
Setelah menyelesaikan acara kemas mengemas barang, dan ini lah saat yang menyedihkan. Apa lagi kalau bukan acara perpisahan antara anak dan kedua orang tua nya.
“Sudah lah kenapa kamu menangis hah, kaya orang yang mau perang dan kemungkinan kembali nya hanya 10%.” Ucap mama Zia yang berusaha menenangkan putri kecil ya itu.
“Hiks hiks hiks mama ini malah becanda loh,” grutu Zia yang sedari tadi sudah menahan tangis nya yang sudah pecah.
“Iya iya sayang maafin mama, udah geh jangan nangis jelek tuh jadinya muka kamu” ledek mama Zia.
“Huuumm” gumam Zia
Setelah drama perpisahan selesai akhirnya Zia, Pak ustadz dan istri nya pergi menuju pondok pesantren milik pak ustadz.
“Apa kamu baik-baik saja nak?” tanya istri ustadz kepada Zia.
“Aku baik-baik saja tante.” Jawab Zia dengan senyuman yang sangat manis milik Zia
“Mulai saat ini jangan panggil tante ya, panggil aja umma karena kamu sekarang sudah jadi putri ku.” Ucap umma kepada Zia dengan senyuman hangat yang menyejukkan.
“Iya ten..ehh umma” ucao Zia gugup karena belum terbiasa
“Dan sekarang jangan panggil saya om lagi ya, panggil Abi. Oke” sahut Abi Yai kepada Zia
“Iya abi” jawab Zia
------
Setelah melakukan perjalanan yang panjang akhirnya mereka sampai dipondok pesantren milik abi Yai pukul tiga dini hari.
“Nak Zia sayang bangun udah sampai kita, ayo nak” ucap umma membangun Zia yang tertidur pulas karena merasa lelah diperjalanan.
“Huumm iya tan..ehh umma,” jawab Zia dengan suara serak khas orang bangun tidur.
“Ayo sayang umma antar ke kamar kamu, biar kamu dapat beristirahat.” Ajak umma yang membuyarkan lamunan Zia yang kagum dengan bangunan yang ada di depannya.
“Sangat menakjubkan” gumam Zia yang tidak ada yang mendengar kecuali Zia sendiri.
Saat memasuki rumah tersebut mata Zia terus saja menjelajahi seisi ruangan tersebut. Semua benda-benda mahal ada disana tertata dengan sangat indah.
Dan akhirnya umma dan Zia sampai dikamar yang akan ditempati oleh Zia. Dikamar itu sudah tertata rapi kamar yang terlihat sangat nyaman dan luas walaupun kamar itu berada dilantai satu tetapi itu bukan menjadi masalah untuk Zia.
Umma memberi tahu semua nya, lemari pakaian yang sudah umma siapan kan satu bulan yang lalu dengan berbagai macam warna yang disana. Rak buku yang tertata rapi, alat-alat make-up yang sudah disiap kan oleh umma jauh-jauh hari.
‘Nak kamu istirahat lah dulu, nanti pagi akan umma ajak kamu berkeliling melihat-lihat pondok pesantren ini” ucap umma mengambil alih perhatian Zia yang takjub dengan kamar nya.
“Hemmm ehh umma, maaf Zia lupa masih ada umma karena kamar ini sangat indah dan nyaman untuk dilihat.” Jawab Zia yang gugup menahan rasa malu nya
“Tidak apa-apa, umma paham.” Jawab umma.
“Kalau begitu istirahat lah nak, umma tinggal ya assalamu’alaikum.” Ucap umma meninggal kan kamar Zia
“Waalaikumsalam.” Jawan Zia.
----------
########
Kira-kira gimana ya kelanjutan nya,??? stay ya😍😘😘
@Jangan lupa sahabat tinggal kan jejak kalian y🙏😘❤