Sacrifice of Love

Sacrifice of Love
PART 5



...______PART 5______...


Ia menoleh kearahku lalu menghampiri ku dengan senyum diwajahnya.


"Nona Haejin kau belum tidur?" tanyanya padaku.


"Aku terbangun tadi, tenggorokan ku kering jadi aku kemari" Jelasku padanya. Kulihat ia hanya mengangguk lalu memberiku jalan menuju kulkas.


Aku pun berjalan melewatinya lalu mengambil air setelah aku membuka kulkas dan kututup kembali.


"Kau sendiri, sedang apa disini?" Kulihat ia mengangkat cangkir berisikan kopi.


"Aku lembur. Kepalaku agak pusing jadi kuputuskan untuk membuat kopi" katanya. Aku berjalan mendekatinya lalu berdiri dihadapannya.


Ia bersandar pada pantry dapur menjadikan siku kirinya sebagai tumpuan badan nya.


Aku mengulum bibir ku gugup, sebelum nya aku tak pernah seperti pada lelaki mana pun. Namun entah mengapa aura dominan Kim Taehyung membuat ku gugup.


"Apa pekerjaan mu sudah selesai?" tanyaku kikuk, namun Taehyung menanggapinya dengan gelengan kepala. Wajahnya nampak lelah.


"Belum. Tidurlah, agar kau bisa pulih dengan cepat" katanya padaku. Aku menatapnya ia pun balas menatapku. Aku tenggelam dalam tatapan nya, entah mengapa seperti ada sengatan listrik saat mata itu memandang kearahku.


Jika saja aku tak mengingat status Kim Taehyung yang telah berkeluarga, mungkin aku akan menjatuhkan hatiku padanya. Atau mungkin hatiku telah jatuh namun aku belum menyadari nya. ahhh memikirkan ini semua bisa-bisa membuat ku gila.


Segera kuputuskan kontak mata dengan Taehyung. Memandangi langit-langit dapur.


"Bolehkah aku menemanimu? kita bisa berbincang-bincang atau aku akan diam saja agar tidak mengganggumu bekerja" kataku. Jujur saja jika aku telah terbangun dari tidur ku aku tak akan bisa kembali terlelap. maka dari itu dari pada aku hanya termenung dikamar lebih baik aku menemaninya bukan?


Aku bukan ingin mengambil kesempatan, Namun aku tak ingin mati bosan didalam kamar.


"Aku mungkin akan lama" kata Taehyung sambil memutar jari telunjuk nya di pinggiran gelas.


"Tak apa, aku akan susah tidur kembali jika sudah bangun" ungkapku jujur padanya. Ia menatapku lalu mengangguk.


____________________


Sekarang aku dan Taehyung tengah duduk berhadapan didalam ruang kerja Taehyung.


Aku memperhatikannya yang tengah sibuk dengan laptop yang tengah ia pangku dengan pulpen ia gigit pada bibir nya sambil kedua tangannya yang sibuk membolak balikkan dokumen.


"Memang kau bisa?" Tanyanya balik.


"Mungkin. Jika ingin mengajari ku" kataku sambil menatapnya dengan tangan memangku dagu.


"Baiklah ini mudah, kemarilah!" Ia menyuruhku menghampiri nya lalu aku menurut saja.


Kini aku duduk dikursi kerja Taehyung dengan kedua tangannya yang disisi tubuhku.


"Kau tinggal mengkopi ini lalu kau transfer kesini setelah itu kau simpan disini, mudah bukan?" Aku terus memerhatikan Taehyung yang tengah mengajariku. Ini memang mudah aku berhasil memindahkan beberapa fail yang diminta oleh Taehyung.


Dan Taehyung sendiri tengah sibuk menandatangani beberapa dokumen.


"Taehyung-ssi aku sudah selesai" Aku menghampiri nya saat tugas ku selesai.


"Baguslah aku juga telah selesai" Ia bangkit dari duduknya lalu membereskan dokumen dokumen yang ia tandatangani barusan lalu menaruhnya dimeja kerjanya.


"Baiklah Nona Haejin, ini sudah jam 4 pagi, apa kau tak mengantuk sama sekali" Aku menggeleng setelah pertanyaan itu keluar dari bibir Taehyung.


"Yang benar saja!" Taehyung menatapku dengan pandangan yang tak percaya.


"Jika kau ingin tidur. pergilah! aku mungkin akan berkeliling mungkin?" kataku. aku melihat ia terkekeh. apanya yang lucu? dasar Taehyung!


"Aku akan menemanimu, kau begitu baik dengan mau menemaniku mengerjakan tugas-tugas sialan ini" aku terkejut mendengar nya memaki pekerjaannya.


Aku hanya mengangguk membiarkan nya berjalan lebih dulu.


"Taehyung-ssi aku tak pernah melihat istri mu dirumah, apa ia bekerja diluar negeri? kudengar dari Yoori ibunya tengah bekerja" Kulihat raut wajah Taehyung yang mengeras, matanya berkilat marah.


"Tae-"


"Aku tak ingin membahas wanita itu" Ia memotong kalimat yang baru saja ingin ku lontar kan.


Aura Taehyung berubah dingin ia pun enggan berbicara padaku jangan kan berbicara ia pun tak ingin sekedar menoleh kearah ku.


Apa yang salah? Aku kan hanya bertanya. Namun aku juga merasa bersalah, kini sikapnya padaku mulai berubah. Rasanya aku ingin menangis saat ia tak mau lagi hanya sekedar berbincang dengan ku.


"Tidur lah, aku akan kembali kekamar" Ia lalu melenggang pergi meninggalkan ku diruang tamu.