
didepan penginapan Wang Hei juga Lou Guang berdiri berhadapan, Ming Guan berbisik pada Wen Qing juga Hangguang berada disampingnya "apa ini akan baik-baik saja ? bagaimana kalau kita kena marah"
Rong Guan menatap datar "biarkan saja mereka juga yg akan disalahkan" ucap Wen Qing yg sebenarnya cukup kesal dengan betapa keras kepalanya Lou Guang, Wang Hei menarik nafas sejenak "Wang Hei tipe penyerang depan mohon bimbingannya"
"terlalu sopan ,karna menghargai mu biar aku beri penawaran kalau kau menang aku akan meminta maaf atas sikap ku pada wanita itu, tapi kalau kau kalah kau harus menyuruh wanita itu memberikan kalung nya padaku" Wang Hei terkejut mendengar itu "apa !! tidak bisa" Lou Guang tertawa "kenapa tidak ? kita taruhan loh aku sudah menawarkan hal yg bagus"
"apa yg kalian berdua lakukan ditengah malam begini" guru Yang datang ,Wang Hei sedikit bersyukur "guru Yang kami sedang bertanding taruhan nya kalau aku menang wanita galak didalam harus memberikan kalung nya padaku, dan jika aku kalah aku akan minta maaf" Wang Hei menggertak "tidak bisa, itu tidak masuk akal" Lou Guang menatap geli "kenapa tidak ? permintaan maafku itu mahal loh"
Wen Qing menepuk dahinya melihat betapa tidak masuk akalnya Lou Guang "harga dirimu tinggi ya...jika benar seharusnya kau tidak menawarkan diri hanya untuk minta maaf tapi memberikan roh jiwa mu saja" semua yg mendengar terkejut, diatas sebuah pohon Yueyin duduk sembari memainkan daun didekatnya
"roh jiwa ? tamak sekali" Yueyin tertawa "tamak ? kata itu sepertinya sangat cocok pada mu ,benar-benar tidak tahu malu" gertak Yueyin ,Lou Guang terdiam mendapat penghinaan seperti itu "tidak tahu malu ?" Yueyin melompat turun dengan indah "tentu saja, jika bukan kau apa itu aku ? atau yg lain ?" Lou Guang tertawa renyah "benar-benar wanita tak tahu diri"
Yueyin mendekat ,ia mendorong Wang Hei untuk minggir "jika aku tidak tahu diri seharusnya tadi dimeja makan aku menyiram kepala mu yg tanpa tahu malunya memerintah ku !!" Wang Hei menahan tangan Yueyin "Yue..." Yueyin menatap datar "mari jangan banyak bicara lagi, sekarang bagaimana kalau begini aku akan memberikan kalung dan melakukan apapun yg kau mau dengan syarat kau harus berhasil menyentuh anggota tubuh ku" Lou Guang tertawa keras "hahaha kau pikir aku tidak bisa ?"
Yueyin menghentakkan satu kakinya pada tanah ,seketika sebuah lubang besar muncul didepan mereka semua "kau baru mundur sekarang ? bukannya tadi kau begitu percaya diri kenapa langsung mundur sih padahal aku sudah sampai seperti ini" Yueyin menutup sebagian wajahnya dan menyisakan 1 mata yg menatap tajam juga dalam kearah Lou Guang
"Lou Guang !!!" Lou Guang menatap heran "apa ?" guru Yang tiba-tiba muncul dibelakang Lou Guang lalu menekan tengkuk leher belakang Lou Guang hingga menunduk ,"minta maaflah sekarang !! cepat" Lou Guang meronta "guru ada apa sih" Lou Guang tidak melihat sama sekali perubahan yg terjadi dimalam itu
"lakukan cepat atau aku akan menghajar mu" guru Yang berkeringat, terpaksa Lou Guang meminta maaf "baiklah, maaf aku salah" Yueyin menarik tangan yg menutupi sebagian wajahnya matanya menatap datar "tidak tulus" dingin Yueyin, Wang Hei berdiri untuk menghalangi pertukaran tatapan Yueyin dengan Lou Guang "sudahlah, kau sudah menanyakan pada pemilik kedai ? bagaimana katanya ?" Yueyin menatap Wang Hei kesal "tidak bisa, katanya kayu untuk membuat air hangat tidak cukup" Wang Hei mengangguk "baiklah, kalau begitu kau harus bertahan untuk mandi air dingin lagi mari pergi kau lapar kan" Yueyin menurut dan hanya mengikuti perkataan Wang Hei
Rong Guan menyadari hal itu "ini kebetulan atau aura ini sepertinya pernah terasa dihari penerimaan kalian" Wen Qing mengerutkan kening "hari penerimaan ? memang nya ada apa dengan itu ?" Ling Zhou mengangguk "aku juga merasakan nya tapi ada sedikit perbedaan walau sensasi nya serupa ,mungkin hanya pikiran kita saja sudahlah Ayuk masuk biarkan guru Yang mengurus Lou guang yg bertindak gegabah malam ini" semuanya mengangguk dan ikut masuk
guru Yang masih berkeringat ia mendorong Lou Guang ke tanah "Guang....bersumpah lah kau tidak akan melakukan hal konyol ini lagi juga jangan meremehkan rekan-rekan mu" Lou Guang sedikit tidak mengerti maksud gurunya tapi "aku...." guru Yang mendorong Lou Guang "ingat kata-kata ku jangan sampai kau bertindak seperti ini lagi" Lou Guang menatap bingung tapi mendapatkan peringatan dari guru Yang ia tidak bisa bermain-main lagi