
Skip~ istirahat
"Kantin kuy" ucap Aril
"Kuy" ucap mereka berempat serempak
Saat perjalanan menuju kantin Aril dkk mendapat banyak pujian
'*Kyaaa Aril tambah cantik aja'
'Itu yang rambut pendek gemesin'
'Queen baru disekolah kita'
'Adeva and the genk sepertinya punya saingan baru*'
Begitulah kata kata yang terlontar dari mulut mereka, tapi Aril dkk hanya diam dan melanjutkan jalan nya menuju kantin, sesampai di kantin Aril, Avril, dan Alena mencari tempat duduk, Mischa dan Olivia mencari makanan
"Di pojok itu" ucap Alena
Mereka pun duduk di pojok kantin dan tak lama begitu Mischa dan Olivia datang membawa makanan pesanan mereka
"Selamat makan nona nona" ucap Mischa
Sedangkan teman teman nya hanya memutar mata malas (kayak sejenis ngejelingin gitu tau gak sih? Kalau gak tau yaudah lah, maaf ndak bisa jelasin)
Mereka makan dengan tenang tapi tiba tiba ada pengganggu yang datang
"Ekhemmm" deheman keras keluar dari mulut Kiki
"Kita duduk sini ya" ucap Veno langsung duduk tanpa mendengar jawaban dari Aril dkk
"Percuma lo nanya tapi lo langsung duduk" ucap Mischa
"Yaudah sih yang nanya lo siapa gue nanya adek gue" ucap Veno membela diri sedangkan semua orang yang ada di kantin itu menganga lebar dimana mereka mengomongkan Aril secara terang terangan, haduhhh habis lah nasib:v
"Ye lo mah" ucap Olivia
"Woi Ki pesanin gue makanan gih sono" ucap Vino menyuruh Kiki
"Kayak biasa aja semuanya" ucap Dion
"Lo harus ikut" ucap Kiki menarik tangan Dion
"Gaisss makanan sudah sampai" teriak Kiki
"Lo laki apa bini hah! Mulut kek toa aja lo" sindir Mischa
"Mulut mulut gue kenapa lo yang bacot" ucap Kiki
Mereka makan dengan tenang tapi saat mereka makan, tiba tiba datang Adeva dan antek antek nya itu, dengan memukul meja
Brakkkk
"Lo tu gak sopan banget sih orang lagi makan juga" ucap Alena sambil menghempaskan sendok dan garpu nya
"Lo yang gak sopan, cowok udah punya pacar masih aja lo dekatin" ucap Viona
"Pacar lo?" tanya Mischa kepada mereka semua yang cowok dan mendapat gelengan dari para cowok dan tiba tiba mendapat tawaan dari Alena, Avril, Olivia, Mischa
"Ngaku ngaku" ucap Olivia disela sela tawa nya, tiba tiba
"Awwwww" ringisan keluar dari mulut Olivia karena Adeva menarik rambut Olivia
"Lepasin tangan lo dari rambut gue" ucap Olivia
"Apa kerasin? Oke" ucap Adeva sambil menarik keras rambut Olivia
"Lepasin gak" ucap Mischa
"Apa lo jal*ng" ucap Adeva
"Jal*ng ngatain jal*ng" ucap Mischa sambil tersenyum miring ke arah Adeva dkk
Plakkkk
"Jaga mulut lo" ucap Viona
Plakkkk
"Lo tuh yang jal*ng" ucap Eritia
Aril yang melihat itu hanya diam dan melanjutkan makan nya, setelah selesai Aril makan, Aril hendak bangkit dari tempat duduk nya tapi tiba tiba Adeva menyiram Aril menggunakan es jeruk ke kepala Aril
Brakkkk
Aril memukul meja tersebut dan meja tersebut langsung terbelah dua
'Lo salah cari lawan' batin Alena, Avril, Olivia, dan Mischa
"Apa lo" ucap Adeva sambil menutupi ketakutan nya
"Lepasin tangan lo dari rambut Mischa" ucap Aril dingin dan penuh penekanan disetiap kata kata nya
Adeva yang mendengarkan itu pun sontak melepaskan tangan nya dari rambut Mischa
Plakkkk
Tiba tiba Adeva menampar Aril
"Heh lo jal*ng ngapain lo deket deket sama Rangga hah" ucap Adeva yang terus mundur karena Aril terus berjalan maju menuju araah Adeva
"Gak berani jawab" ucap Viona meremehkan Aril
"Mungkin dia bisu" ucap Eritia
"Udah deh lo jangan buat drama lagi" ucap Adeva sambil mengambil sesuatu dibalik kantong rok nya
Mata Aril langsung melotot kala Adeva mengeluarkan pisau lipat
"Huhh dasar penakut" ucap Adeva sambil memainkan pisau lipat
"Jangan pernah lo dekat dekat sama Rangga dan Twins lagi karena mereka itu milik gue" ucap Adeva
"Oh ya" ucap Aril
"Yaiyalah" ucap Adeva
"Lo tau gak sih gue kemarin ngeliat lo di club AR, ngapain lo disana? Ngangkang?" bisik Aril tepat di telinga Adeva, Adeva yang mendengar itu tiba tiba tubuh nya menegang
"Tau dari mana lo gue di club kemarin? Oh atau jangan jangan lo ngangkang sama nyokap lo buat biayain sekolah lo di sekolah Elite ini" teriak Adeva
"Jangan bawa bawa nyokap gue" ucap Aril
"Gaiss ternyata Aril dan nyokap nya jal*ng" teriak Adeva
"Sekali lagi" ucap Aril
"Nyokap lo jal~" belum sempat Adeva menyelesaikan kata kata nya dia sudah ditampar 2V
Plakkkk
Tiba tiba Vino menampar Adeva
Plakkkk
Veno pun ikut menampar Adeva
"Maksud lo apa bawa bawa nyokap gue hah" ucap Aril emosi menaikan satu oktaf suara nya
"Lo kok nampar gue sih Vino Veno" ucap Adeva sambil menangis
"Lo udah menjelek jelek kan nyokap gue" teriak Veno
"Maksud kalian apa" ucap Adeva sambil melempar pisau itu ke arah Aril
Happp
Pisau berhasil Aril tangkap
"Lo salah mencari lawan" ucap Aril sambil berjalan ke arah Adeva
Sedangkan teman teman Aril menahan 2V yang terlihat emosi karena Adeva menjelek jelek kan nyokap mereka dan Mischa sedang menelpon Satria untuk menenangkan Aril
*Dretttt
"Hallo" Satria
"Bang lo cepet kesini" Mischa
"Ada apa" Satria
"Queen emosi bang" Mischa
Tuttt*
Satria yang mendengar itu langsung pergi menancap gas menuju sekolah Aril karena dia takut terjadi sesuatu sama Aril
*B*ugggg
Krekkkk
Bugggg
Bugggg
Krekkkk
Aril meninju perut Adeva membabi buta seketika Adeva langsung pingsan
Tiba tiba Satria dan memeluk Aril, Aril memberontak karena Satria memeluk nya
"Lepasin gue" ucap Aril
Seketika Avril mengeluarkan pisau lipat yang berada di kantong rok nya dan memberi nya kepada Satria, Satria pun menerima nya dan langsung membuat sayatan di tangan Aril, seketika Aril pingsan
"Lo apain adek gue ajg" teriak Veno
Tiba tiba Pak Reyhan atau Om Reyhan datang ke kantin
"Semuanya kembali ke kelas dan kalian bawa Adeva ke rumah sakit" perintah Reyhan selaku kepala sekolah dan menyuruh antek antek Adeva membawa Adeva ke rumah sakit
"Satria bawa Aril ke rumah sakit" perintah Reyhan
Mereka semua langsung menuju rumah sakit, 2V menelpon orang tua mereka dan Alex, mereka pun menceritakan kejadian yang terjadi
Udah ya~