
bulan Januari tahun 2020 Santi dan Jon suaminya tiba di desa Jon, sesampai disana mereka disambut dengan keluarga Jon dengan ritual adat mereka karena mereka tinggal di pedalaman suku jadi ritual adat di masyarakat sana masih sangat kental.
bukan hanya penyambutan saja yang mereka lakukan, mereka pun juga mengadakan acara syukuran pernikahan mereka berdua, meskipun cuma sederhana tapi terasa sangat meriah menurut Santi, karena banyak sekali ritual-ritual, atraksi-atraksi adat setempat yang tentunya tak bisa kita temukan dikota.
rangkaian acara yang mereka selenggarakan berlangsung sampai tiga hari lamanya, melihat semua itu Santi merasa sangat senang namun Santi tidak mengerti apa yang mereka lakukan, untuk apa semua itu dan Santi pun tak paham dengan bahasa mereka jadi Santi melihat semua itu hanyalah sebuah tontonan saja yang tak ada arti dan makna apa pun didalamnya tapi sebenarnya semua itu ada maknanya yang terkandung menurut masyarakat adat sana.
setelah beberapa rangkaian acara penyambutan dan syukuran selesai dilaksanakan sekarang giliran Santi belajar menyesuaikan diri dengan mereka, tentu saja itu tidak mudah bagi santi yang biasa hidup ditengah kota dan tiba-tiba harus hidup di pedalaman yang masih kental dengan hal-hal yang mungkin orang kota bisa bilang diluar nalar, yang biasa tinggal di pedalaman pasti paham untuk hal ini.
setelah beberapa hari tinggal disana Santi jatuh sakit, Santi merasa pusing, mual-mual, gak nafsu makan badannya terasa lemah dan panas, kemudian Jon mengajak Santi periksa ke bidan setempat dan ternyata hasilnya Santi positif hamil anak pertamanya, Jon dan Santi begitu juga seluruh keluarganya sangat bahagia mendengar semua itu.
hamil pertamanya Santi ini, Santi tidak ada nafsu makan, setiap melihat nasi Santi merasa mual, Santi hanya mau makan nasi kalau lauknya pakai pecak lele selain itu Santi tak mau.
dan Santi sudah mulai mengidam, pernah saat tengah malam, tiba-tiba Santi terbangun dan merasa ingin makan kebab yang jelas saja makanan itu gak ada di pedalaman, Santi harus menahan keinginannya itu, Santi mencoba untuk tidur kembali tapi matanya tidak mau tidur, Santi terus terbanyang-bayang dengan makanan itu hingga pagi Santi terus terjaga.
dan keesokan paginya Santi berjalan untuk berkunjung kerumah salah satu saudara Jon, disaat berjalan Santi melihat pohon mangga yang sangat lebat, tiba-tiba Santi menginginkan itu dan Santi hanya mau mangga itu bukan mangga yang lain, Santi mau mangga itu dipetik dari pohonnya langsung bukan yang sudah didiamkan selama satu hari atau lebih.
"yang aku mau mangga itu, hanya itu bukan mangga lain, aku mau itu" kata Santi
"kenapa harus itu, kita beli di pasar aja ya, itu kan punya orang" kata Jon
"biarin, tolong ya yang belikan untuk ku satu saja" kata Santi dengan memohon pada suaminya
"baiklah, aku coba" kata Jon.
Jon pun pergi kerumah pemilik mangga itu
"assalamualaikum bibi boleh aku beli mangga mudanya satu saja, istriku lagi ngidam?" kata Jon
"waalaikumsalam, O....boleh ambil saja gak usah bayar" kata si pemilik mangga
"terima kasih banyak bibi" kata jon.
tak perlu waktu lama Jon pun langsung mengambil mangga muda itu satu dan memberikan ke Santi, Santi pun langsung menikmatinya tanpa dikupas terlebih dulu.
hamil Santi sudah menginjak umur tiga bulan, ngidamnya Santi pun juga semakin aneh-aneh saja, Santi juga semakin manja dengan suaminya maunya diperhatikan terus, Santi juga jadi sangat sensitif dia jadi mudah marah, Santi yang biasanya gak suka dandan kini jadi sangat suka dandan, Santi yang biasanya cuek tak peduli dengan kebersihan kini jadi orang yang sangat bersih pokoknya jangan sampai ada debu sedikit pun didekat Santi, pokoknya Santi jadi sangat panatik.
semakin hari kehamilan Santi semakin membesar dan setiap hari selalu saja ada drama-drama aneh yang diciptakan santi, dan tak terasa kehamilan Santi sudah menginjak umur sembilan bulan, perut Santi sangat buncit hingga dia tak mampu untuk melihat kakinya sendiri dan Santi juga mulai susah untuk tidur, dia merasa kalau tidur terlentang dadanya terasa sesak, miring rasanya sangat sakit apa lagi kalau tengkurap labuh tak mungkin lagi, setiap malam drama ini selalu ada sampai hari Santi melahirkan, hingga akhirnya Santi mengalami tanda-tanda akan melahirkan, dihari pertama Santi merasa sakit perut seperti ditusuk-tusuk jarum dan mulai mengeluarkan cairan dari jalan lahir dan rasa itu lanjut Kejari kedua tapi dihari kedua ini semakin sakit hingga Santi tidak tahan lagi di pagi itu Santi meminta suaminya tidak pergi kerja karena Santi sangat merasa kesakitan waktu itu, semakin sore rasa sakit itu semakin kuat hingga berlangsung sampai jam tujuh malam sakit itu semakin kuat dan Santi tidak tertahan lagi hingga pingsan, melihat itu Jon sangat khawatir lalu Jon pergi kerumah bidan, dan bidan pun ikut Jon kerumah untuk memeriksa keadaan Santi, Santi pun diperiksa terutama bidan menyadarkan Santi terlebih dulu kemudian memeriksa kandungan Santi, dan hasilnya ya Santi akan melahirkan dan bidan menyarankan agar Santi dibawa kerumah sakit karena alat dirumah sakit lebih lengkap.
Santi dan Jon begitu juga ditemani bidan desa begitu juga ibunya Jon pun ikut pergi kerumah sakit waktu itu sekitar jam sembilan malam sesampai dirumah sakit Santi langsung disambut oleh perawat rumah sakit, Santi pun langsung dirawat,
dan kata dokternya bilang "belum ada bukaan sama sekali ketuban pun belum pecah Santi belum melahirkan malam ini kemungkinan besok pagi biarkan Santi istirahat dulu"
"tenang saja pak, rasa sakit itu biasa karena ini anak pertama nanti kalau dia sudah ada rasa mau berak panggil saja aku ruanganku ada didekat kamar ini" kata dokternya
"baik dok" kata Jon
"Santi tenanglah, kamu pasti akan baik-baik saja, sekarang istirahat dulu" kata Jon menenangkan Santi
"gimana aku bisa tidur sedangkan ini perut sangat sakit?" kata Santi
sesekali Santi berteriak kesakitan hingga terkadang badan Santi pun tak tahan dengan rasa sakitnya, Santi merasa tulang-tulangnya lepas semuanya, Santi merasa sakit ini terlalu sakit dan sesekali pun Santi tak sadarkan diri melihat ini Jon sangat khawatir lalu Jon pergi keruangan dokter itu waktu itu sekitar jam satu pagi,
"dok.....dokter......dokter......" Jon yang mengetuk pintu ruangan dokter tersebut
dokter itu pun membuka pintunya
" ya pak ada apa?" kata dokter tersebut
"dok tolong lihat keadaan istri saya, dia sangat kesakitan dok dan sekarang dia tak sadar" Kata Jon
"ya pak kita lihat" kata dokter tersebut
dan Santi masih tak sadarkan diri.
"pak tolong sadarkan istrinya ya, biar saya periksa" kata dokter
"baik dok" kata Jon
tak lama Santi pun tersadar dan mulai merintih kesakitan, dokter pun mulai memeriksa keadaan Santi
"ibu nya sudah mau lahiran pak sudah ada bukaan, kita mulai ya Bu" kata dokter
dengan segala proses kelahiran yang memakan waktu sekitar delapan jam, waktu itu sekitar jam sembilan pagi akhirnya Santi melahirkan seorang putri yang amat cantik dan lucu dengan cara normal.
melihat keadaan Santi yang semakin membaik Santi pun di perbolehkan pulang. sekitar jam dua siang mereka pun pulang dengan mengendarai ambulan rumah sakit sesampai dirumah mereka pun disambut dengan menggunakan ritual adat khusus untuk penyambutan anak pertama.
bukan cuma ritual penyambutan anak pertama saja tapi Santi masih menjalani ritual-ritual adat lainnya seperti mandinya harus memakai mandian-mandian yang dicampur dengan ramuan-ramuan khusus yang dibuat oleh nenek-nenek buyut keluarga.
semua ritual-ritual yang di jalani Santi dari pertama datang sampai ritual habis melahirkan itu sudah sebagai adat turun temurun masyarakat setempat yang sepertinya tak bisa ditinggalkan, dan kalau ada yang melanggar percaya atau tidak percaya selalu ada kejadian yang mungkin bisa di bilang di luar nalar manusia.