Sacrifice of Love

Sacrifice of Love
7



esok nya mereka semua berkumpul didepan pintu masuk akademi ,seperti biasa Wang Hei juga Yueyin sibuk masing-masing Wen Qing tidak berani untuk berbicara langsung dan hanya bisa melihat dari jauh


Guru Yang datang wajahnya babak belur ,Yueyin memalingkan wajah lalu menyadari sesuatu "i-itu...guru Yang wa-wajah anda" guru Yang menatap tajam "sudahlah ,dengarkan aku kita akan pergi ke hutan dimana monster roh hidup itu akan berbahaya jadi ingatlah untuk berjaga-jaga, jangan sampai mati"


Yueyin menyadari luka tak biasa diwajah guru Yang ,sadar akan perbuatannya Yueyin memalingkan wajah "tidak mungkin" Wang Hei yg mendengar gumaman itu menatap Yueyin "kau menyadari sesuatu ?" Yueyin menggeleng "tidak juga"


"tim ini akan dipimpin oleh Rong Quan ,kau atur lah" Rong Quan berdiri "Wang Hei dan Ling Zhou akan memimpin didepan, Hangguang dan Wen Qing berada di kanan juga kiri ,Lou Guang juga Ming Guan didekat guru Yang sedangkan aku juga Yueyin berada dibarisan belakang" Wang Hei menatap Yueyin "ya begitu juga baik" putus guru Yang


mereka pun berangkat dengan bantuan dukungan Lou Guang ,ditengah perjalanan "kau hanya memerlukan waktu 3 jam untuk menerobos kan" Yueyin tak menoleh "ditengah hutan kita akan berhenti sejenak saat itu latihlah lalu terobos batasan mu, aku akan mengawasi mu" Yueyin menatap datar "mengawasi ku ? pikirkan saja hewan roh apa yg cocok dengan mu"


Rong Quan tidak menjawab lagi .


setelah hampir 4 jam perjalanan mereka berhenti untuk kemah sementara waktu, hari masih siang jadi selesai melewati hutan mereka bisa beristirahat malam di penginapan


Rong Quan memberikan botol minum nya pada Yueyin ,Yueyin menatap bingung "tidak perlu, aku tidak begitu haus" Rong Quan tetap kekeh menyuruh Yueyin "memang nya dengan air dimawar mu kau bisa tetap melanjutkan perjalanan" Yueyin kesal mengambilnya dengan terpaksa dan meminum nya


Wang Hei datang "Yue...kau bisa melakukan pelatihan disini aku akan menjaga mu" Yueyin menggeleng "tidak boleh, kita ada dihutan berbahaya jika aku berlatih disini bisa-bisa kena serangan" Wang Hei menatap sedih "tidak perlu khawatir, latih lah siapa tahu kau bisa menerobos jadi bisa sekalian mencari cincin jiwa mu" Yueyin menghela nafas


ia duduk dibawah rindang pohon ,Yueyin mulai memusatkan pelatihannya seperti terakhir kali beberapa mawar mulai muncul dari tanah Wang Hei segera berdiri mengawasi


Ming Guan juga Wen Qing mengawasi dari jauh ,Lou Guang hanya bisa memperhatikan saja sedangkan Ling Zhou mengawasi sekitar untuk memastikan waktu nya ,ditengah pemusatan energi Yueyin seolah mendengar sebuah suara


'tenangkan hati rasakan kehangatan energi yg diberikan jiwamu ,lalu seraplah dan alirkan ke seluruh tubuh mu' Yueyin mengikuti perkataan itu seketika bunga-bunga mawar yg memiliki warna gelap menjadi lebih berwarna dan mengeluarkan aroma kuat


"kau berhasil menerobosnya, kau hebat" Yueyin bangun dan menunduk sebentar ia menarik kain yg menguncir rambutnya hingga menjadi tergerai indah, warna nya yg berwarna hitam pekat


Rong Guan berniat menyentuh rambut Yueyin , Wang Hei spontan menghalangi "tidak boleh menyentuhnya, yg bisa menyisirkan rambut dan menata nya haruslah orang dihati seperti keluarga atau kekasih tidak boleh sembarang orang" Rong Guan menarik tangan, Yueyin berbalik membelakangi dan mulai merapikan rambutnya ke seperti sebelumnya


"sudah tembus tapi masih tergantung dengan roh hewan apa yg akan menjadi penopang nya" guru Yang mendekat "kita lihat nanti sekarang pergi ke penginapan untuk istirahat besok baru mulai perburuan" Yueyin mengangguk


setibanya di penginapan mereka duduk untuk makan malam bersama "baiklah hari ini kita pesan apa ?" ucap Lou Guang semangat Wen Qing mencibir "kau hanya ingat makan, kau pesan saja sendiri dan bayar pribadi" Lou Guang mendelik "tentu saja ,memang nya aku akan makan dengan bayaran orang lain"


Wang Hei memberikan segelas air kedepan Yueyin "minum lah" Yueyin meminumnya tanpa berkata-kata lagi, Ming Guan memperhatikan seksama "Yueyin...kalung mu indah" Yueyin menunduk ia tak menyadari kalung nya akan terekspos


"terimakasih...ini kalung penjaga" semua yg awalnya sibuk mulai memperhatikan "bisakah kau lepas ? aku sepertinya mengenali permata yg ada disana" Lou Guang mengangguk "iya Ling Zhou ini tahu semua tentang barang-barang ini" Yueyin terdiam



"kau tidak percaya padaku ?" Yueyin menatap datar "bukan masalah percaya atau tidaknya, tapi ini adalah pengecualian" Wang Hei terdiam sejenak "kalau kau sebegitu nya meragukan orang lain bagaimana bisa nanti kita bekerjasama ?" enteng Lou Guang


"semuanya...tolong jangan memaksa lagi ,Yueyin bagaimana kalau kau mendatangi pemilik toko dan bertanya apa bisa meminta air hangat ?" Yueyin bangkit dan pergi tanpa berkata-kata lagi ,setelah Yueyin menjauh Wang Hei tersenyum "semuanya kalung itu bagian terakhir dari orangtuanya dia bukan tidak percaya atau khawatir kalian mengambilnya hanya saja..." Lou Guang bangkit lalu menunjuk Wang Hei "sudah cukup itu bukankah artinya dia meragukan kita memang nya siapa yg mau barang seperti itu"


Wang Hei mengepal kuat tangannya, "dia bukan orang seperti itu !! juga bukankah yg dari awal tidak mempercayai dia adalah kau senior aku menghargai anda beberapa waktu ini karna anda senior disini tapi kalau anda terus menyalahkan Yueyin kepada sesuatu yg merupakan hak nya maka mari bertarung lihat bagaimana sesama pria menyelesaikan masalah"


Lou Guang menatap geli "ok siapa yg takut"