Queen Devil

Queen Devil
Chapter 18



Sudah seminggu Aril dirawat di rumah sakit akhirnya di perbolehkan pulang


Sampai di mansion keluarga Smith, Aril melihat Vino sedang bermesra mesraan dengan Adeva


'Cih pencitraan' batin Aril


"Bang, Aril ke kamar dulu ya" ucap Aril sama Alex dan Veno


"Iya PRINCESS" ucap Alex dan Veno sambil menekan kata Princess agar kedua pasangan itu berhenti bermesra mesraan


Vino dan Adeva yang mendengarkan itu pun menoleh ke sumber suara


"Aril lo udah pulang" ucap Adeva sambil berlari ke arah Aril tapi Aril berhasil menghindari Adeva


"Ihh Aril aku kan pengen meluk kamu, aku rindu tau sama kamu" ucap Adeva dengan nada di manja manjakan nya


Aril yang mendengarkan itu langsung berlari menuju kamar nya


'Pencitraan' batin Aril


Di bawah


"Sayang kok Aril cuek sih sama aku" ucap Adeva mengerucutkan bibir nya


"Ngapain sih kamu manggil manggil jal*ng itu" ucap Vino menghampiri Adeva


Bugggg


"Heh jaga ya ucapan lo" ucap Veno meninju Vino, dan langsung berlari menuju kamar nya


Bugggg


"Gue gak nyangka punya adek kayak lo" ucap Alex meninggalkan Vino


"Sayang kamu gapapa" ucap Adeva pura pura khawatir


"Gapapa kok" ucap Vino tersenyum


'Seperti nya rencana gue berhasil' batin Adeva


"Yaudah sini aku obatin" ucap Adeva berjalan mengambil kotak P3K (betul gak sih?)


'Cih serasa jadi pembantu gue' batin Adeva


"Makasih sayang" ucap Vino


Di kamar Aril


*Dretttt


"Satria is calling"


"Hallo" Aril


"Gimana kabar kamu" Satria


"Udah mendingan" Aril


"Kamu sekarang dimana?" Satria


"Aku di rumah ni sini dong" Aril


"Oke aku ke rumah kamu ya hmm kamu mau minta beliin apa?" Satria


"Es krim" Aril


"No, kamu baru sembuh" Satria


"Kebab aja" Aril


"Oke" Satria


"Hati hati sayang" Aril


"Iya sayang" Satria


Tuttt*


Skip~


*Tingggg (bel rumah)


Ceklek*


"Maaf cari siapa ya?" ucap kepala maid


"Aril nya ada?" Satria


"Ada den, mau saya panggilin?" ucap kepala maid


"Gak usah biar saya saja ke kamar nya" ucap Satria


"Iya den, silahkan masuk" ucap kepala maid


Satria pun berjalan menuju kamar Aril, tapi saat Satria melewati ruang tamu, tangannya terkepal karena melihat Adeva, jujur Satria sangat membenci Adeva, karena dia hubungan Aril dan Vino hancur


'Ehh itu cowok yang kemarin kan? Ganteng banget sih, ehh ngapain ya dia disini?' batin Adeva


"Siapa lo" tanya Vino


Satria yang mendengar pertanyaan Vino hanya diam saja sambil melanjutkan jalan nya kembali


"Mau ngapain lo" tanya Vino yang tiba tiba sudah ada dibelakang Satria


"Bukan urusan lo" jawab Satria dingin dan penuh penekanan


"Jelas urusan gue lah ini rumah gue" jawab Vino


Buggg


Tiba tiba Vino meninju Satria tapi Satria tidak membalas karena dia tidak mau mencari masalah dengan Vino, meskipun dia sangat ingin menghancurkan wajah tampan Vino karena dia telah membuat pacarnya menangis


Bugggg


Veno tiba tiba datang dan langsung meninju Vino


"Ngapain lo ninju gue hah" teriak Vino


"Mending lo bawa jal*ng lo itu" ucap Veno


Bugggg


"Sekali lagi lo ngatain Adeva jal*ng siap siap lo habis ditangan gue, mending lo urus adek jal*ng lo itu" ucap Vino mengancam Veno


Bugggg


Veno meninju Vino dengan membabi buta karena Vino telah dibutakan oleh Adeva, Satria yang melihat itu langsung menahan Veno tapi Vino tetap saja menyerang Veno


Sedangkan Adeva, dia hanya diam saja sambil tersenyum miring, rencana nya telah berhasil


'Kalau Aril bisa dapatin lo kenapa gue nggak' batin Adeva menyeringai


Aril yang mendengarkan keributan di bawah langsung turun ke bawah


Saat Aril menghentikan perkelahian itu Vino tidak sengaja menendang kepala Aril


Bukkkk


Kepala Aril terbentur keras di tangga


"ARIL" teriak mereka semua


"Dek bangun dek jangan pejam kan mata mu dek" ucap Alex sambil menepuk pipi Aril agar Aril tidak tertidur


"Bang sa sakit" ucap Aril terbata bata


Alex langsung mengangkat Aril ke mobil di ikuti Satria dan Veno


Sedangkan Vino dia terbengong melihat apa yang dia lakukan kepada Aril


Vino pun segera menyusul mereka nya ke rumah sakit, Vino tidak peduli dengan Adeva


Adeva pun menyeringai karena rencana nya untuk membunuh Aril sudah selesai, jadi dia tidak perlu repot repot ikut bermain, Adeva langsung pergi dari mansion keluarga Smith


"Dek bangun dek" ucap Veno sambil menepuk nepuk pipi Aril tapi Aril tidak bangun bangun


Darah yang keluar dari kepala bekas operasi, hidung, dan telinga Aril


"Lo pasti kuat" ucap Satria sambil menggenggam tangan Aril


Satria pun menelpon anggotanya untuk menyiapkan penerbangan ke Jerman karena dia akan membawa Aril ke Jerman dengan memalsukan semua data diri Aril


Mereka telah sampai di rumah sakit, Veno langsung keluar dari mobil dan langsung mengangkat tubuh Aril dan langsung di baring kan di brankar


"DOKTER DOKTER" teriak Alex


"DOKTER" teriak Veno


Dokter Imam pun berlari menghampiri mereka yang berteriak seperti orang kesetanan


Dokter Iman dibantu dokter lain nya pun mendorong brankar Aril menuju ruang ICU


"Gimana kondisi nya" ucap Vino yang tiba tiba datang


Mereka nya yang mendengarkan pertanyaan Vino pun hanya diam karena Vino yang telah membuat Aril seperti ini


Sudah 5 jam tapi dokter belum juga keluar


"Veno telpon Daddy" ucap Alex


"*Veno is calling"


"Hallo sayang" Daddy


"Daddy bisa ke rumah sakit nggak" Veno


"Siapa yang sakit sayang" Mommy


"Princess masuk rumah sakit Mom" Veno


"Dimana rumah sakit nya" Daddy


"Ar hospital Dad" Veno


Tuttt*


"Sudah?" tanya Alex


"Sudah" jawab Veno


Skip~


Daddy dan Mommy telah sampai di rumah sakit tersebut


"Gimana bisa begini ceritanya" ucap Mommy


"Jelaskan" ucap Daddy penuh penekanan


"Jadi begini (ngalirlah cerita tersebut)" penjelasan Veno


Bugggg


"DADDY" teriak Mommy


"Apa ini yang Daddy ajarkan sama kamu Vino" ucap Daddy murka


"Sudah Dad sudah" ucap Mommy menenangkan Daddy


Ceklek


Pintu terbuka dan keluarlah dokter Imam dengan wajah lesu atau bersedih gitu lah


"Gimana keadaan putri saya" tanya Daddy


"Maaf ......" belum selesai dokter Imam berbicara tapi sudah dipotong sama Veno


"Dokter jangan macam macam ya" ucap Veno


"Kami sudah melakukan yang terbaik tapi maaf nyawa Nona Aril sudah tidak tertolong karena banyak nya darah yang keluar dan kanker otak nya sudah memasuki stadium akhir" jelas dokter Imam


Jedarrr


Bagai disambar petir di siang bolong, Aril yang baru hari ini keluar dari rumah sakit langsung masuk rumah sakit dan pergi meninggalkan semua orang


Alex dan Veno langsung masuk ke ruangan Aril


"Dek bangun dek" ucap Alex


"Ini cuma mimpi kan dek" ucap Veno


"Sayang kamu nggak bakal tinggalin Mommy kan" ucap Mommy


"Sayang bangun" ucap Daddy


"Dek bangun dek maafin abang dek maafin abang" ucap Vino


"Gara gara lo Aril jadi begini" teriak Veno


"Gue minta maaf" ucap Vino


"Maaf kata lo? Hah? Setelah apa yang lo perbuat lo bilang maaf?" teriak Veno


"Maaf" hanya itu yang mampu di ucapkan Vino


Acara pemakaman pun dilakukan dan dihadiri oleh teman teman sekolah Aril


Setelah acara pemakaman selesai semuanya pulang ke rumah masing masing


Sedangkan Vino, mereka semuanya mendiamkan Vino kecuali Mommy nya


"Sudah nak lupakan Aril sudah tenang disana" ucap Mommy menguatkan Vino


"Tapi kenapa Mom bukan Vino aja yang mati kenapa harus Aril Mom" ucap Vino sambil menangis meratapi kebodohan nya


Sedangkan di lain tempat Satria berhasil menukar tubuh Aril dengan orang lain yang telah tiada


Satria membawa Aril ke Jerman untuk melakukan pengobatan


~


~


~


~


Segini dulu ya~


Jangan lupa tinggalin jejak