Ramish

Ramish
Tigabelas



”Tidak, aku tidak akan menyentuh nya lagi.” Ucap Hamish


“Kamu tidak akan mati jika menyentuh tanah ini, dan suatu saat nanti kita akan kembali lagi ketanah kan” kata Zia


“Bahagia nya hatiku melihat wajah panikmu itu.heeeee” Batin Zia


“Iya aku tau itu, tapi tidak dengan tanah milikmu itu!”


“Ya sudah, tapi tolong pindahkan pot-pot ini dan susun ditempat itu yang sudah aku sediakan!”


“Hmmm apa ada sarung tangan atau apa lah agar aku tidak menyentuh itu!”


“Astaghfirullah manusia macam apa kamu ini, cepat lakukan atau akan ku lempar kan tanah-tanah ini kewajah mu!”


“Iya iya, jangan coba-coba kamu lempar tanah itu atau kamu bakal menyesal!”


“Cepat! Aku harus kembali ke asrama ada yang harus aku hafalkan!”


“Cerewet sekali, dasar wanita! Ini sungguh menjijikkan aku tak akan pernah melakukan hal ini lagi dan untuk kamu mawar berduri akan ku buat kamu menyesal!” batin Hamish menyeringai


Setelah melakukan apa yang diminta Zia dan menyelesaikan dengan sangat hati-hati. Akhirnya Hamish meminta untuk ditunjukkan dimana mellin.


“Ayo tunjukkan dimana mellin ku atau ku buat cabai-cabai mu ini hancur semua!” kata Hamish


“Ikut aku!” ucap Zia


“Kemana?”


“Kerumah sakit!”


“Kenapa kerumah sakit, mellin tumbuhan kenapa dibawa kerumah sakit!”


“Bodoh! Bukan mellin yang akan ku bawa kerumah sakit tapi kamu! Kamu yang akan ku bawa kerumah sakit untuk dicuci otakmu!”


“Kamu mengatai ku bodoh tidak kah kamu lihat dirimu sendiri huh. Dan ya bukan aku yang akan dicuci otak nya tetapi kamu yang harus dicuci otakmu!”


“Kamu benar-benar sudah menguji kesabaran ku, ingin sekali ku lempar tanah itu kewajahmu itu!”


“Cepat tunjukkan dimana mellin tidak usah banyak bicara lagi!”


“Hello siapa yang daritadi banyak bicara huh!”


“Aku heran dapat darimana umma perempuan seperti kamu ini sungguh ingin sekali ku buang ke Antartika” batin Hamish


“Dimana mellin ku!"


“Itu dekat pagar, aku memindahkan tanaman mu agar dia dapat tumbuh dengan subur dan mendapatkan sinar matahari yang cukup”


“Hmmmm”


“Dasar tidak tau Terima kasih, apa susahnya coba berterima kasih” gumam Zia


Karena kesal Zia meninggal kan Hamish sendiri didekat mellin nya itu dan kembali ke asrama. Dan tanpa sepengetahuan dua insan yang berdebat tadi ada sepasang mata yang mengintai mereka berdua dari kejauhan dan tak ingin untuk mengganggu.


"Dimana mawar berduri itu baru saja ingin aku memarahinya karena sudah memindahkan mellinku ditempat ini!" gumam Hamish melihat sekeliling tidak menemukan Zia.


#dasar lelaki mah gitu udah dibantuin eh malah mau marah-marah bukannya terimakasih.heee author nya mewakili Zia karena Zia nya gak denger apa yang Hamish


omongin heee#


***


Tidak terasa satu minggu sudah Zia berada diponpes tersebut menjalani aktivitas nya sebagai santri. Hari ini Zia mengikuti pengajian diaula ponpes, pengajian minggu lalu dia sangat lah kesal karena selalu mendapat sindiran halus oleh Hamish. Ingin rasanya Zia tidak menghadiri pengajian ini tapi mau gimana lagi umma memaksa nya.


“Semoga saja kejadian waktu itu tidak terulang lagi, ku pastikan akan ku lempar balok es itu dengan botol minum ini lihat saja” batin Zia


Tidak lama kemudian acara dimulai, Hamish, Naufal dan abi Yai baru saja bergabung diatas panggung dan acara dimulai.


“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh “ ucap Hamish


“Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh” ucap jama’ah serempak


“Alhamdulillah baik” jawab mereka serempak


“Alhamdulillah wasyukurillah “ucap Hamish


“Hmmm seperti nya hari ini ada sebuah kejutan kecil dari saya dan keluarga abi Yai! Apa bpk-bpk dan ibu-ibu sekalian ingin tahu?” tanya Hamish


“Ingin tahu ustadz!” ucap mereka serempak


“Baiklah jika begitu, saya akan menyampaikan nya!”


*Disisi panggung tempat Zia dan umma duduk.


“Umma ada kejutan apa?” tanya Zia


“Entah lah, umma tidak mengetahui nya abi atau Hamish tidak ada yang memberi tahu umma” jawab umma


“Hmmm” gumam Zia


*Kembali lagi panggung Hamish.


“Hari ini yang akan memberikan sedikit ilmu nya kepada kita bukan saya, melainkan salah satu anak abi Yai yang lainnya. Apa para hadirin setuju!” ucao Hamish


“Setuju ustadz!” ucap mereka


“apa maksud balok es tersebut! Astaghfirullah kenapa aku berburuk sangka. Tapi ya itu wajar heee!” batin Zia


“Jadi hari ini yang akan memberikan sedikit ilmu nya yaitu..... Ukhti Razia Ananda Putri!” kata Hamish


Seluruh hadirin bertepuk tangan sangat meriah. Tetapi ada satu insan yang sangat terkejut dibuatnya.


“Apa! Aku!” ucap Zia


Kemudian Zia melihat kearah umma yang sedang tersenyum dan menganggukkan kepala tanda bahwa umma membenarkan ucapan Zia.


“apa-apaan balok es itu, bagaimana bisa? Aku kan tidak tahu sama sekali kenapa tidak ada yang memberitahu ku tentang inu dan aku tidak punya materi apapun untukku sampai kan! Awas kau balok kayu bukan Zia namanya Jika tidak membalasmu! “grutu Zia sambil melangkah dengan sangat berat hati menuju Hamish diatas panggung. Karena tidak ingin memalukan abi Yai dan umma Zia terus melangkah dengan berusaha tenang. Padahal kaki tangannya sudah sangat dingin karena gugup.


Saat sudah mulai dekat dengan Hamish rasa kesalnya sangat ingin sekali dikeluarkan.


“Apa yang kamu inginkan huh” ucap Zia pelan


“Memberi mu hadiah atas apa yang kamu lakukan beberapa hari yang lalu!” ucap Hamish tersenyum


“Baiklah para hadirin, saya perkenalkan ini adalah Razia Ananda Putri yang akan memberikan sedikit ilmu nya untuk kita semua hari ini!” kata Hamish menggunakan pengeras suara


Mereka semua bertepuk tangan sangat meriah dan membuat Zia panas dingin tidak menentu. “mama bantu Zia, balok es ini sungguh menyebalkan huhuhu”teriak batin Zia


Kemudian Hamish memberikan mikrofon yang dia pegang kepada Zia dan berkata:


“Semoga berhasil haaahaa” kata Hamish.


Kata-kata itu membuat Zia semakin gugup.


Dengan satu kali tarikan napas dan dihembuskan dengan sangat lembut menetralkan detak jantung nya. “Zia kamu bisa, kita buktikan kepada balok es tersebut siapa Razia Ananda Putri!” ucap Zia dalam hati.


######


hmmm mulai seru nih!!!


Ayo dukung author


nya dengan like,koment dan vote nya sahabat!


karena dengan memberikan dukungan sebanyak-banyaknya itu dapat membuat author


nya semakin semangat up nya!!!


🙏❤❤❤❤