Ramish

Ramish
Duapuluh



Disaat Zia sedang menunggu Hamish dan Naufal yang akan menjemput nya, Zia dikaget kan oleh tangan kecil yang menarik-narik baju nya. Saat Zia membalikkan badannya dia melihat laki-laki berwajah babyface yang sedang menatap dirinya.


"Apa kamu yang menarik baju ku?" Tanya Zia


"Hai kakak cantik heee" Sapa anak kecil yang masih memegang baju Zia.


"Ohooo jadi kamu yang menarik baju ku?" Tanya Zia


"Heee maaf kakak cantik, aku lupa nama kakak jadi aku menarik baju kakak!" Jawab Dio dengan cengiran manis nya.


"Maaf ya adik ku memang jahil!" Ucap kakak Dio


"Hmm tidak masalah. Ohh ya namamu Dio kan!" Kata Zia


"Kakak masih mengingat nama ku, kakak memang lah yang terbaik!" Ucap Dio memeluk Zia


"Benarkah." Kata Zia sambil membalas pelukan Dio dan menggendong tubuh gempal Dio


"Dio turun! Kamu ini!" Kata kakak Dio kesal


"Baik kak!" Jawab Dio turun dari gendongan Zia sambil cemberut


"Maaf atas kelakuan adikku!" Kata kakak Dio


"Sudahlah, wajar Dio masih anak-anak jangan dimarahin terus dan ya jangan meminta maaf terus. Seperti nya stok kata maafmu banyak ya!" Kata Zia terkekeh


"Baik lah, oh ya dari tadi kita belom berkenalan!" Ucap kakak Dio


"Sungguh, oke lah. Nama ku Zia." Jawab Zia


"Aku Revandoko Satria Putra panggil saja Revan!" Kata Revan


"Jangan kak! Panggil aja kak Rere heee" Kata Dio cengengesan


"Sudahlah jangan kamu dengarkan adikku ini!" Ucap Revan


"Tapi panggilan itu bagus juga, tapi ya aku akan memanggilmu Revan" Jawab Zia


" Rumahmu dimana? Dan apa yang kamu lakukan disini?' tanya Revan


"Rumahku di....."


Sebelum Zia menyelesaikan ucapan nya suara klakson mobil milik Hamish mencuri perhatian Zia.


"Dek Zia ayo!" Teriak Naufal


"Iya bang! Maaf ya aku duluan. Assalamu'alaikum" Ucap Zia sambil melambaikan tangan nya fan meninggalkan dua laki-laki berbeda usia tersebut.


***


"Khemm tadi siapa laki-laki itu?" Tanya Hamish


"Ahhh laki-laki siapa?" Ucap Zia


"Huuuh sudah lah lupakan!" Kata Hamish


Zia yang belum mengerti arah pembicaraan Hamish hanya diam tidak tau harus bicara apa. Dan jika hanya menjawab "iya" Pun Zia ragu. Hingga sampai dikantor milik keluarga Hamish pun mereka hanya diam dalam pikiran masing-masing.


"Kamu tunggu disini aku akan mengadakan rapat setelah itu kita pulang" Kata Hamish


"Dek Zia gak papa kan jika ditinggal sendirian?" Tanya Naufal


"Gak papa kok bang" Jawab Zia


"Ya sudah abang tinggal dulu ya assalamu'alaikum" Kata Naufal


Setelah satu jam lamanya menunggu akhirnya Hamish dan Naufal menyelesaikan rapat nya. Diruangan Hamish Zia sudah tertidur disofa karena lelah dan bosan menunggu.


"Dek masih ada berkas yang belum dilihat tidak?" Tanya Hamish


"Sepertinya tidak a'a semua sudah selesai tinggal memberikan tugas berikut nya ke menejemen kantor!" Jawab Naufal


"Baiklah. Kita akan langsung pulang atau..." Kalimat Hamish tergantung karena melihat Zia tertidur


"Kita bangunkan atau bagaimana a'a" Tanya Naufal


"Biarkan dulu, mungkin dia lelah. Sebaiknya anta belikan makanan karena ini sudah lewat jam makan siang!" Kata Hamish


"Baik a'a, anna akan keluar cari makanan dulu, assalamu'alaikum!" Pamit Naufal


"Hati-hati dek, waalaikumsalam!" Ucap Hamish


Setelah kepergian Naufal, Hamish diam-diam memperhatikan Zia yang sedang tertidur pulas walaupun hanya terlihat mata nya saja yang sedang terpejam. Tapi entah mengapa ada dorongan kuat untuk memperhatikan Zia yang sedang tertidur. Tiba-tiba Zia membuka mata nya dan terkejut karena ketika membuka mata langsung melihat wajah tampan milik Hamish. Reflek Hamish langsung berdiri dan berjalan menuju meja nya dan pura-pura tak terjadi apa-apa padahal jantung nya maraton tanpa berlari.


"Kenapa nihh jantung dag dig dug gak karuan, mereka dugem kok gak ngajak gue sih!" Grutu dalam hati Zia


"Huuhh astaghfirullah ya Allah maafin anna ya Allah. Iman tinggal tipis jika terus menerus seperti ini terus bisa gawat nihh. Abi umma bantu aku!" Teriak hati Hamish


####


jangan lupa dukungan nya sahabat!🙏


like koment dan vote ya🙏


agar author nya semangat up nya!