Ramish

Ramish
Sembilan



Setelah berlari cukup jauh dan melelahkan akhirnya Zia sampai didepan pintu ruang pertemuan. Sebelum membuka pintu tersebut mula-mula Zia menarik nafas dalam-dalam agar Zia dapat menghadapi apapun yang akan terjadi didalam sana.


Brrukkk


Suara pintu yang didorong dengan sekuat tenaga dan membentur tembok.


Disaat Zia mengedarkan pandangan kegela arah akhirnya Zia menemukan sesosok yang ia cari yaitu Hamish pria balok es. Karena diruang tersebut sudah dikumpulkan beberapa santri baik santri laki-laki atau perempuan dan beberapa guru dan ustadz yang mengajar diponpes tersebut dan tidak ketinggalan Umma dan Abi yai juga ada disitu. Hamish terlihat sedang memegang palu dan didepannya ada sebuah meja dan Hamish meletakkan sedang meletakkan sebuah handphone yang tak lain milik Zia


“Stopppp!!” teriak Zia


Secara otomatis seluruh orang yang berada diruangan itu terkejut dan melihat kearah pintu keberadaan seorang perempuan bercadar.


“Apa yang akan kamu lakukan dengan handphone ku huh” teriaknya lagi


“Apa??? Hahahah tentu saja akan aku makamkan handphone milik mu ini” jawab Hamish terlihat seperti iblis yang berwajah tampan


“Aku tidak akan tinggal diam jika kamu akan mencoba merusak handphone milikku” kata Zia penuh penekanan


“Apa yang akan kamu lakukan huh” jawab Hamish


Saat Zia mulai melangkah menghampiri Hamish dan handphone, tiba-tiba Zia harus menghentikan langkah nya karena dihentikan oleh umma.


“Assalamu’alaikum nak Zia, ada apa ini?” ucap umma


“Waalaikumsalam umma,” jawab Zia sambil mecium tangan umma


“Maafkan aku umma aku telah membuat kekacauan diruangan ini, tapi ini semata-mata hanya untuk mengambil apa milikku yang sudah diambil paksa oleh laki-laki itu dan sekarang dia akan menghancurkan nya” lanjut Zia


“Apa handphone itu milikmu sayang” kata umma lembut


“Iya umma, itu milikku dan juga aku sudah mengatakan pada nya jika aku sudah mendapatkan izin untuk membawa dan menggunakan nya.” Jawab Zia


Disisi lain Hamish dan semua orang tercengang akan kedekatan umma dan perempuan itu. Akhirnya Hamish membuka suara nya.


“Maaf umma, apa umma kenal dengan perempuan ini?” tanya Hamish


“Tentu umma mengenal nya, perempuan ini bernama Razia Ananda Putri bukan hanya umma abimu pun mengenal Zia karena kami lah yang mengajak Zia kemari dan memberikan izin untuk nya.” Jelas umma


“Jadi, dia perempuan yang waktu itu umma cerita kan” tanya Naufal menghancurkan keheningan


“Iya dek ufal ini Razia anak dari sahabat nya umma” ucap umma


“Umma bagaimana dengan nasip handphone milik Zia” tanya Zia


Segera umma memalingkan wajah kearah Hamish yang masih diam membisu.


“A’a tolong kembalikan handphone milik Zia” ucap umma


“Hmmm maaf umma bicara apa” tanya Hamish


Karena terhanyut dalam fikiran nya dia sampai tidak mendengar apa yang dikatakan umma nya.


“Apa yang kamu fikiran a’ sampai tidak mendengar ucapan umma” tanya umma


“Tidak umma, aku hanya berfikir kok bisa umma mengajak perempuan seperti inu kesini” jawab Hamish


“Maksud mu apa huh, maksudmu perempuan seperti apa diriku” ucap Zia


“Sudah-sudah, umma tidak ingin mendengar perdebatan kalian lagi” kata umma mererai keduanya


“Maaf umma!” kata mereka serempak


“Khemmm pasangan yang serasi” ucap Naufal terkekeh


“Diam!” kata mereka lagi


Mendengar perkataan mereka berdua Naufal hanya cengengesan tak berdosa, abi uma dan yang lainnya hanya mengulum senyuman menahan tawa mendengar dan menyaksikan hal tersebut.


#######


hmmm bagimana kelanjutan nya ya🤔😊


Jangan lupa untuk like, komen dan vote nya ya sahabat 🙏❤😘