
Kini Santi sudah mempunyai empat orang anak, anak pertama dan keduanya sekarang sudah mulai remaja dan yang ketiga dan keempatnya masih balita, dengan keadaan ini tentunya Santi sangat sibuk.
dan Santi tidak lagi bekerja otomatis penghasilan keluarga Santi berkurang, dengan keadaan ini Santi gak mau berdiam diri, Santi harus putar otak untuk bantu suami.
"Santi kan ada duit pesangon, kenapa gak di manfaatkan" gumamnya Santi seorang diri.
akhirnya Santi pun memanfaatkan duit itu untuk usaha kecil-kecilan, namun usahanya itu tidak maju karena mungkin lokasinya salah, lalu Jon punya inisiatif untuk menambah modal, namun caranya salah, kenapa seperti itu? karena Jon mengambil pinjaman dari bank dan seterusnya seperti itu, habis modal ambil Bank seperti itu hingga berkali-kali hingga akhirnya bertumpuk, dan satu lagi kesalahannya semua hutang-hutang itu Santi tidak diberitahu sama sekali.
hampir setiap hari berganti-ganti orang datang kerumah dengan tujuan yang sama yaitu menagih duit yang Jon pakai dan itu pun juga bukan hanya seratus atau dua ratus ribu saja namun satu juta hingga ada yang sampai lima juta an.
dengan keadaan ini Santi sangat terkejut, terpukul, sakit hati, kecewa dan segala rasa pun ada campur aduk menjadi satu.
yang bikin Santi sangat kecewa, Jon sudah berbohong, Jon berbohong yang katanya uang-uang itu untuk sebuah usaha minyak bumi namun usaha yang dia bilang itu tidak pernah ada.
yang tak abis pikir oleh Santi kenapa sampai hati suaminya menipu dirinya dengan segala macam alasan, dari sinilah kepercayaan Santi terhadap suaminya mulai memudar, rasanya tak mudah lagi untuk percaya pada suaminya.
dan kebohongan suami Santi tidak cuman itu saja. Santi itu orangnya sangat malas membahas sesuatu yang mungkin bisa dibilang sampah namun ternyata sifat Santi ini dijadikan celah untuk suaminya. ada satu lagi ini masalah ATM rekening gaji suaminya itu sudah lama tidak ada dirumah namun Santi tidak pernah membahas itu tapi waktu kejadian itu mengingatkan akan hal ini jadi Santi pun mempertanyakan keberadaan si ATM ini, dan jawabannya selalu bilang "ada" tetapi "ada itu di mana?" Jon tak pernah memberi jawaban yang jelas sehingga terjadi perselisihan yang amat sangat besar dirumah itu.
dengan keadaan ini Santi harus memutuskan sesuatu, Santi harus mencari sendiri keberadaan ATM ini dan akhirnya Santi pun menemukannya ternyata di digadaikan yang cukup besar juga sebut saja sepuluh juta, ini yang sangat aneh disini ATM bisa digadai kalau di kota Santi belum pernah dengar.
melihat hutang-hutang Jon yang gak cuman sedikit itu, Santi sangat merasa bingung kemana saja duit sebanyak itu karena sebenarnya duit-duit itu Santi tak pernah melihatnya bila pun pernah tapi Santi tidak tahu karena Jon tak pernah bercerita bila cerita pun katanya duit-duit yan Jon kasih ke Santi itu gaji bulanan tak ada cerita duit hasil ngutang.
jadi sangat wajar kalau Santi mempunyai pikiran yang aneh-aneh mungkin wanita kebanyakan kalau suaminya seperti mungkin perasaannya pasti sama seperti Santi.
waktu itu Santi benar-benar gundah gulana, dia merasa sangat bingung, dia merasa sudah tidak nyaman lagi tinggal bersama suaminya itu, rasanya ingin berlari meninggalkannya dan mencari kebahagiaan dirinya sendiri namun rasa itu hilang disaat Santi melihat anak-anaknya, Santi pikir bila dia pergi bagaimana dengan nasif anak-anaknya itu.
Santi membicarakan ini pada keluarganya dan juga keluarga Jon.
"baiklah semua sudah ngumpul, Santi mau langsung mulai saja ya, begini ini memang masalah ku dan suamiku namun sepertinya aku pun perlu menceritakan yang sebenarnya terjadi dan disini Santi mengumpulkan semuanya Santi mau meminta pendapat bagaimana kelanjutan hubungan kami berdua, bagaimana bagusnya, apakah Santi harus pergi dan berpisah dengan Jon?" kata Santi yang menceritakan semuanya tentang kebohongan-kebohongan Jon
"jangan nak kasihan anak-anak mu" kata bapak mertuanya
"ya mam kasihan anak-anak, aku janji aku akan memperbaiki semuanya" kata Jon
"baiklah kalau memang seperti itu aku kasih kamu kesempatan sekali lagi, namun jika kamu mengulangi lagi jangan harap aku akan memaafkan mu" kata Santi
"ya baiklah aku mengerti, dan terima kasih, aku janji tak mengulanginya lagi" kata Jon dengan sangat sungguh-sungguh meminta maaf ke Santi
"ya nak, kamu harus berubah, jangan pernah kamu kecewakan istri kamu lagi" kata bapak mertuanya memberikan nasehat ke Jon.
setelah kejadian itu Santi sangat tidak mudah untuk percaya pada suaminya namun Santi harus percaya.
untuk mengembalikan semuanya seperti sediakala rasanya sengat susah. keharmonisan, kepercayaan, cinta kasih, perhatian semaunya seolah hilang.
Santi dan Jon menjalani hidup seolah bukanlah sebagai pasangan suami istri. Santi menjadi sangat diam dan tak pernah keluar rumah Santi lebih senang menyendiri dan Jon juga menjadi sangat cuek.
keadaan ini berlangsung hingga kurang lebih tiga bulan.