Queen Devil

Queen Devil
Chapter 31



Tiba tiba Daddy Arnold dan Vino datang dengan nafas memburu


“Bagaimana keadaan Princess?” tanya Daddy Arnold dan Vino bersamaan


“Peduli apa kalian tentang Aril!” sentak Alex


“Jelas kami peduli! Aril itu anak saya!” ucap Daddy Arnold dengan penuh penekanan di setiap kata nya


“Anda yakin?!” ucap Veno tersenyum sinis kepada Daddy Arnold dan Vino


Tiba tiba terdengar teriakan Mommy Bita yang sudah berdiri dengan wajah merah padam


“PERGI KALIAN DARI SINI!”


Daddy Arnold langsung memeluk Mommy Bita dan mengucapkan ‘MAAF’


Seketika Mommy Bita mendorong Daddy Arnold hingga mundur beberapa langkah


“Apa peduli anda tentang anak saya?!” tanya Mommy Bita dengan nada dingin nya


“Dia juga anak saya Bita!” ucap Daddy Arnold


“Hah? Gak salah dengar saya hahha” ucap Mommy Bita lalu tertawa terbahak bahak bersama Alex, Veno, dan Satria


“Kamu kan gak punya anak seorang J*L*NG!” sindir Mommy Bita menekan kata jlng


“Maafkan aku sayang” ucap Daddy Arnold berjongkok di depan Mommy Bita di hadapan semua orang


Mommy Bita langsung menyentakkan tangan Daddy Arnold


“Minta maaf lah kepada Aril bukan kepada saya, Jika Aril tidak memaafkan anda maka saya juga sebaliknya tidak akan memaafkan anda!” ucap Mommy Bita dengan tegas, dingin, formal, campur aduk menjadi satu


Daddy Arnold dan Vino hanya terdiam merenungi kesalahan mereka


Dokter Imam keluar, Satria yang melihat itu langsung menanyakan keadaan Aril


“Bagaimana dok?” tanya Satria


“Kanker otak Nona Aril kambuh” itu lah kata kata yang keluar dari mulut dokter Imam


“Maafkan saya karena terlalu cepat mengambil tindakan saat itu dan tidak memeriksa Nona Aril kembali” sambung Dokter Imam


“Lakukan yang terbaik untuk putri saya” ucap Mommy Bita dan dibalas anggukan kepala oleh dokter Imam


“Apakah saya boleh melihat putri saya dok?” tanya Daddy Arnold


“Bisa Tuan, tapi nunggu kami pindahkan Nona Aril ke ruang rawat inap nya


Skip


Aril telah di pindah kan di ruang rawat inap, Saat ini Satria dkk sedang menyusun rencana karena Adeva sudah bertindak lebih jauh dari perkiraan mereka kecuali Aril yang telah mengetahui semua rencana busuknya Adeva, Aril telah menugaskan seseorang tanpa di ketahui mereka, Untuk mengintai Adeva.


Saat pertengahan malam Aril membuka mata nya, Aril menyipitkan mata nya saat cahaya lampu menusuk ke indra penglihatan nya. Aril segera bangun dari brankar nya tanpa ketahuan siapapun yang berada di dalam ruangan itu, termasuk Mommy Bita yang tidur di samping brankar Aril.


Aril mengambil handphone nya terlebih dahulu yang berada di atas nakas. Setelah itu Aril berjalan mengendap ngendap menuju pintu keluar. Setelah di rasa aman Aril segera melanjutkan jalan nya tapi dia tetap harus waspada agar tidak ketahuan siapapun.


Sebelum keluar dari rumah sakit itu, Aril segera ke ruang cctv dahulu, setelah itu ia melanjutkan perjalanan nya.


“Huhhh” Aril menghela nafas saat dia sudah berhasil keluar dari rumah sakit tersebut. Aril segera menelpon seseorang agar menjemputnya di rumah sakit tersebut.


Setelah menunggu selama 10 menit akhirnya mobil sedan berwarna hitam itu sampai di hadapan Aril. Aril segera menaiki mobil sedan hitam itu dan meninggalkan rumah sakit itu.


Skip


Pagi hari di ruangan Aril


Mommy Bita terbangun dari tidur nya dan merasakan tubuh Aril yang berada di atas brankar.


Kosong astafirullah kerja lembur bagai kuda sampai lupa ehh gajelas:v


Mommy Bita langsung melihat brankar itu dan teriakan membahana milik Mommy Bita menggelegar di dalam ruangan itu.


“ARIL! KAMU DIMANA?!” teriakan Mommy Bita langsung membuat semua orang yang berada di dalam ruangan itu terbangun.


Satria dkk yang melihat brankar Aril kosong langsung mengecek toilet. KOSONG


Sudah 2 jam mereka mencari Aril di sekeliling rumah sakit tersebut tapi tidak menemukan Aril.


“Sayang kamu dimana jangan buat Mommy khawatir” gumam Mommy Bita dengan nangis tersedu sedu


“Aril jangan buat Satria panik” ucap dalam hati Satria


“ARIL” teriak mereka semua mencari Aril, mereka semua sudah menugaskan semua para anggota dan bodyguard untuk mencari Aril, semua orang memandang aneh kepada mereka, karena mereka sudah berkali kali keliling rumah sakit dan meneriakin nama ARIL.


Sedangkan di lain tempat


Aril sedang mengintai MUSUH terbesar nya yaitu ADEVA LARINA


“Queen, musuh sudah masuk jebakan” ucap salah satu anggota nya melalui walkie talkie


(Tau kan Walkie Talkie, itu loh yang kayak di film Descendant Of The Sun kan Kapten Yoo Si-Jin sama Sersan Seo Dae-Young suka pake itu kalau lagi tugas) (KDrama pasti tau)


“Terus awasi” perintah Aril


Mereka semua menjalankan rencana dengan mulus semulus muka Anna Kobayakawa, Akame, Asuna Yuuki, Inori Yuzuriza, Kaori Miyazono, dll.(wibu pasti tau)


Nape lalu jadi lari kesini Thor~ Aril


Iyak yak~ Author


Dahlah lanjut~


Ketika Adeva lengah, mereka langsung membekap Adeva, tidak sampai 3 detik Adeva langsung pingsan karena obat bius yang sudah di rancang Aril.


Mereka segera membawa Adeva ke markas, agar lebih aman menyiksa nya (kata mereka)


Tangan dan kaki Adeva di ikat di kursi kayu.


Tak lama begitu Adeva sadar dari pengaruh obat bius nya. Pertama yang menyapa Adeva adalah bau darah yang menusuk ke indra penciuman nya.


“LEPASKAN GUE!” teriakan Adeva mengundang sorakan dari semua orang yang berada di penjara tersebut karena mendengar teriakan Adeva.


“DIAM LO SEMUA! LEPASKAN GUE!” teriak Adeva


Seketika seseorang yang berada dalam penjara tersebut melemparkan organ tubuh dan jatuh tepat di atas paha Adeva, Adeva yang melihat itu merasakan jijik karena dia menggunakan celana pendek setengah paha dan berteriak lebih kencang lagi.


“AAAAAAAAA” teriakan membahana Adeva mengundang mereka semua agar melemparkan organ tubuh itu kepada Adeva.


Kenapa ada organ tubuh? Ya jelas ada karena disitu tempat penyiksaan para penghianat dan orang yang mencoba mencelaikai semua anggota BLACK ROSE. Setelah mereka membunuh orang tersebut mereka akan meninggalkan tubuh dan organ tubuh di situ kecuali kepala yang akan di berikan kepada anggota keluarga si penghianat itu.


Sedangkan Aril, ia hanya diam saja sambil melihat tahanan BLACK ROSE menyiksa Adeva.


Aril segera menelpon Satria dkk.


“Markas Bagian Barat” ucap Aril di dalam handphone tanpa menunggu jawaban dari si penerima panggilan


Sedangkan di lain tempat


Satria dkk, tiba tiba mendapat kan telpon dari Aril, mereka segera mengangkat nya


Dretttt dretttt dretttt


“Hal.....” Satria dkk


“Markas Bagian Barat” Aril


Tut


~


~


~


~


~


Segini dulu~ maaf telat