
dirumah Santi.....
waktu itu Santi baru berusia 5 tahun
"Santi kalau besar mau jadi apa?" tanya bapak,
"Santi mau jadi insinyur pak", jawab Santi, mendengar jawabnya Santi lalu bapak langsung merenung dan memegang dadanya sambil berbisik didalam hati
"mana mungkin bisa terwujud nak cita-citamu itu, bapak kan cuma buruh tani?".
ya memang Santi terlahir dari keluarga miskin, bapaknya cuma buruh tani karena dia tidak punya sawah sendiri, ya dia cuma mengerjakan sawah orang itu kalau ada yang suruh kalau tidak ada dia akan nganggur.
diusianya yang sudah mulai masuk 5 tahun, yang pada umumnya anak umur 5 tahun itu adalah saatnya untuk masuk TK, teman-teman mainnya semuanya masuk TK cuman Santi yang tidak. setiap pagi Santi selalu menanyakan ini pada bapaknya
"bapak kapan Santi sekolah, temen-temen Santi udah pada sekolah Lo pak, Santi juga mau sekolah" kata Santi
"tar ya nak, Santi belum waktunya sekolah, umur Santi belum nyampai jadi belum diterima" jawab bapak
dan hanya jawaban itu yang selalu bapak berikan, jawaban itu hanya untuk menghibur Santi biar gak rewel saja, sebenernya hati bapak sangat teriris, tapi apa boleh buat jangankan untuk sekolah untuk makan setiap hari saja kurang.
setiap pagi hari Santi memandangi teman-temannya berangkat sekolah, siang juga selalu memandangi teman-temannya pulang sekolah begitulah setiap harinya yang dia lakukan, dia sangat merasa kesepian.
waktu demi waktu, hari demi hari sudah dia lalui, sekarang dia sudah umur 7 tahun, dia merasa kalau umurnya sudah cukup untuk bersekolah, dia menghadap kebapaknya karena memang dia sangat dekat kebapaknya dibandingkan keibu. dia menghampiri bapak.
"bapak Santi sudah besar, Santi mau sekolah ya bapak, Santi mau jadi insinyur, kalau Santi gak sekolah gimana caranya agar Santi bisa jadi insinyur bapak?", mendengar itu bapak tak sengaja meneteskan air mata sambil berkata, "ya nak Santi pasti sekolah tahun ini", mendengar jawabnya bapak, Santi sangat senang dan dia memeluk bapaknya sambil berkata "terima kasih bapak, Santi seneng sekali, Santi sayang bapak".
pendaftaran sekolah sudah dimulai, ya waktu itu Santi pergi kesekolah diantar bapak, sesampai disekolah dia bertemu kepala sekolah,
"selamat pagi pak, permisi" kata bapak,
"ya pak pagi, silahkan masuk, silahkan duduk, ada yang bisa saya bantu pak?" kata pak kepala sekolah,
"ya pak, saya mau daftarin anak aku sekolah pak", jawab bapak.
"O gitu ya pak, baiklah pak, bapak isi formulirnya dulu ya pak?" kata pak kepala sekolah.
bapak mengisi formulir dan disitu pun juga ada satu lembar kertas yang isinya biaya sekolah yang harus dibayar ada uang gedung, ada uang baju sragam dan jumlahnya pun tidak sedikit, bapak juga langsung mempertanyakan itu,
"bapak ini biaya sekolahnya ya pak?, boleh gak kalau bayarnya nyicil/diansur dulu?", kata bapak.
"baik pak, terima kasih banyak ya pak, kalau begitu kami permisi ya pak?", jawab bapak dengan sangat senang hati
"ya pak hati-hati di jalan, anaknya besok sekolah ya pak?" jawab pak kepala sekolah
"ya pak, saya permisi dan sekali lagi terima kasih banyak" jawab bapak sambil meninggalkan ruangan kepala sekolah.
sekolah sudah dimulai, Santi anak yang sangat pintar dia selalu masuk 3 besar, dan gak terasa sudah 6 tahun dia bersekolah, sekarang saatnya ujian nasional, ujian yang kan menentukan lulus atau tidak disaat itulah masa yang sangat menegangkan bagi Santi, beruntung waktu itu Santi lulus dengan peringkat 2, dia sangat senang sekali, dan dia bawa surat keterangan lulusnya kepada bapaknya
"bapak.......bapak......!!!! aku lulus" teriak Santi dari kejauhan
"ya nak...! Alhamdulillah anak ku lulus" kata bapak sambil memeluk santi
"aku lajut lagi ke SMP ya pak?" kata Santi,
lanjut SMP nak? gak usah lah nak, bapak gak ada biaya lagi, bapak kan juga harus nyekolahin adik-adik, yang penting kamu kan sudah tau baca", kata bapaknya.
mendengar jawab bapak Santi merasa sedih gimana tidak, Santi yang punya cita-cita sebagai insinyur harus terhenti disini saja.
hati Santi mulai gundah, setiap harinya dia hanya merenung dikamar, dia mulai kehilangan kepercayaan dirinya, dia menggumam sendiri di kamar
"kalau aku putus sekolah gimana aku bisa jadi insinyur, tapi kalau aku sekolah juga kasihan bapak, pasti akan banyak biaya yang harus dikeluarkan untuk biaya adik-adik juga, aahhh......aku benci semua ini" dia sambil membanting badannya kekasur merentangkan tangannya sambil berbisik
"ini tidak adiil!!....."
ya karena memang Santi mempunyai banyak saudara waktu itu dia anak nomer 2 dari 5 bersaudara jadi sangat wajar sekali kalau dia sangat kekurangan karena dengan penghasilan bapak yang cuma buruh tani dan untuk menghidupi lima anak itu sangat tidak cukup.
hingga suatu hari Santi terbangun dan bangkit dari lamunannya
"ya Santi tidak mau menyerah, dikasih ijin atau tidak Santi akan tetap sekolah" kata Santi sambil berdiri tegak.
dia pergi kesekolah untuk mengurus pendaftaran sekolahnya ke SMP, beruntung sekali waktu itu ada salah satu guru SD yang mau mengurusnya sampai Santi mendapatkan biaya siswa, ya Santi terpilih mendapatkan biaya siswa untuk murid berprestasi, akhirnya Santi bisa lanjut ke SMP, dia bawa berita gembira ini kerumah.
"bapak......ibu........Santi keterima sekolah dengan biaya siswa, jadi Santi bisa sekolah tanpa harus membayar" kata Santi sambil berteriak senang
"ya nak, Alhamdulillah" kata ibunya sambil memeluk Santi dengan penuh kasih sayang.
...****************...