Sacrifice of Love

Sacrifice of Love
PART 1



..._______PART 1_______...


Aku masuk menapakkan kakiku ke dalam bangunan yang dipenuhi dengan hingar bingar lampu disko yang terus berubah-ubah warna disambut dengan dentuman keras musik yang diputar oleh seorang DJ andalan mereka di club ini.


Aku terus berjalan masuk kedalam dan berhenti didepan meja bar lalu mendudukkan bokong ku diatas kursinya.


Aku tengah menunggu seseorang.


Aku memesan satu gelas Tequila, menyesapnya dengan ujung lidah ku lalu menelannya kening ku mengkerut reflek saat rasa pahit menusuk tenggorokan ku. Aku memang tak terlalu pandai dalam urusan alkohol.


"Hey! Kau sudah sampai? seawal ini?" Tanya seseorang yang tengah kutunggu sedari tadi. Namanya Yoo Sera, sahabatku sejak dibangku sekolah dasar. Ia telah kuanggap seperti kakak ku sendiri. Karena ia selalu bersama ku disaat saat tersulit ku.


"Kau menunggu lama?" Sera bertanya kembali dan aku hanya menganggukkan kepalaku.


"Haejin-ah apa kau yakin dengan perkataanmu ditelpon tadi?" Ia bertanya lagi namun reaksi dan ekspresi ku kini berbeda. Aku menunduk dalam dengan raut wajah murung.


Aku mendongak dan menatap Sera.


"Sebenarnya aku tak yakin Sera-ya. Tapi tak ada pilihan lain aku baru saja dipecat dari pekerjaan paruh waktu ku di minimarket itu dan aku telah melamar keberbagai tempat, namun hasilnya nihil tak ada yang mau memperkerjakan ku" Aku menunduk lagi dan kini menyembunyikan wajah murung dibalik kedua telapak tanganku.


Aku ingin menangis sumpah! Namun kutahan karena tak ingin Sera mengkhawatirkan ku.


Sera adalah wanita yang mandiri. Ia bekerja diclub ini sebagai wanita malam namun aku tak mempermasalahkan itu karena ia wanita yang baik, sungguh! Ia tak akan menjadi perebut milik orang karena pekerjaannya itu, ia bukan wanita-wanita antagonis difilm, ia hanya akan melayani lalu dibayar itu saja.


Ia tak akan pernah melibatkan perasaan didalam pekerjaan nya karena itu berbahaya" itu yang ia katakan padaku.


"Haejin-ah kuharap kau tahu apa yang kau pilih. Bekerja seperti ku ini tak mudah Haejin" Ia memperingati ku sekarang, raut wajahnya nampak serius dan aku kini menjadi gugup.


"Aku tahu! tapi aku tak ada pilihan. Jika aku tak membayar hutang ayahku tua bangka sialan itu akan menikahiku dan aku juga memikirkan masa depan kedua adik ku Sera-ya" Aku mengerang frustasi akan nasib sial ku. Namun aku bukan gadis yang akan gampang menyerah hanya karena guncangan seperti ini.


"Kau bisa meminjam uang padaku kalau hanya untuk membayar hutang ayahmu" Kata Sera lagi, mengapa ia selalu menatap ku dengan tatapan prihatin seperti itu, aku tak suka dikasihani.


"Sera-ya aku telah banyak merepotkan mu dan lagi pula hutang ayah ku tak sedikit dan sudah ku bilang aku ingin melihat adik adikku menjadi orang yang berguna aku tak ingin mereka seperti ku" Kulihat Sera hanya menghela nafas lalu menghembuskan nya, ia sama frustasinya seperti diriku.


"Baiklah kuharap ini jalan yang terbaik, aku akan membawa mu menemui madam, mari ikut aku" Sera berjalan didepan memimpin jalan.


Sera mengetuk pintu lalu meminta izin untuk masuk dan dengan mudah nya ia diizinkan memasuki ruangan itu. Kudengar dari Sera ia adalah wanita kesayangan madam karena ia selalu dipesan banyak pria dan tak ada satu pun yang komplen atas hasil kerja Sera. Aku memaklumi dan mempercayai itu Sera adalah wanita yang cantik bentuk tubuhnya juga terawat jadi tak heran ia mendapatkan banyak pelanggan dan membuat wanita wanita malam yang lain merasa iri.


______________


Kami masuk kedalam ruangan mewah itu dan aku benar-benar kagum dengan desain interior nya itu sangat pas dengan seorang wanita yang tengah duduk dikursi kebanggaannya kini.


"Jadi Sera-ssi, apa ini teman yang kau bicarakan waktu itu?" tanya madam pada Sera. Aku gugup setengah mati ditengah tengah sini.


"Ia madam tidak mengecewakan bukan?" Kata Sera lalu merangkul pundakku. Gaun minim yang Sera pakai sangat mengganggu mataku sebenarnya namun sebentar lagi aku juga akan memakai pakaian yang sama dengan nya.


"Kau benar, kau bisa langsung bekerja malam ini. Siapa namamu sayang?" tanya madam padaku. Aku sangat kikuk dengan orang baru.


"Moon Haejin" jawab ku singkat


"Baiklah Haejin kau harus menandatangani ini dan kau bisa mulai bekerja" Sera mengisyaratkan ku untuk menandatangani berkas itu dan aku pun menurut.


Aku buta huruf karena hanya bersekolah sampai Kelas 2 Sekolah Dasar.


Aku hanya asal menandatangi.


"Baiklah terimakasih nona Haejin, kalian berdua persiapkan dia untuk tamu istimewa kita" kata madam memerintah kan dua orang wanita disamping kiri dan kanan nya mereka lebih mirip seperti dayang sang ratu.


"Baik madam" menurut lalu menuntun ku keluar dari ruang madam meninggalkan Sera yang masih didalam sana.


Mereka membawaku kesebuah ruangan dan disana penuh dengan lingerie dan make up.


"Persiapkan dia untuk tamu khusus" perintah wanita yang membawa ku tadi.


Aku mulai dipilihkan baju dan dirias.


Butuh beberapa menit untuk waktu ku bersiap.


"Sudah! kau bisa membawanya"