Santi Simiskin

Santi Simiskin
bab 14 Santi menjalani ujian semester genap/semester terakhir



hari ini hari pertama Santi mangikuti ujian semester genap atau bisa di bilang ujian akhir dan juga sebagai hari pertama Santi sekolah setelah dia ijin selama satu Minggu setelah mengalami kecelakaan.


hari ini Santi harus tetap pergi meskipun dengan keadaan kaki yang masih membengkak dan masih menyisakan rasa sakit dia harus tetap pergi, dia berjalan tertatih-tatih menuju halte sesekali Santi beristirahat karena tak tahan dengan rasa sakit kakinya tersebut dan kemudian berjalan lagi hingga akhirnya sampai ke halte bus, tak perlu menunggu lama bus yang Santi tunggu sudah datang dan Santi pun menaikinya, beruntung hari ini tidak macet sehingga santi bisa datang lebih awal, waktu sampai disekolah dia tak nampak dengan Randi, dan ternyata tak semua siswa jalani ujian di jam yang sama yang ternyata Randi jalani ujian disesi jam pertama dan Santi sesi jam kedua.


Santi jalani ujian dengan sangat serius. tak terasa sudah dua jam Santi kerjakan soal-soal ujian tersebut dan terdengar suara guru pengawas meminta untuk mengumpulkan teks ujiannya, beruntung Santi tepat waktu dan berikutnya guru pengawas meminta untuk beristirahat sejenak sebelum untuk teks ujian selanjutnya dan para siswa pun memilih untuk istirahat diluar namun waktu itu Santi memilih untuk tetap ada di ruangan karena Santi tak sanggup lagi untuk berjalan kakinya terlalu sakit. setelah setengah jam mereka beristirahat kemudian guru pengawas meminta untuk masuk kembali untuk mengerjakan teks yang berikutnya, tak terasa sudah dua jam saja hari pun juga sudah petang jam menunjukan jam 15.30 guru pengawas menutup ujian hari ini dan meminta semua siswa untuk bersiap pulang, Santi pun juga bersiap untuk pulang namun enteh kenapa hari ini kaki Santi terasa sangat sakit, Santi perjalan keluar dengan berjabatan dinding sekolah setelah sempai diluar ruangan sekolah dia berjumpa dengan scurity sekolah Santi meminta tolong scurity tersebut untuk mengantar kehalte bus dan scurity tersebut membantunya. Santi puun duduk dihalte untuk menunggu bus tak lama kemudian nampak sebuah mobil dari arah kiri berjalan mendekati Santi yang sedang duduk dan ternyata didalam mobil tersebut adalah randi.


"hai Santi apa kabar, ayo aku antar pulang" kata Randi dari dalam mobil


"hai Randi, Alhamdulillah kabar baik, ya baiklah aku ikut" kata Santi menerima tawaran Randi,


Santi pun bangun dari tempat duduknya Santi berusaha untuk berjalan menuju mobil dengan kaki pincang dan Santi hampir saja terjatuh karena kakinya masih begitu sakit dan melihat keadaan Santi Randi pun langsung bergegas keluar mobil untuk membantu Santi masuk mobil


"Santi kamu gak papa" tanya Randi sambil merangkul Santi


"aku gak papa Randi cuman agak sedikit sakit saja kakiku" jawab Santi


"ya sudah sini aku bantu masuk" kata Randi


"terima kasih banyak" kata Santi.


mereka pun mulai berangkat untuk pulang, Randi mengantarkan Santi sampai rumah dan seperti biasa Santi nyampai rumah habis magrib karena di jam-jam itu jalan selalu macet setelah kurang lebih satu setengah jam mereka melakukan perjalanan dan akhirnya mereka pun sampai, Randi membukakan pintu mobil dan membantu Santi untuk berjalan menuju rumah, Randi merangkulnya begitu erat kerena takut Santi terjatuh, sesekali Santi meminta Randi untuk istirahat karena kebetulan gang menuju rumah lumayan panjang dan sempit dan tidak bisa dilalui mobil, setelah beberapa menit mereka berjalan akhirnya sampai dirumah juga


"assalamualaikum" kata Randi


"waalaikumsalam" jawab bunda dari dalam rumah


"looooo ada apa dengan Santi, Santi baik-baik sajakan?" tanya bunda dengan sangat khawatir


"gak papa kok Bun cuman sedikit nyeri saja nanti juga sembuh" kata Santi sambil melepaskan tangan Randi yang sedang merangkulnya


"Randi, terima kasih sudah nganterin ya" kata Santi


"ya nak, terima kasih sudah Anyer Santi ya" kata bunda.


kemudian Randi pun pergi meninggalkan rumah itu dan Santi pun mulai berjalan masuk rumah namun disaat Santi berjalan sekitar dua langkah tiba-tiba kaki Santi terasa sakit dan Santi tak mampu menahan sakit itu Santi pun ter jatuh


"(duprak)........aaaashhhhh!!!!!!" suara jeritan Santi kesakitan. melihat itu bunda langsung menolongnya pergi ke kamar Santi.


"Santi apa masih sakit?" tanya bunda


"gak Bun cuma sedikit nyeri saja nanti juga hilang Bun" jawab Santi


"baiklah istirahat aja dulu, jangan banyak gerak, kalau perlu apa-apa panggil bunda" kata bunda


"baik bunda terima kasih" kata Santi


"bunda!!!" kata Santi memanggil bunda


"ya ada apa?" jawab bunda


"maaf in santi ya Bun, sudah merepotkan bunda?" kata Santi


"Santi.......Santi jangan berfikir seperti itu, Santi itu sudah bunda anggap seperti anak bunda sendiri, jadi Santi jangan sungkan ya nak?" kata bunda sambil memegang pundak Santi


"terima kasih bunda, semoga tuhan balas semua kebaikan bunda" kata Santi


"amiiiin....sudah kamu istirahat saja" kata bunda


Santi pun beristirahat


keesokan harinya Santi masih pergi ke sekolah untuk mengikuti ujian semester dan seperti biasa Randi selalu menjemput Santi pergi ke sekolah dan mengantar pulang sampai ujian semester selesai yang diselenggarakan sampai tujuh hari, setelah ujian semester selesai mereka libur selama satu Minggu dan untuk selanjutnya mereka akan menerima telpon dari pihak sekolah untuk urusan ijazah dan raport, semenjak itu Santi tak pernah bertemu dengan Randi, Santi pun tak ada nomer telpon Randi, begitu juga dengan Randi, Randi pun tak pernah lagi berkunjung ketempat Santi, semenjak itu pula Santi sudah mulai sibuk dengan kerjaan barunya, Santi dipindahkan ke restoran milik bunda, Santi jadi pengelola restoran milik bunda atau bisa dibilang manager restoran tersebut.