
waktu itu tepatnya di bulan Juni 2008, ya di bulan itu Santi memulai hidup barunya, ya.......Santi mulai sekolah waktu itu, Santi begitu senang karena dia pikir dengan dia melanjutkan sekolah itu artinya cita-cita Santi akan terwujud, dia sekolah dengan jadwal yang sudah ditentukan oleh kepala sekolahnya yaitu jam 14.00 sampai jam 17.00, ya....setiap hari Santi melakukan kegiatan ini selama satu tahun, Santi menjalankan kewajiban sebagai murid dan juga sebagai asisten selama satu tahun, dan dia sangat bertanggung jawab untuk itu, dia begitu giat menjalankan semua itu.
hari itu tanggal satu dibulan Juni 2008 adalah awal Santi masuk sekolah itu, Santi mendapatkan kawan baru dari bermacam-macam kalangan, ada yang memang orang itu gak ada waktu sekolah karena sebuk bekerja dan sekolah ini sebagai solusinya seperti Santi, ada yang memang orang itu sudah bekerja dan di tuntut perusahaan untuk memiliki ijazah SMA, dan ada satu artis juga yang ikut sekolah ini karena dia sibuk suting sehingga tak ada waktu untuk sekolah sehingga sekolah ini lah jadi pilihan karena waktu sekolahnya dijam dimana orang-orang sudah beristirahat kerja.
diwaktu itu diawal Santi sekolah dia berkenalan dengan yang namanya Randi, Randi ini artis ibu kota, tapi Santi tidak tahu kalau Randi itu artis karena Santi sangat jarang nonton tv bahkan bisa dibilang tak pernah, Santi dan Randi bersahabat yang begitu akrab.
hingga suatu hari Randi berkunjung ketempat Santi tinggal yaitu tempat Santi berkerja, Randi pun berkenalan dengan bunda dan ayah disaat itulah Santi baru sadar kalau ternyata Randi itu artis karena sepanjang jalan gang masuk rumah banyak sekali orang yang minta berfoto bareng dan juga ada yang minta tanda tangan,
melihat kejadian itu Santi bertanya-tanya dihati,
"kok mereka kenal semua, siapakah Randi ini?",
Santi pun memberanikan diri bertanya ke Randi,
"Randi, kok semua orang kenal sama kamu, minta tanda tangan pula, siapa kamu ini?" tanya santi
"ya aku Randi lah, emangnya aku siapa?" jawab Randi
"jangan-jangan kamu artis ya?" saut Santi
"santi-santi begitu polosnya kamu", saut Randi dengan begitu gemas melihat Santi
dan gak lama kemudian Santi dan Randi sudah sampai rumah.
"tok....tok....tok.....om......om.....om.....buka pintu", teriak Santi dari luar rumah.
"reeeet", suara pintu di buka dari dalam dan ternyata yang buka adalah bunda, ternyata bunda sudah pulang karena waktu pun sudah sore. bunda pun persilahkan masuk Santi dan Randi tersebut.
"ayo masuk, ini temen kamu Santi?, kata bunda sambil persilahkan masuk, dan mereka berdua pun masuk.
"ya Bun, ini Randi, Randi ini tadi nganterin Santi pakai mobilnya Bun," jawab Santi
"oh......ya.....ya.....ayo silahkan duduk nak Randi," kata bunda
"nak Randi, selama masuk gang sini tadi aman kah?" tanya bunda
"oh.....aman Tante" kata Randi
"kok bunda ngomong gitu Bun, apa bunda juga tau siapa Randi?" tanya santi kebundanya dengan muka bingung
"ya bunda tau dong" jawab bunda
"emang siapa Bun Randi ini?" tanya santi yang semakin bingung
"tar bunda cerita, ambil minum dulu dan cemilan di lemari es itu jadi biar enak ceritanya", jawab bunda
" baik bunda" jawab Santi dan bergegas kedapur, dan gak perlu waktu lama Santi kembali kedepan dengan membawakan yang bunda minta.
"ini bunda, ayo Randi minum dulu," kata Santi persilahkan Randi minum
"oke sekarang ceritakan siapa Randi ini, apa Randi sendiri mau cerita, ayo lah......," dengan tidak sabar Santi mendengar cerita Randi dia pun meminta bunda dan Randi bercerita.
"Santi....masak kamu gak tau sih Randi ini kan temen kamu masak kamu gak tau siapa nak Randi ini?" tanya bunda dengan memegang bahu Santi,
"enggak Bun," jawab Santi yang begitu polosnya
"Santi......Santi......nak Randi ini artis ibu kota, masak kamu gak tau, makanya nonton tv jadi tau jangan sibuk di belakang terus" jawab bunda sambil tersenyum melihat Santi, Randi pun ikut tersenyum melihat kepolosan Santi.
"Oalah.....pantesan saja bunda selama perjalanan kerumah khususnya digang kita ini tadi banyak sekali orang pinta tanda tangankan ada juga yang minta berfoto dengan Randi ini, kenapa Randi juga gak cerita sih, kalau tau kamu artis kan aku duluan yang minta tanda tangan," kata Santi sambil tersenyum malu
gak lama kemudian om datang dari Alfa Mart abis belanja keperluan sikecil.
"wah.....Randi....benar ini Randi.....artis itu" teriak om dari luar dan bergegas berlari menghampiri Randi
"boleh aku minta fotonya?", om meminta foto Randi
"boleh om" jawab Randi
"ayo mbak foto aku", kata om meminta tolong bunda memfotonya
"aku juga mau foto sama om," saut sikecil yang juga ingin difoto bersama Randi
setelah mengetahui kebenarannya Santi begitu bangga karena mempunyai teman artis, ya.....kenapa gak, secara seorang Santi yang hanya sebagai asisten rumah tangga dan Senti pun juga cuman gadis desa yang sangat lugu punya teman artis, ya......di masa itu, itu suatu kebanggaan, dan rasanya Santi tak sabar menceritakan keluarganya yang ada di desa bahwa Santi punya temen artis dan ini teman dekat pula, itu suatu kebanggaan tersendiri menurut Santi di kala itu.
gak selang waktu lama, Randi pun berpamitan pulang
"buk Randi pamit ya, Randi ada suting di trans TV malam ini, jam delapan malam kalau berkenan tante beserta keluarga ikut nonton" kata Randi
"di acara empat mata tante, dan ini tiket masuknya", kata Randi sambil memberikan tiket
" ya terima kasih nak, entar kami menyusul" jawab bunda
"baiklah Tante saya permisi dulu, assalamualaikum" Randi berpamitan
"waalaikumsalam, hati-hati di jalan ya nak dan terima kasih sudah anterin anak bunda ya" jawab bunda.
"ya Tante sama-sama" jawab Randi
"panggil bunda saja" kata bunda
"baik bunda, terima kasih, saya permisi" kata Randi
"ya nak, Santi antar teman mu" kata Santi memanggil Santi
"ya bunda" jawab Santi
mereka berdua pun berjalan keluar rumah, tak disangka disepanjang gang sudah ramai yang begitu padat orang-orang pengemar Randi.
"Randi......ini yang bener saja gimana caranya lewat?" kata Santi yang masih mengintip di depan rumah,
tak lama kemudian Santi melihat ayah yang masih memakai baju tentaranya keluar dari kerumunan masyarakat itu, sesampai di depan rumah dia bertemu Santi dan Randi yang sedang bersembunyi di pojokan depan rumah.
"Santi ada apa ini?" tanya ayah
"semua orang ini mau minta tanda tangan Randi yah" kata Santi
"pantesan ada artis to" kata ayah sambil tersenyum melihat mereka berdua
"ya om, kenalin saya Randi temen sekolahnya Santi" kata Randi memperkenalkan dirinya
"temen sekolah kamu Santi, wah....kamu sekolah bareng artis" kata ayah
"ya ayah" jawab Santi sambil tersenyum malu
"terus ini mau kemana" tanya ayah
"ini yah, tadi Randi nganterin Santi pulang yang katanya sekalian jalan karena kebetulan Randi ada suting di trans yah dan ini mau ke trans tapi jalannya padat" jawab Santi
"oh begitu, tenang kan ada ayah, bentar ayah mau taruh tas dulu ya" saut ayah
"ya yah" jawab Santi
"ayo ikutin ayah" kata ayah sambil tarik tangan Randi dan berjalan memasuki kerumunan masyarakat, dan ternyata benar teriakan masyarakat begitu ramainya memanggil
"Randi......Randi......Randi......" sambil berjalan mmengantarkan Randi kemobilnya,
Santi membayangkan kalau saumpama teriakan itu untuk Santi alangkah bangganya Santi sambi berjalan pun Santi tersenyum-senyum sendiri hingga tak sadar sudah sampai di mobil
"Santi....Santi....Santi...." teriak Randi memanggil
"ya......ya.....ya......ada apa?" jawab Santi yang terkejut terbangun dari hayalannya
"kamu melamun ya, ada apa?" kata Randi
"gak kok, gak ada apa-apa" jawab Santi dengan tertunduk malu
"aku pamit ya Santi, om terima kasih sudah antar" kata Randi berpamitan
"ya nak sama-sama, hati-hati di jalan ya" kata ayah
"ya om, terima kasih, permisi om" kata Randi dan sambil melajukan mobilnya
setelah Randi pergi warga pun mulai pergi satu per satu, ayah dan Santi pun kembali pulang, sesampai dirumah ayah bebersih.
setelah semuanya siap mereka berkumpul diruang tamu dan bunda pun menyampaikan bahwa kita dapat undangan nonton di trans dari Randi, kata bunda, bunda gak ikut nonton karena sudah capek banget abis kerja begitu juga dengan ayah jadi tiket itu diberikan ke om dan Santi, bunda meminta om dan Santi saja yang nonton. baiklah om pun menerimanya begitu juga Santi.
jam sudah menunjukan jam 19.30 Santi pun bergegas untuk pergi kestudio trans untuk menyaksikan Randy soting di empat mata, setelah melakukan perjalan kaki kira-kira selama seperempat jam akhirnya mereka sampai di tempat, disana kira-kira menunggu sekitar seperempat jam acara sudah dimulai dan para undangan atau penonton dipersilahkan untuk masuk studio, disana Santi keluhan Randi yang sudah siap dengan penampilan yang sangat mempesona jadi sangat wajar kalau Randi mempunyai banyak penggemar, di acara itu Randi diwawancarai mengenai pendidikannya, ya.....Ranti diminta untuk menceritakan tentang sekolahnya, Randi pun bercerita dan didalam cerita Randi tersebut nama Santi disebut sebagai teman Randi yang polos dan konyol, tapi Randi sangat suka dengan tingkah Santi tersebut, mendengar semua itu Santi sangat terharu dan tak terasa air matanya jatuh kepipi, dan begitu mendengar cerita Randi tersebut pembawa acara tersebut menanyakan
"apakah Santi ada di studio ini?" kata pembawa acara tersebut
"ada kata Randi, itu di atas sana dia mononton bersama omnya" jawab Randi, dan lampu kamera pun berputar kearah Santi yang sedang duduk, Santi merasa malu, bangga karena masuk tv, bangga karena sudah menjadi teman artis rasa itu bercampur aduk menjadi satu, Santi pun di minta untuk berdiri oleh pembawa acara tersebut, Santi pun berdiri dan melambaikan tangan kearah kamera tersebut. setelah satu jam acara berlangsung dan tak terasa sudah diujung acara dan pembawa acara pun menutup acara tersebut, Santi dan omnya pun keluar studio dan pulang.