Ramish

Ramish
Limabelas



Setelah acara pengajian selesai semua keluarga abi Yai pulang kerumah utama tak kecuali Zia karena umma ingin membicarakan hal yang beberapa jam lalu.


“Jadi gini umma mau nanya apa yang terjadi sebelum Zia ditunjuk untuk menggantikan Hamish diatas panggung!” tanya umma


“Begini umma tadi tiba-tiba A'a minta untuk digantikan dan dia juga minta untuk Zia yang menggantikan nya. Dan menurut abi itu bagus, Zia jadi bisa belajar untuk menguasai panggung jadi suatu saat Zia bisa menggantikan kita nanti.” Jelas abi


“Tapi bi kenapa tidak memberitahu Zia dari awal tadi sebelum acaranya dimulai?” Tanya Zia


“Maafkan abi, karena a’a bicara sama abi juga mendadak saat acara akan segera dilaksanakan!” jawab abi


“Tapi gak seperti itu bi, aku bisa belajar kapan saja dan alasan itu yang tidak bisa aku terima bi!” ucap Zia


“Tapi dek Zia tadi dalam penyampaian nya sudah sangat baik untuk seorang pemula, abang ufal aja sampai terkejut dan bangga.” kata Naufal


”Dek ufal dimana a’amu itu?” tanya umma


“Umma mencari ku, maaf aku baru kembali karena ada beberapa urusan yang harus aku lakukan!” ucap Hamish


“Umma,, abi,, bang ufal Zia izin untuk kembali ke asrama karena ada tugas yang Zia belum selesaikan!” kata Zia


“Baiklah, kamu bisa kembali ke asrama.” Ucap umma


Disaat kepergian Zia umma hanya bisa menarik nafasnya, karena umma baru mengetahui pertengkaran mereka yang sampai sekarang masih berlanjut. Umma mengetahui itu karena Naufal lah yang bercerita alasan kenapa Hamish meminta abinya untuk digantikan oleh Zia yaitu ingin memberi sedikit pembelajaran untuk Zia tapi bukan pembelajaran yang semestinya.


****


Diasrama Zia merasa ingin sekali marah tapi dia tau ini bukanlah tempat untuk melampiaskan amarahnya tersebut. Karena tidak ada hal yang akan Zia lakukan akhirnya Zia memutuskan untuk menghubungi teman-teman nya.


“Assalamu’alaikum kalian!” ucap Zia


“Waalaikumsalam ukhti hahahahah” jawab mereka serempak dengan gelak tawa


“Gak usah berlebihan gue baru dua minggu disini!” kata Zia


“Heee selow kawan, gimana-gimana lo disitu kayanya sih betah ya?” tanya Alya


“Betah gak betah sih,” jawab Zia


“Apa yang buat lo gak betah Zi penasaran gue?” tanya Dina


“Anak abi Yai yang buat gue gak betah, udah beberapa kali tuh orang buat gara-gara sama gue!” jawab Zia


“Sabar-sabar bos,haaaaaa baru kali ini gue lihat lo begitu keselnya sama orang” ucap Ria cengengesan


“Tau ahh, gila banget tuh balok es. Dia tuh cowok dingin sok cool, nyebelin suka nyari gara-gara sama gue. Tapi ya lo tau kan siapa gue jadi kalo Cuman nutup mulut tuh cowok mudah lah” kata Zja menyombongkan diri


“Entah lah, tuh orang nyebelin nya tingkat tinggi!” ucap Zia


Semua teman-teman Zia tertawa terbahak-bahak, karena mereka tau bahwa sejak dulu Zia paling anti dengan mahluk yang berjenis kelamin laki-laki.


“Puas lo semua ketawain gue, kalo gitu gue gak bakal lagi hubungi kalian semua!” ucap Zia kesal


“Sorry sorry! Ya kita kan sahabat dari dulu, kita juga tau lo gimana. Lo kan paling anti tuh sama yang namanya cowok.” Ucap Ria


“Bener itu, gue dan yang lain juga tau cowok yang deket sama lo itu pasti Cuma saudara lo dan itu juga lo pasti ngasih jarak buat cowok deket sama lo” ucap Alya


"Ralat gue gak deket sama tuhh cowok" ucap Zia kesal


"Benarkahh!!!" tanya Alya


“Sebentar jangan kesel gitu dong! kita ketawa karena merasa lucu aja, lo kok bisa-bisa nya berurusan sama cowok apa lagi itu anak Yai dan pemilik ponpes. Berarti kan sering ketemu tuhh!” sahut Dina


“Gue juga gak tau, tapi sumpah gue sebel banget sama cowok itu!. Kalo liat mukanya pengen banget gue timpuk pakek kotoran kambing apalagi kalo denger dia ngomong cabai satu kilo punkalah pedes nya!” ucap Zia


“Awas lohh nanti lama-lama suka baru tau rasa!” kata Alya cengengesan


“Nahh bener tuhh hahahaha” Dina tertawa


“Gak, gak mungkin gue suka sama orang kaya gitu.” Ucap zia ketus


“Behh sabar-sabar ustazah” sahut Ria cengengesan


“Ooya gue mau kasih kabar baik buat lo, kalo dua minggu lagi gue mau merried heee!” kata Alya cengengesan


Dari semua orang disitu hanya Zia lah yang terkejut dengan pernyataan sahabat nya itu. Karena mereka semua sudah tau dan hanya Zia lah yang baru saja diberitahu.


“Yeee gila lo, gak usah becanda siapa yang mau sama lo” Ucap Zia tertawa


“Ngehina lo ya, gak sadar diri huh. Nihh calon suami gue!” sahut Alya mengarahkan layar handphone ke laki-laki disamping nya.


“Zidan!” ucap Zia terkejut


Sejujurnya Zia pernah menyukai laki-laki yang sekarang akan menikah dengan sahabat nya itu. Zidan ahmad heryawan adalah laki-laki yang perfect yang disukai Zia, namun karena Zidan memutuskan untuk pergi ke Singapura mengikuti kemauan orang tua nya Zia tidak lagi memikirkan laki-laki itu. Tapi takdir apa ini, laki-laki yang dulu Zia sukai sekarang akan bersanding dengan sahabat nya itu.


######


jangan lupa dukungan nya sahabat!!!


like, koment dan vote untuk mendukung author nya supaya semangat up nya!!🙏😘