Ramish

Ramish
Tujuh



Setelah bisa pergi dari laki-laki yang telah mengganggu nya laki-laki yang dingin seperti balok es. Kini Zia mulai tersesat dan malah memasuki kebun mangga entah lewat mana dia masuk.


“Huuuuuh kenapa malah jadi begini, dimana tadi jalan yang aku lewati sebelum sampai disini. Menyebalkan ini semua gara-gara cowok es batu itu.” Grutu Zia yang tak berhenti berjalan tanpa arah.


“Subhanallah Zia nak kamu kemana aja.” Kata umma menarik Zia kedalam dekapanya.


“Alhamdulilah akhirnya aku bertemu umma.” Ucap Zia


“Kamu dari mana aja nak ya Allah umma khawatir banget sama kamu” kata umma


“Maafkan aku umma.” Katanya kepada umma.


“ Gak papa sayang, yang penting sekarang kita sudah bertemu.” Ucap umma.


Setelah mereka bertemu umma dan Zia memutuskan untuk kembali ke rumah utama. Sebelum sampai kerumah utama milik pak Yai umma mendapat telpon dari seseorang yang membuat umma tidak dapat menemani Zia untuk berkeliling lagi.


“Nak maaf kan umma ya gak bisa menemani mu untuk berkeliling lagi umma ada keperluan yang tidak bisa untuk diwakilkan.” Kata umma ke Zia


“Iya umma gak papa” ucap Zia


“Kalau begitu umma akan menyuruh beberapa santriwati untuk menemani berkeliling.” Kata umma


“Tidak perlu ma aku baik-baik saja, aku akan kembali saja ke rumah utama.” Katanya


“Tida


“Nak sayang kamu akan merasa bosan jika dirumah terus.” Kata umma


“Hmm baik lah” jawab Zia


Akhirnya umma menyuruh beberapa orang santri wati untuk menemani Zia berkeliling lagi.


“Assalamualaikum ukhti, anna Fatimah yang diminta untuk menemani ukhti berkeliling.” Ucap salah satu santriwati yang bernama Fatimah.


“Waalaikumsalam, namaku Razia panggil saja Zia.” Jawab Zia


“Iya teh Zia, mari anna temani berkeliling.” Kata Fatimah


“Tapi sepertinya tidak sopan jika anna memanggil nama nya saja.” Kata nya lagi


“Gak masalah, aku akan sangat senang jika kamu memanggil nama ku saja.” Ucap Zia


“Baik lah Zia.” Kata Fatimah


Mereka berkeliling ditaman yang berada di belakang ponpes, kolam ikan, perkebunan dan lain sebagai nya. Fatimah akan menjelaskan setiap apa yang mereka temui, memang itu tugas yang diberikan oleh umma.


Setelah selesai berkeliling mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak sembari berbincang-bincang sesuatu yang serinh hingga bercanda gurau. Karena Zia mudah untuk beradaptasi di lingkungan baru maka dia dapat dengan mudah akrab kepada mereka.


Tanpa mereka sadari sedari tadi ada dua pasang mata yang mengawasi mereka dari kejauhan.


“A’a apa yang anta lihat seperti nya ada hal yang menarik.” Tanya Naufal


“Lihat itu santriwati yang sedang duduk disana, anta lihat gadis yang memakai cadar itu?” Ucap Hamish


“ Iya a’ lihat, lalu?” tanya nya lagi


“Itu gadis yang membuat masalah dengan anna.” Kata Hamish


“Waaaaw baru kali ini anna tau bahwa ada orang yang berani membuat masalah pada a’a.” Ucap Naufal terkekeh.


“Hmmm.” Gumam Hamish


Karena sudah geram sekali dengan gadis tersebut akhirnya Hamish berjalan mendekati Zia dan santriwati lainnya.


######


Hmmm apa yang akan dilakukan Hamish kepada Zia ya?


Apa kah sahabat juga penasaran?


Heeee sama aku pun penasaran 😁


Ayo dong sahabat jangan lupa dukungan nya!!