Ramish

Ramish
Enambelas



“Iya Zi, dia adalah Zidan cowok yang dulu gue suka dan dulu kita sempat pacaran sebelum dia pindah ke Singapura dan sampai sekarang!” ucap Alya


“Tapi lo kok gak pernah cerita ke kita kalo lo selama ini punya hubungan spesial sama Zidan?” tanya Dina


“Heee maaf ya, bukannya gue mau nutupin itu semua tapi itu juga kesepakatan aku dan Zidan” jawab Alya


“Kalo gue sih bodoamat lo mau nyembunyiin apapun dari kita, karena gue tau kalo lo emang kaya gitu dari dulu” tukas Ria


“Sorry! Gak gitu loh, maafin gue!” ucap Alya


“Bukannya lo semua udah tau kalo mereka udah mau nikah sebelum gue, tapi kok bisa kalian semua gak tau hubungan mereka dari awal” tanya Zia bingung


“Ya itu lah, si Alya cuma bilang kalo sebentar lagi mau nikah doang sama si Zidan. Bukan kita nya yang gak ingin tau, tapi Alya nya yang gak pernah ngasih tau walaupun kita sering banget nanyain!” ucap Ria


“Hmmmm” Zia


“Sorry! Maksud gue itu pengen nyeritain nya nanti waktu kita kumpul lagi, gue cuma mau buat kejutan buat kalian semua!”kata Alya


‘Udahlah, jangan terlalu dipikirin tuh omongan nya Ria. Gue ucapin selamat buat kalian berdua somoga langgeng ya!” ucap Zia


“Makasih Zi! Lo emang sahabat baik gue pokoknya!” Ucap Alya


“Gue tutup ya, ada hal yang mau gue kerjain!” ucap Zia


Belom sempat mendengar jawaban sahabat nya Zia memutuskan panggilan dahulu, karena ada sesuatu yang mengganjal dihati nya. Ingin sekalia Zia berteriak sekeras mungkin, menangis dan mengeluarkan semua yang ada dihatinya tapi apa lah daya itu tidak lah mungkin. Akhirnya Zia memutuskan untuk keluar dari Ponpes untuk mencari sesuatu yang bisa menghilangkan gundah dihatinya atau tempat untuk melepaskan beban dihati nya.


****


Ditempat lain Hamish sedang bergulat dengan berkas-berkas yang menumpuk ingin dilihat tapi hati Hamish ingin sekali istirahat atau berjalan-jalan menenangkan otaknya yang sudah panas dan lelah.


Akhirnya Hamish memilih untuk berjalan-jalan ditaman ponpes yang berada didekat perkebunan. Tetapi tiba-tiba Hamish dikejutkan dengan suara triakan seorang perempuan dibalik pohon rindang.


“Aaaaaakhhh!!!”


“Kenapa!! Kenapa ini gak adil banget buat gue! Hicks hiks! Kenapa semua nya selalu kaya gini! Apa salah gue? Tuhan!! Kenapa hidup gue kaya gini!! Dari dulu gue diem! Gue selalu diem! Dan kali ini gue gak bisa diem! Kenapa huh? Karena ini bener-bener buat hati gue hancur!”teriak perempuan itu


Dengan sangat jelas Hamish mendengar isak tangis yang sangat pilu dari perempuan itu, dan entah kenapa hati Hamish juga ikut merasa sakit mendengar nya.


Dengan perlahan Hamish mendekati arah suara tersebut, seperti suara perempuan itu sangat familiar ditelinga nya tapi siapa?


“Dari dulu hidup gue selalu Tuhan beri cobaan, gue selalu sabar dan ikhlas udah banyak kata-kata motivasi yang gue baca! Gue teladi! Gue pakek buat sedikit nyembuhin hati gue! Tapi itu semua hanyalah sekedar kata-kata! Sumua kata-kata yang gak berarti sama sekali buat gue! Karena apa? Karena gue gak pernah dapat keadilan dalam hidup gue! Hikss hikss


Gue daridulu ngikutin semua yang orang tua gue mau! Gue ikutin sumua keinginan mereka walaupun hati gue teriak menolak! Tapi apa huh? Walaupun gue nolak juga gak ada yang peduli! Dan sekarang gue kira orang yang selama ini baik ke gue ternyata dia manfaatin gue buat deket sama sahabat gue!” teriak nya lagi


Akhirnya Hamish berada tepat dibelakang pohon tempat cewek itu menangis dan teriak. Saat Hamish ingin menghampiri perempuan itu tapi tiba-tiba ada yang menepuk pundak nya.


“A’a ngapain disini?” tanya orang itu


“Dek ufal! Astaghfirullah ngagetin aja” kata Hamish


“Heee maaf a', ooya a’a ngapain disini?”tanya Naufal lagi


“Hmmm tidak ada” jawa Hamish


“Ooya a’a anna ingin mengajakmu menemui abi karena tadi abi memanggil anta” kata Naufal


“Sebentar dek ada yang ingin anna lihat!” ucap Hamish


Saat sudah sampai ditempat dimana perempuan tadi menangis tetapi tidak ada seorang pun disana, Hamish mengedarkan pandangan nya keseluru penjuru tempat tersebut tapi tidak menemukan apapun. Tetapi mata Hamish menemukan sesuatu dibawah pohon tersebut, sebuah gelang emas dan ada sebuah ukiran cantik disana berinisial A.


“Apa itu a'?” tanya Naufal


“Kalung!” ucap Hamish spontan


“A’a ini gimana! Ini tuh cincin!” ucap Naufal tertawa


“Seperti nya anta harus kedokter gigi!” kata Hamish


“Ngapain a’a anna harus kedokter gigi? Anna tidak sakit gigi kok!” ucap Naufal


“Untuk meriksain mata anta itu! Sudah lihat ini gelang masih bertanya lagi!” ucap Hamish


“Heee a’a ini, tapi seperti nya a’a sudah terkena virus nya dek Zia nih” kata Naufal


Hamish menaikan satu alis nya heran dengan apa yang dikatakan Naufal, virus? Virus apa yang disebarkan oleh Zia? Tanya batin Hamish.


“Virus apa?” tanya Hamish


“Virus bercanda haaaahaaa!” ucap Naufal tertawa


Hamish tidak menghiraukan Naufal yang sedang tertawa entah apa yang Naufal tertawakan. Hamish berjalan meninggalkan Naufal yang sedang duduk dan memegang perutnya. Hamish memasukkan gelang itu kedalam saku celana nya.


****


Ditempat lain Zia sudah kembali ke kamar asrama nya dan bertemu dengan teman-teman baru nya. Zia sudah meluapkan segalanya saat dia ketaman belakang ponpes karena disana lah tempat sepi, sejuk dan jarang dijamah orang.


Tiba-tiba Zia teringat sesuatu yang mengganjal dipikirannya.


“Zi kenapa kamu kok gelisah gitu?” tanya Imah teman satu kamar nya.


“Hmm gak tau nihh, aku kaya kelupaan sesuatu tapi gak tau apa!” ucap Zia


“Ya sudah difikirkan nanti saja, ayo ini sudah masuk Ashar kita pergi ke mushola!” kata Fatimah


“Baiklah ayo!’” ucap Zia


Akhirnya Zia dan seluruh santri meninggal kan asrama nya masing-masing untuk pergi ke mushola. Setelah melaksanakan sholat ashar berjamaah ada santri yang akan menghafal Al-Qur’an, mengaji atau mengikuti kegiatan lainnya.


######


jangan lupa like,koment dan vote nya ya!!


buat dukung author nya😍🙏