
..._____PART 4_____...
Ia masih menyuapi ku dengan telaten hingga suapan terakhir.
"Apa boleh ku tahu namamu tuan?" Tanyaku padanya. Ia balas menatapku matanya yang tajam mampu membuat ku gelisah. 'Haejin sadarlah! apa yang kau fikir kan? laki-laki ini telah berkeluarga' Batinku.
"Tentu! Namaku Kim Taehyung" ucapnya lalu tersenyum padaku.
...Profil Kim Taehyung...
"Baiklah Nona Haejin, beristirahatlah dulu aku akan kembali nanti" katanya lalu bangkit dari duduknya saat setelah menaruh Mangkuk bubur yang kumakan tadi.
"Tuan Taehyung! boleh aku bertanya padamu?" Aku penasaran pada satu hal jadi kuputuskan untuk bertanya.
"Bertanya lah dan jangan panggil aku dengan embel-embel tuan, jika umur kita tak terlalu jauh berbeda" katanya memperingati ku.
"berapa umur mu?" timpalnya lagi.
"22 tahun" jawabku singkat
Ia tersenyum dan menyahut lagi. "25 tahun. itu umur ku".
" Baiklah " pasrahku padanya.
"Apa boleh aku bertanya sekarang?" aku menatapnya dan ia mengangguk.
"Apa kau menemukan dompet saat kau membawa ku? dan kemarin malam aku tak memakai pakaian seperti ini lalu siapa yang menggantikan nya?" tanyaku pada Taehyung.
Kulihat Taehyung terkekeh sesaat sebelum berucap. "Untuk dompet mu kusimpan dilaci nakas aku tak membukanya jujur" Ia mengangkat tangan mensejajarkan nya dengan disamping dada. "Dan untuk pakaian mu-..." ia menggantung kalimat nya dan tersenyum jahil padaku.
"Apa itu penting" timpalnya lalu melenggang pergi keluar dari kamar meninggalkan aku yang mematung dengan mulut terbuka.
Apa katanya tadi? apa itu penting?! hah? jelas itu penting! ah bedebah tampan itu! membuat aku penasaran saja.
Aku membuka laci nakas dan mengambil dompet yang kucuri dari tua bangka mesum tadi malam.
ah dan satu lagi! aku akan mengingat penghianat Sera pada ku.
Rencana tadi malam telah kami susun dan apa yang dia lakukan bukannya mengecoh antek-antek ******* itu ia malah ikut mengejarnya ku. dasar wanita sinting! menyesal aku memujinya.
_____________________
Malam pun tiba....
sebenarnya aku ingin pergi dari rumah ini namun titah tuan rumah yang tak ingin ditolak menjadi hambatan ku untuk pergi.
'Kau belum sembuh Nona Haejin, jadi aku tak akan mengizinkan mu pergi' katanya mutlak.
Dan disinilah aku sekarang, terduduk diatas ranjang dan menyandarkan punggung ku ke kepala ranjang.
"Nona Haejin, saya disuruh tuan untuk mengajak anda makan malam" Bibi membuka pintu lalu aku mengangguk samar.
"Bibi tunggu! apa aku boleh bertanya?" sungguh aku masih penasaran tentang hal ini.
"Nona ingin bertanya apa?" Bibi bertanya padaku. Sebenarnya aku malu untuk bertanya.
"Apa Bibi yang menggantikan pakaianku semalam?" tanyaku pada Bibi.
Kulihat Bibi tersenyum geli. Heol! ah aku sangat malu, tolong sembunyikan wajah ku ini.
"Tentu nona, kau fikir siapa yang akan menggantikan bajumu? " Bibi tertawa didepan ku. ah... aku benar-benar malu.
"Bibi! bukan itu maksudku!" aku merengek seperti Yoori yang merengek meminta susu. Kulihat Bibi hanya tertawa geli.
"Ah sudahlah! aku akan turun sekarang!" Aku berjalan melewati Bibi dan saat aku akan mencapai pintu.
Pintu itu terbuka dan hampir mengenai wajahku.
Dan pelakunya adalah Kim Taehyung. kulihat ia juga terkejut.
"Kenapa lama sekali, mari kita turun." Taehyung menggandeng tangan ku mungkin ia berfikir kepalaku masih sakit dan memberikan efek pusing.
Ia menuntun ku kemeja makan. Kulihat Yoori disana tengah mengunyah bulgogi.
"Eonni duduklah disini" teriak Yoori padaku. gadis kecil itu nampak semakin menggemaskan.
Taehyung mendorong kursi yang berada diseberang Yoori alu mempersilahkan ku untuk duduk.
Aku duduk berhadapan dengan Yoori dan disebelah kanan ku ada Taehyung.
"Bibi tolong sajikan makanan nya, dan kau bisa pulang setelah nya" perintah Taehyung yang diakhiri oleh senyuman langsung dituruti oleh Bibi.
Kami makan dalam diam.
Kami pun selesai makan dan Bibi sudah bersiap untuk pulang setelah menidurkan Yoori.
__________________________
02:43 KST....
Aku terbangun dari tidur ku yang tak nyenyak. entah mengapa fikiranku hanya tertuju pada Taehyung akhir-akhir ini.
Perlakuan manisnya membuat ku gila.
Aku terduduk sebentar diatas ranjang.
Lalu kuputuskan untuk keluar mengambil minum tenggorokan ku terasa kering sejak tadi.
Aku berjalan keluar kamar lalu menuntun langkah menuju dapur.
Saat sampai didapur, aku terkejut. Taehyung! sedang apa dia?
Aku melangkah mendekat kearah Taehyung.
"Taehyung-ssi" panggilku.