
setelah mensetujui pendapat ibunya, Santi lalu pergi kerumah temannya itu, dia menanyakan tentang pekerjaan yang dibilang ibunya tersebut, dan memang benar adanya tentang pekerjaan tersebut, kerjaan tersebut adanya diluar kota jadi kita harus nginap disana kata temennya kerjanya enak hanya melayani orang yang datang, temennya Santi pun juga masih baru ini jadi dia kurang paham betul tentang pekerjaan tersebut dia tau ini dikasih tau dari salah satu keluarganya orang yang mencari tenaga kerja tersebut, mendengar itu lalu Santi sama temennya ini sepakat berangkat bareng pada hari lusa.
ada waktu dua hari sebelum berangkat, Santi menyiapkan semua yang akan dibawa ketempat kerja sebut saja kota itu Surabaya. Santi sedikit khawatir, ragu, takut bercampur aduk rasanya mungkin ini wajar dirasakan orang yang pertama kali kerja dan Santi pun baru pertama kalinya pergi kekota.
lusa sudah tiba kini saatnya Santi dan temennya tersebut pergi meninggalkan desanya, Santi berpamitan pada kedua orang tuanya dia menangis sejadi-jadinya di pelukan ibunya gimana tidak begitu banyak yang dia pikirkan, dia pergi dengan membawa rasa kecewanya yang gak bisa sekolah lagi, di tambah rasa takutnya karena baru pertamanya dia pergi merantau dan ditambah dia pasti merindukan keluarganya.
mereka lagi sibuk berpamitan, terdengar klakson mobil dari sebrang jalan terlihat teman Santi sudah didalam mobil dia memanggil Santi
"ayo Santi kita berangkat" kata teman Santi sambil tersenyum, lalu pergilah Santi menghampiri mobil tersebut dan naik dia duduk di sebelah temannya, mobil pun mulai berjalan, Santi melambaikan tangannya
"dada ibu, dada semuanya, aku pasti merindukan kalian" kata Santi.
mobil sudah berjalan dan Santi merasa kelelahan didalam perjalanan dia tertidur begitu juga dengan temannya. perjalanan mereka ditempuh kurang lebih lima jam. tiba-tiba paman yang sebut saja saudara dari calon bos Santi dan temennya tersebut membangunkan mereka berdua
"bangun- bangun nak sudah sampai" kata paman tersebut, lalu mereka terbangun dan turun dari mobil,
"permisi, assalamualaikum" kata paman sambil mengetok pintu sebuah rumah kecil tapi mewah, "ya, wa'alaikum salam" jawab seorang ibu dari dalam rumah, kemudian ibu tersebut membuka pintunya, ibu itu begitu cantik dengan badan yang langsing dengan pakaian sedikit terbuka menyambut mereka,
"oh.....kakak, ayo kak, masuk.....masuk....., silahkan duduk" kata sambutan dari ibu tersebut dengan sangat manis, dan paman pun menyampaikan hajatnya kenapa dia sampai datang kerumah ibu tersebut,
"ini Lo dik, kan kamu kemarin minta kakak Carikan tenaga kerja, nah ini aku bawakan dua orang, ini Santi dan bela" kata paman memperkenalkan Santi dan temennya(bela) pada ibu tersebut,
"oh ya terima kasih banyak Lo kak" kata ibu tersebut,
gak lama mereka berbincang-bincang ada seorang bibi yang datang dari ruang tengah dia berbisik pada ibu tersebut, gak lama ibu itu mempersilahkan kita ituk keruang tengah untuk menikmati makan siang yang sudah disiapkan oleh bibi tadi yang tak lain bibi ini adalah ART ibu tersebut. setelah menikmati makan siang paman langsung pamit pulang dan Santi sama temennya disuruh istirahat, kata ibu tersebut besok mereka baru bisa kerja.
tak lama kemudian jam sudah menunjukan jam delapan pagi, bibi memanggil mereka semua untuk sarapan, dan ibu bos itu pun memanggil Santi dan Bela untuk ikut sarapan dengan begitu ramahnya, Santi dan Bela pun ikut sarapan satu meja dengan mereka. setelah sarapan ibu itu mengajak mereka untuk pergi kerja.
mereka pergi menaiki sebuah mobil kecil yang terparkir didepan rumahnya, tak lama mungkin sekitar setengah jam mereka naik mobil, mereka sampai disebuah tempat, Santi dan bela pun diminta turun sama ibu bos tersebut, tampak di depan sebuah gedung yang gak begitu besar yang kira-kira ukuran gedung tersebut sekitar 8x10 meter tapi dengan area parkir yang cukup luas, disitu penuh mobil mewah yang terparkir, lalu diajaklah masuk Santi dan Bela kedalam gedung tersebut, dan terkejutlah mereka berdua kenapa tidak?, didalam gedung itu begitu banyak lampu berwarna-warni kerlap-kerlip dimana-mana dengan suara lagu yang begitu keras, begitu banya orang laki-laki perempuan mereka berjoget seakan tak ada beban. Santi dan Bela saling berpandangan dan saling bertanya didalam hati
"tempat apa ini?", kata Santi didalam hati
dari belakang ibu bos itu memanggil mereka berdua,
" hai Santi dan Bela ganti baju kalian" Kat ibu tersebut sambil memberikan dua bingkisan baju, lalu pergilah mereka berdua, sesampai diruang ganti mereka buka bingkisan tersebut, lalu mereka sangat terkejut kerena baju yang ibu bos itu berikan sangat ketat dan sangat terbuka,
"apakah kita harus pakai ini?" tanya Santi pada bela,
"ya Santi kita pakai ini" jawab bela,
"apa gak salah bela?" kata Santi,
"apa boleh buat Santi, untuk sementara ini kita ikutin aja dulu, kalau kira-kira gak bagus kita cabut dari sini" Kata bela menenangkan Santi,
"baiklah" kata Santi,
lalu mereka ganti baju dan setelah selesai mereka keluar, ternyata ibu bos sudah menunggu kemudian beliau mengarahkan pekerjaannya masing-masing, Santi sebagai penjaga bar atau bisa disebut sebagai kasirnya dan Bela sebagai pengantar minuman dan juga makanan ringan untuk para tamu.