Ramish

Ramish
Sebelas



Setelah menyelesaikan acara masak-memasak nya umma dan Zia mulai menyusun berbagai menu yang sudah mereka siapkan. Setelah senua nya selesai tiba lah para lelaki yang sudah mulai kelaparan.heeee.


“Hmm umma masak apa hari ini?” tanya abi


“Hari ini umma tidak masak abi, ini semua masakannya Zia umma hanya membantu “ ucap umma


“Ahh tidak, umma terlalu melebih-lebihkan saja” kata Zia


“Ya sudah lah siapapun yang masak pasti abi makan hee” jawab abi tersenyum


“Hmmm aromanya sangat menggiurkan membuat cacing diperutku meronta-ronta” kata Naufal


“Kamu ini mau makanan apapun pasti cacing mu akan selalu meronta-ronta” kata umma


Semua orang yang ada disitu tertawa dengan tingkah Naufal, dan yang ditertawakan hanya memberikan cengiran kuda


“Ayo kita mulai acara makannya abi yang akan mimpin doa” ucap umma


“Baiklah.” Jawab abi


اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ


“Alaahumma barik lanaa fiimaa razaqtanaa waqinaa ‘adzaa bannar”


Artinya:


“Ya Allah, berkahilah untukku dalam sesuatu yang Engkau rezekikan kepadaku, dan peliharalah aku dari siksa neraka.” (HR.Ibnu Sunni).


“Aamiin” ucap mereka serempak


“Umma apa ini semua masakan nya umma?” tanya Naufal tiba-tiba


“Bukan, hari ini Zia lah yang memasak ini semua” jawab umma


“Ahh bukan-bukan “ kata Zia


“Tidak usah mengelak lagi nak Zia, abi sangat hafal dengan aroma dan rasa masakan umma mu. Dan ini rasa nya tak jauh berbeda dengan masakan umma ini sangat lah enak” kata abi


“Terimakasih abi” ucap Zia


“Benarkah bi, apa ini sangat lah enak?” tanya Naufal melirik ke arah Hamish


“Benar, coba lah” kata abi


Umma sekarang mengambilkan makanan kepiring Naufal dan Hamish. Dan ketika mereka mencicipi makanan dihadapkan mereka, mata Hamish melotot tidak percaya akan rasa yang luar biasa dilidah nya. Melihat keterkejutan Hamish Naufal hanya bisa terkekeh dan tersenyum penuh kemenangan.


“Bagimana a'” tanya Naufal menaikturunkan sebelah alis nya


“Tidak begitu buruk” ucap Hamish


“Apa yang tidak begitu buruk huh” tanya Zia


“Apa lagi kalau bukan masakan mu” ucap Hamish


“Jika memang itu bukan selera makanan mu maka tidak usah lah kamu makan” kata Zia


“Khemm sudah-sudah, tidak baik bertengkar dimeja makan” kata abi


“Iya bang, sudah terlihat” jawab Zia


Sementara yang dibicarakan hanya mendecih karena jika dia mulai bicara lagi pasti akan memulai keributan.


“Nak Zia buka lah cadar mu bagaimana bisa makan jika kamu masih mengenakan cadar mu” ucap umma


“Hmm apa tidak masalah umma?” Tanya Zia gugup


“Tidak sayang, buka lah” ucap umma


Disaat Zia mulai membuka cadar nya tidak sengaja Hamish melihat kearah Zia, sebenernya Hamish ingin mengambil air minum tapi tidak sengaja menatap wajah Zia. Dan tiba-tiba.....


Tringgg


Gelas yang berada ditangan Hamish jatuh mengenai benda yang berada dimeja makan, dengan otomatis semua mata tertuju pada Hamish.


“Astaghfirullah a' kok bisa jatuh gelas nya” kata umma


“A’a apa yang a’a lihat sampai tidak fokus begini “ ucap abi


Sementara yang berada tepat samping Hamish, Naufal menepuk pundak a’a nya itu. Akhirnya kesadaran milik Hamish kembali lagi.


“Astaghfirullah, astaghfirullah!” Ucap Hamish


Hamish tidak henti-hentinya ber istighfar didalam hati nya, dan mengusap wajah nya kasar.


“Bisa hilang nihh iman jika harus melihat wajah singa betina itu, seperti nya memang pantas dia harus selalu bercadar bisa gila aku” batin Hamish


“A’a ada apa?” tanya abi


“Hmm tidak bi” jawab Naufal


“Hahahaha wajah a’a merah seperti tomat” ucap Naufal tertawa


Khuk khuk khuk


“A’ kasih minum nih buat dek ufal” ucap umma menyerah kan segelas air minum


“Tidak usah umma biarkan saja, salah sendiri mulut penuh berisi makanan masih saja bicara dan tertawa” kara Hamish


Hamish benar-benar dibuat kesal oleh Naufal, memang benar sekarang wajah nya begitu panas entah aps yang terjadi. Karenanya tidak begitu jauh dengan Naufal akhirnya Zia yang memberikan air minum untuk Naufal.


“A’a ini benar-benar kejam, terimakasih dek Zia.” Ucap Naufal


“Hmmm” gumam Hamish


Zia hanya membalas senyum simpul kepada Naufal. Lagi-lagi mata Hamish melihat hal itu,


“Astaghfirullah cobaan apa lagi ini ya Allah, senyum nya itu dan apa lagi ini kenapa jantung ku berdetak begitu cepat tanpa berlari. Astaghfirullah ampunilah mata hamba ini ya Allah “ batin Hamish.


Setelah berusaha begitu keras menahan mata nya kini berakhir sudah acara makan bersama yang diiringi keringat dingin yang mengguyur badan Hamish dan detak jantung yang berdetak kecang tanpa berlari.


#######


jangan lupa tinggal kan jejak, like, koment dan vote sahabat 🙏🎉