya mau tutup Acong selalu datang menemani Santi untuk tutup restoran dengan maksud Acong mau mengajak balik bareng karena kebetulan ojeknya kalau malam gak bisa jemput jadi Santi pun terima tawaran Acong meskipun cuma jalan kaki, pikir Santi yang penting ada teman pulang saja.
dari sinilah Santi mulai dekat dengan Acong dan tau banyak tentang Acong termasuk nama sebenarnya Acong adalah Jon.
Santi dan jon semakin hari semakin dekat, dan hampir tiap hari Jon perguruan kerestoran Santi dengan berbagai alasan dengan maksud hanya ingin melihat Santi
pada suatu hari ojek bulanan yang bunda bayar untu antar jemput Santi itu tidak datang dikarenakan sakit, jadi Santi menelpon bunda untuk memberitahukan hal ini, jadi Santi pun menelpon sigundul dengan maksud meminta gundul untuk menjemput Santi, tapi yang datang bukan gundul tapi Jon/Acong.
seterusnya Jon/Acong lah yang antar jemput Santi, entah bagaimana urusannya Santi tidak tahu, yang tahu Santi dia ada yang antar jemput waktu belanja untuk restoran.
namun tanpa disadari Santi ternyata ada yang menfiknah tentang kedekatan Santi dan jon/Acong ini, Santi pun bingung dengan apa yang terjadi di waktu itu, Santi pikir Santi tidak melewati batas, Santi cuman pergi belanja sampai pergi kerestoran dan pulang dari restoran diantarkan Jon/Acong dan gak ada yang aneh, karena Jon/Acong sangat menghormati wanita jadi mereka berdua tidak sampai melakukan hal-hal yang di luar batas, tapi keadaan waktu itu sangat membingungkan, Santi tidak tahu fitnah-fitnah itu datang dari mana, Santi sangat bingung dibuatnya, Santi pun terkadang mencoba membicarakan hal ini ke Jon/Acong namu jawabannya sama Jon/Acong juga bingung dengan apa yang terjadi, hingga sampai bunda sangat marah besar ke santi, bunda benar-benar tak mau ngomong sama Santi satu patah kata pun, keadaan ini benar-benar membuat Santi bingung, Santi mencoba menanyakan kebunda ada apa, kenapa dengan maksud bunda mau menceritakan apa yang terjadi dan kenapa bunda begitu marah namun ini tak berhasil.
hingga akhir Santi dan jon/Acong memutuska untuk menerima alurnya saja maunya kemana mereka hanya mengikuti alur yang orang-orang itu buat lebih jelasnya Santi dan jon/Acong pasrah saja dan ternyata benar orang-orang yang gak jelas siapa yang membuat fitnah ini menginginkan Santi hancur, Santi meninggalkan cita-citanya, Santi kehilangan kepercayaan dari bunda dan akhirnya Santi dan jon memutuskan sesuatu keputusan yang amat besar dalam hidupnya mereka dengar sangat terpaksa memutuskan untuk menikah mungkin dengan menikah semuanya akan kembali normal dan nama baik mereka kembali bersih.