
Tiba-tiba gelak tawa ketiga sahabat Zia terhenti karena mereka tidak sengaja melihat sesosok pria tampan yanh beradi dibelakang Zia saat Zia tidak sengaja menggerakkan kan layar handphone nya.
“Zia dibelakang lo siapa itu.?” Tanya Alya
“Huuumm apa.?” Jawab Zia sambil memutarkan tubuh nya.
Deg
Mata mereka salinh beradu pandang “Siapa cowok ini?” batin Zia. Lalu Zia buru-buru mematikan panggilan video call dari sahabat nya.
“Assalamu’alaikum ukhti, apa anti santriwati baru diponpes ini” tanya laki-laki tersebut.
#Anggap saja ini Hamish Ibnu Al Jarish
Zia hanya bisa menganga dan tidak mengedipkan mata nya sama sekali saat melihat laki-laki yang berada dihapannya itu. “Subhanallah!! Ya Allah kenapa engkau turun kan pangeran surgamu sekarang.heeee. Atau jangan-jangan sekarang gue udah meninggal nihh dan sekarang gue udah disurga. Allah Hu akbar yang bener aja, cowok tampan nan manis ini hmmmmm.” Batin Zia meronta-ronta
“Khemm, ukhti apakah anti baik-baik saja.” Ucap Hamish
Seketika lamunan Zia pudar dan kesadaran nya mulai kembali.
“Ahh iya, ada apa ya?” tanya nya kepada Hamish.
“Apakah anti santriwati baru diponpes ini” kata Hamish
“Hmm ya bisa dikatakan seperti itu. Mungkin!” Jawab Zia yang sudah mengontrol keterkejutan nya dan merubah ekpresi nya menjadi cuek kembali.
“Berarti anna harus beritahu anti bahwa diponpes ini para santri dilarang membawa atau menggunakan handphone bahkan bukan hanya ponpes ini saja yang memberlakukan larangan tersebut.” Ucap Hamish dengan wajah dingin yang tetap tampan itu.
“Ya tentu aku tahu, lagipula aku sudah mendapatkan izin untuk hal ini.” Jawab Zia tak kalah dingin.
“Siapa yang memberikan izin itu kepada kamu?” Ucap Hamish
“Siapa kamu yang mau tahu urusan orang lain huh.” Kata Zia yang tak kalah dingin dengan sorot mata yang tak kalah tajam dengan Hamish.
“Aku, kamu gak tahu siapa aku huh. Bahkan seluruh santri disini tahu siapa aku, sampai ke pelosok daerah, kota bahkan luar negeri pun tahu siap aku ini.” Kata Hamish yang mulai meninggikan suara nya.
Perdebatan anatara Zia dan Hamish mulai memanas, gimana gak panas orang ditengah-tengah perkebunan apel disianh hari.heeee. Akhirnya seseorang datang bukan untuk mererai mereka tetapi ada hal penting yang harus dia katakan dengan Hamish, ya itu adalah Naufal adik sekaligus tangan kanan nya.
#ini visualnya Naufal Ibnu Al Jarish
“Assalamu’alaikum A maaf ganggu tapi ini penting “ kata Naufal
“Ada apa dek.” Tanya Hamish
“Bisa kita kesana dulu A'a” ucap Naufal lagi
“Baik dek, tapi tunggu dulu sebentar.” Katanya pada Naufal.
Saat membalikan badannya, Hamish menaikan salah satu alis nya heran kemana perginya gadis tadi cepat sekali hilangnya. Merasa heran dengan A'a nya Naufal pun memberanikan diri untuk bertanya.
“A’a mencari siapa,” tanya Naufal membuyarkan lamunan A’anya.
“Gadis tadi, anta liat kan tadi anna bicara dengan gadis tapi dimana dia sekarang.” Ucap Hamish
“Khemmm seperti nya ada yang sedang kasmaran nih.” Kata Naufal sambil terkekeh.
“Apa lah anta ini, gadis itu sudah melanggar peraturan dan A’a Cuma ingin memberitahu dan memberikan toleransi.” Ucap Hamish yang mengedarkan pandang nya kesegala arah.
“Sudahlah A’a nanti kalau jodoh pasti bertemu heeee.” Ucap Naufal cengengesan
“Apalah anta ini, sudah-sudah tadi anta jngin membicarakan apa?” tanya nya kepada Naufal.
#######
Ayo sahabat jangan lupa dukungan dan sarannya.
Dan jangan lupa sahabat untuk meninggal kan jejak🙏❤😍