Ramish

Ramish
dua puluh satu



Hamish memilih untuk duduk dikursi nya dan Zia masih duduk disoffa sedang mengumpulkan nyawanya. Keheningan memehuni ruangan tersebut mereka larut dalam fikiran nya masing-masing. Sampai akhir nya Naufal datang dengan membawa beberapa bingkisan.


"Assalamu'alaikum semuanya!" Ucap Naufal


"Waalaikumsalam" Jawab Zia dan Hamish bersama


"Ini anna sudah bawakan makanan untuk kita semua," Ucap Naufal


"Ayo a'a kemari lah kita makan bersama!" Tambah Naufal


"Kita makan diruang rapat saja dek, ayo!" Kata Hamish dingin


"Baiklah a'a, dek Zia gak papa kan jika kita tinggal sendirian. Ruangan rapat berada pas disamping ruangan ini, jika sudah selesai kamu kesana saja ya!" Ucap Naufal


" Iya bang gak papa, makasih bang!" Kata Zia


"Iya dek sama-sama!" Jawab Naufal


"Dek ufal!" Teriak Hamish didepan pintu


"Iya a'a iya, ya udah dek bang ufal tinggal ya. Assalamu'alaikum!" Ucap Naufal


"Waalaikumsalam bang!" Jawab Zia


Setelah kepergian Hamish dan Naufal keruangan rapat untuk makan, Zia membuka cadar nya dan memulai untuk makan. Karena perutnya sudah sangat lapar karena di acara pernikahan Alya Zia tidak makan atau pun minum sama sekali.


"Heran deh bang ufal sama balok es itu beda banget sikap nya, bang ufal lebih baik dan sopan lah itu dingin, galak, nyebelin lagi. Udah kaya gitu kadang berubah sikap nya jadi baik dan wibawa ya memang dia berwibawa tapi sikap dinginnya itu loh. Ganteng sih ganteng tapi kalo kaya gitu mahh nyebelin juga!' grutu gak jelas Zia sambil makan


"Dihh kok jadi mikirin tuhh balok es ya, astaghfirullah ya Allah maafkan hamba mu ini!" Ucap Zia dalam hati.


****


Diruang rapat yang seharusnya digunakan untuk rapat tapi sekarang menjadi ruang untuk makan oleh Hamish dan Naufal. Bagi Naufal makan dimana saja tempat nya asal kan makanan nya halah gak masalah.heees.


Didalam fikiran nya selalu terbayang tingkah laku cewek aneh yang selalu bertengkar dengan dirinya, dan tidak terasa diwajah dingin milik Hamish ada senyuman manis dan semu merah dipipi nya.


"Cantik!" Gumam Hamish tapi masih terdengar ditelinga Naufal


"Apa a'a yang cantik?" Tanya Naufal


"Apa?" kata Hamish


"Anna tadi mendengar a'a mengucapkan kata cantik! apa yang cantik?" tanya Naufal


"Mungkin anta salah dengar, anna tidak mengucapkan kata itu!" elak Hamish


"Aihh a'a ini, anna jelas-jelas mendengar anta mengucapkan kata cantik!" Ucap Naufal


"Sepertinya anta harus ke THT untuk periksa telinga anta" Jawab Hamish


"Hahh terserah anta lah, atau memang benar telinga anna bermasalah tapi tadi benar anna dengar anta mengucapkan kata cantik!' kekeh Naufal


" Terserah antum" Ucap Hamish berjalan menuju pintu.


"A'a habiskan dulu makanan mu ini, anna bisa-bisa dicincang dengan umma jika anta tidak makan!" teriak Naufal


"Anta habiskan lah itu, anna sudah kenyang!" ucap Hamish


Belum sempat Naufal bicara Hamish sudah meninggalkan ruang rapat itu. Karena takut mubazir akhirnya Naufal menghabiskan makanan tersebut karena dia benar-benar lapar. "Nanti jika lapar a'a pasti akan meminta ku untuk belikan makanan!" gumam hati Naufal.


#####


jangan lupa dukung author nya dengan, like koment dan vote ya kakak!🙏