
Yueyin menyandarkan kepalanya ke dada Wang Hei, tangannya masih dengan erat memegang Wang hei "jangan pergi...." Wang Hei melepaskan tangan Yueyin, Yueyin menyadari itu semakin menguatkan pegangan nya "tidak boleh...."
tangan hangat memegang belakang kepalanya, kecupan hangat mengenai kepala Yueyin "aku salah.. aku tidak akan pergi" Yueyin tidak bisa mengatakan apapun dan hanya memeluk Wang hei erat "kau tidak di izinkan meninggalkan ku" Wang hei mengangguk "ya...aku akan tetap disamping mu selalu disisi mu"
entah bagaimana mereka berdua tertidur diranjang yg sama saling berpelukan, hingga fajar datang
semuanya sudah berkumpul Yueyin juga Wang hei berjalan bersama ke alun-alun akademi "bagaimana keadaan mu Yueyin ?" tanya Ling Zhou Yueyin menatap tenang "bukan masalah besar" Ling Zhou mengangguk
"Yueyin menurutmu sekarang kita akan latihan apa ?" Yueyin mengedikkan bahu "entahlah" Ming Guan menyadari sesuatu "Yueyin...ikatan rambut mu..." Yueyin menghela nafas dan melirik kesal Wang hei, Wang hei menggeleng kepala "wah apa yg kalian berdua lakukan ? aku ingat Wang hei menjaga Yueyin kan...jangan jangan kalian" Yueyin melayangkan tatapan mata dingin "diam !!" Lou Guang mengangguk patuh "baiklah aku diam"
Wang hei menutup mulutnya "jangan tertawa" Wang hei segera berdiri tegak dan tidak bertingkah lagi, zhishu tiba didepan mereka "baiklah sepertinya kalian semua sudah bisa bekerjasama kan...kalau begitu Wang hei kau pergilah dulu lanjutkan 2 putaran sebelum kelas" Wang hei mengangguk "kalau begitu Yueyin akan menemani ku" Yueyin mengerutkan dahinya "ah ? aku tidak mau pergi saja sendiri" Wang hei terdiam tak percaya "astaga kejam... semalaman aku menjaga mu tapi...."
"apa !! kau juga tidur ya jangan bicara sembarangan" Ming Guan tertawa "bagaimana kalau aku saja ?" tawar Wen Qing Wang hei menggeleng "tidak usah, aku hanya bercanda aku baik-baik saja" Wang Hei segera pergi setelah menolak tawaran Wen Qing
Yueyin menatap sejenak lalu menyusul Wang hei "serigala bodoh tunggu aku" Wang hei berbalik "hei !! siapa yg kau sebut bodoh" Ling Zhou mengikuti dari belakang "benar kau itu bodoh Wang Hei, terima saja lah" Wang hei mencibir "aku jadi ingin membakar sayap buruk mu"
setelah menyelesaikan 2 putaran mereka semua dibawa ke kota ,dalam sekali tebak Lou Guang juga Ling Zhou tahu dengan baik arah yg mereka akan tuju, "emh...master apa kita akan pergi ke arena tarung ?" zhishu mengangguk "benar, kalian semua sudah cukup berlatih juga introspeksi diri jadi ada baiknya untuk menambah pengalaman dengan bertarung sungguhan" Ming Guan terdiam "bertarung ? apa itu artinya kita perlu membunuh ?"
zhishu menggeleng "saat ini tidak, tapi kalian akan mendapatkan pengalaman itu tak lama lagi" Ming Guan berkeringat mendengar itu, Ling Zhou berdiri membantu Ming Guan "master anda terlalu..." zhishu berbalik "kekhawatiran mu terlalu berlebihan Ming Guan, ada saatnya dimana kau nanti dipertemukan dengan tangga kematian dan harus memilih membunuh atau terbunuh itu adalah sesuatu yg tidak bisa dihindari" Ming Guan memucat
Hangguang membantu Wen Qing yg sedikit gemetar, Yueyin menyembunyikan telapak tangan nya yg berkeringat kebalik lengan panjang jubah nya ,tak perlu waktu lama bangunan aren bertarung kota Bing Hu
mereka segera ke tempat pendaftaran atas perkataan zhishu dan mulai mendaftar kan diri "kalian mendaftar lah masing-masing dengan nama samaran lalu menemui ku" semua nya mengangguk "baik"
mereka semua sudah mendaftar dan pergi ke tempat pertemuan, zhishu sudah berdiri dengan kepala akademi "loh kepala akademi....anda datang untuk apa ?" tanya Lou Guang heran "kalian sudah mendaftar dengarkan lah sebelum lulus dari akademi kalian semua harus mendapatkan rank perak perorang"
"apa ?! tapi itu sedikit sulit kan jika perorangan, Ming Guan bagaimana ?" Ling Zhou melirik Ming Guan "di tingkat 28 lawan nya tidak akan berada di level atas ,lagi juga dia sudah berlatih banyak kan tidak akan sangat lemah" Ming Guan tersenyum mendengar pujian itu zhishu terbatuk sejenak "sudahlah bicarakan lagi didalam ruangan disini terlalu mencolok" kepala akademi menyadari mereka menjadi tontonan karna kecantikan yg dimiliki 3 murid juga 1 guru wanita lalu ketampanan murid-muridnya ini "itu benar kita ke ruangan istirahat saja"