Queen Devil

Queen Devil
Chapter 6



Aril POV


Aku langsung pergi menuju markas bagian 2 nya karena telpon dari anggota ku


Saat sampai disana Aku mengepalkan tangan ku melihat banyak anggota ku yang tumbang, aku langsung berlari ke dalam rumah, aku terkejut melihat bang Satria yang di todong pistol oleh anak buah King Cobra


Namanya sih terdengar menyeramkan bagi semua orang tapi tidak bagi Black Rose, karena apa? Karena KC tidak ada apa apanya dibanding BR


Aku berjalan ke arah bang Satria tapi ada suara yang mengintruksi ku menyuruh ku diam ditempat


"Berhenti disitu atau nyawa nya melayang" ucap tangan kanan KC


"Coba aja kalau lo bisa buat nyawa nya melayang" ucap aku sambil menyeringai membuat orang itu bergidik ngeri


Belum sempat tangan kanan KC itu menarik pelatuk aku sudah menebas tangan nya menggunakan belati yang ada disamping ku


Srekkkk (anggap jak bunyi orang motong daging ayam)


Akhhhh


"Kenapa nembak nya nggak jadi?" ucap aku lembut sambil menyeringai


"Kau menebas tangan ku sialan" maki tangan kanan KC sambil menahan sakit ditangan nya


"Aku kan hanya menebas tangan kiri mu sedangkan tangan kanan mu masih utuh tu" ucap aku lembut sambil berjalan ke arah tangan kanan KC dan menembak kan pistol ku tepat di jantung nya


"Ka...kau su...ngguh ib...lis" ucap nya sambil menutup mata nya


"Ya kau baru tau aku seorang iblis" ucap ku sambil menyeringai


Srekkkk


"Kirim kepala sialan itu kepada ketua nya dan berikan tubuh nya kepada Lion" ucap aku sambil berjalan ke arah bang Satria yang penuh luka lebam


"Siap Queen" ucap anggota ku langsung melaksanakan tugas ku


"Bang bangun bang" ucap ku sambil menepuk pipi bang Satria


"Cepat bawa bang Satria ke rumah sakit" bentakan ku kepada anggota ku yang hanya diam, mendengar bentakan ku tadi anggota ku langsung pergi menuju mobil dan yang lain nya mengangkat bang Satria menuju mobil


Anggota ku langsung menancapkan gas nya menuju rumah sakit milik ku Ari's Hospital, saat sampai disana semua dokter dan perawat menunduk kan badan nya ketika melihat aku turun dari mobil


Jujur aku khawatir sama bang Satria karena dia yang selama ini menjadi penasehat ku selain sahabat sahabat ku


'Satu tetes darah dibayar satu nyawa'


Sudah 1 jam aku menunggu kabar dari UGD, aku terus berdiam diri sambil memikirkan bagaimana ini bisa terjadi, padahal aku sendiri tidak pernah punya masalah dengan KC, padahal KC yang selalu menyari masalah dengan BR


Saat aku hendak beranjak pergi tiba tiba pintu UGD terbuka


"Bagaimana kondisi nya dok" ucap aku


"Kondisi nya baik baik saja Nona dia hanya pingsan dan ada beberapa luka lebam di wajah nya, dan....." dokter tersebut menggantungkan ucapan nya


Digantungin itu gak enak dok:") ~Aril


Ye daripada lo suka php:v ~Alin (author)


Bacot lo Lin,- ~Aril


Lanjut


"Dan apa dok" ucap ku sambil berteriak


"Ada darah yang membeku di bagian kepala belakang nya" ucap dokter tersebut


Jedarrrrr (Jesika Iskandar:v)


"Tapi Nona tenang saja karena kami sudah menghilangkan nya" ucap dokter sambil tersenyum kepada ku, aku mengucap syukur dalam hati ku karena bang Satria gak kenapa kenapa


"Jadi kapan dia akan bangun dok" ucap ku


"Mungkin besok Nona, kalau begitu saya permisi Nona" ucap dokter tersebut


"Oh iya pindahkan dia di ruang VVIP" ucap ku berlalu pergi meninggalkan rumah sakit karena abang abang ku sudah menelpon ku sedari tadi


**Aril POV berakhir


Sampai disini dulu besok lanjut lagi hehe


Jangan luap tinggalin jejak❤**