Santi Simiskin

Santi Simiskin
bab 4 prestasi Santi



gak terasa Santi sekolah sudah satu semester saja, ujian semester sudah di mulai, Santi pun mengikuti ujian semester tersebut dengan sangat senang, kenapa tidak? Santi anak orang miskin dan untuk masuk sekolah SMP ini saja dia memperoleh biaya siswa dan dia juga sudah hampir menyelesaikan semester pertamanya. ujian semester pun sudah jalan selama satu minggu, tinggal menunggu hasilnya/raport.


sudah satu minggu ujian semester, kini saatnya pembagian raport, pada waktu itu pak kepala sekolah memberikan aba-aba supaya semua anak murid untuk berbaris di halaman sekolah waktu itulah pak kepala sekolah memberikan pengumuman peringkat kelas dan peringkat sekolah, didalam pengumuman itu Santi disebut sebagai peringkat pertama di kelasnya, mendengar itu Santi sangat senang sekali, teman-teman sekelasnya memberikan selamat dan orang pertama sekali memberikan selamat adalah Romi. Romi mengajukan sebuah pertanyaan ke Santi


"Santi, kamu mau aku kasih hadiah apa, untuk merayakan keberhasilanmu ini?" kata Romi,


"emmmm apa ya?" kata Santi dengan sedikit bingung,


"eeeee udalah terserah Romi saja lah, aku gak tau, yang penting kamu tetap ada sama aku selamanya itu sudah buatku seneng sekali Romi," kata Santi sedikit ngegombal,


"ah kamu ini, gimana kalau aku traktir kamu makan di kantin sekolah? apa kamu mau?" kata Romi,


"wah dengan senang hati, terima kasih ya sebelumnya" kata Santi.


lalu mereka berjalan menuju kantin dan memesan beberapa makanan dan minuman disana, mereka asik menikmati makanan tersebut sambil asik ngobrol dan bercanda gak terasa waktu istirahat pun sudah selesai, lonceng tanda masuk kelas pun dipukul, mereka berlari menuju kelas mereka, guru kelasnya pun juga memasuki kelas,


"selamat siang anak-anak" kata pak guru kelas,


"selamat siang pak" saut murid-murid,


"anak-anak besok libur selama satu minggu dan sekarang boleh pulang" kata pak guru,


"ya pak" kata murid-murid mereka pun berlari keluar dengan wajah-wajah bahagia.


satu minggu pun sudah berlalu mereka pun mulai masuk sekolah, dan seperti biasa tiap hari Senin anak-anak selalu mengadakan upacara, setelah upacara dilaksanakan, bapak kepala sekolah mengambil alih untuk memimpin dan pak kepala sekolah pun memberikan pengumuman, bahwa bulan ini sudah memasuki bulan Agustus yang seperti kita ketahui dibulan ini selalu banyak perlombaan dan pak kepala sekolah pun mengumumkan beberapa perlombaan yang akan diikuti dan beberapa anak yang akan mengikuti perlombaan diantaranya Santi juga disebut untuk mengikuti beberapa perlombaan ada pun perlombaan yang akan diikuti Santi : lomba lukis, lomba bulu tangkis, gerak jalan. pengumuman pun sudah cukup kemudian pak kepala sekolah membubarkan barisan


"baik anak-anak,.... bapak kira sudah cukup sampai sini saja pengumuman dari bapak, sekarang boleh masuk kekelas masing-masing" kata pak kepala sekolah.


hari demi hari sudah mereka lalui, dan tiada hari tanpa belajar dan berlatih untuk mengikuti perlombaan tersebut, kini sudah tiba waktunya untuk melaksanakan lomba tersebut. hari itu pas hari Senin, hari itu giliran Santi mengikuti lomba lukis, Santi sangat senang sekali karena sebenernya Santi sangat hobi melukis dan memang dia sangat berbakat di bidang ini waktu itu dia melukis pemandangan yang sangat indah sekali didalam lukisan tersebut Santi melukis bulan purnama yang indah dan disitu juga ada dua orang yang duduk di bangku taman lengkap juga lampu tamannya. sudah satu jam lumba berlangsung, pak pengawas memberikan peringatan bahwa waktu sudah habis, waktunya untuk mengumpulkan hasil.


hari-hari berikutnya lomba-lomba lainnya juga dijalani dengan baik dan kini saatnya menunggu hasil lomba-lomba tersebut. seperti biasa sebelum masuk kelas anak-anak selalu berbaris di halaman sekolah, saat itulah pak kepala sekolah mengumumkan hasil lomba, disitu disebutnya Santi juara pertama lomba lukis sekecamatan, juara ketiga lomba bulu tangkis dan juara ketiga lomba cerdas cermat sekabupaten. dari sekolah dasar Santi memang terkenal dengan prestasinya.


mendengar itu, Santi sangat senang sekali, begitu juga Romi, "Santi kamu sangat keren, selamat ya bab" kata Romi memberikan selamat dengan panggilan sayangnya, Santi hanya mengangguk dengan menahan air mata harunya, ya dia sangat terharu mendengar semuanya, ini luar biasa menurutnya, dia gak menyangka kalau bakalan memenangkan lomba-lomba itu.


anak-anak hari ini bebas, jadi mereka tidak belajar, mereka pulang lebih awal. Santi pun pulang dengan sangat tergesa-gesa, dia ingin memberitahu kedua orang tuanya bahwa dia sudah memenangkan lomba tersebut. sesampai dirumah dia lihat rumah terkunci,


"pasti bapak sama ibu kesawah" bisiknya Santi seorang diri,


rasanya tak sabar kalau harus menunggu mereka pulang akhirnya Santi menyusul kesawah, sesampai di sawah dia memanggil-manggil,


"ya....nak." jawab ibu


"kenapa Santi nyusul kesawah ya pak?" kata ibu dengan sedikit terkejut,


"gak tau buk" kata bapak yang juga terkejut,


"ada apa Santi, kok kamu teriak-teriak" kata ibu,


"Santi menang lomba buk.....pa......" kata Santi,


"ya nak, wah anak ibu ini memang pinter ya" kata ibu dengan bangga,


"selamat ya nak, pertahanan prestasimu, jangan sombong, selalu rendah hati", kata bapak,


"ya pak" Kata Santi,


"udah pulanglah nak ganti baju dulu" kata ibunya,


"ya Bu, Santi pulang" kata Santi berpamitan, lalu berangkat pulanglah Santi.


sesampai dirumah, Santi melihat banyak teman-temannya disitu juga ada Romi. "Santi....Santi....." kata salah satu teman Santi yang memanggil Santi,


"ya" saut Santi dari belakang rumah,


"nah itu Santi, dari mana kamu? udah lama kami memanggilmu" kata Romi,


"aku habis dari sawah, tapi ada apa gerangan kalian beramai-ramai kemari?" kata Santi,


"kita mau ajakin kamu jalan, makan-makanlah" kata salah satu temannya,


"ya aku yang traktir" kata Romi,


"baiklah kalau gitu, kalau boss sudah turun tangan aku tak kuasa menolak, tapi aku ganti baju dulu ya" jawab Santi sambil bercanda.


Santi sudah selesai lalu mereka berangkat pergi, mereka ada sepuluh orang beserta Santi, satu motor dua orang dan seperti biasa Santi selalu di bonceng Romi, mereka membuat acara ini berniat untuk merayakan keberhasilan Santi.