Queen Devil

Queen Devil
Chapter 28



Satria pun langsung merebahkan tubuh nya dan memeluk Aril, mereka berdua tidur berpelukan sepanjang malam, sedangkan Avril dan Alena tidak bisa tidur nyenyak karena Andreas, Mischa dan Olivia nggak mau diam tidur nya


Skip


Di kediaman keluarga Smith


“Morning Mom,Dad” sapa Alex, Veno, dan Vino


“Morning sayang” jawab Mommy Bita dan Daddy Arnold


Mereka bertiga langsung duduk di kursi untuk sarapan, mereka semua sarapan dalam keadaan hening, karena itu sudah menjadi aturan (tata krama?) dalam keluarga mereka.


“Dad” panggil Alex, memulai pembicaraan


“Ada apa Alex?” tanya Daddy Arnold


“Daddy udah kerahin seluruh bodyguard Daddy untuk menjaga Princess?” tanya Alex


“Sudah” jawab Daddy Arnold


“Daddy juga sudah menyuruh bodyguard Daddy untuk menjaga kalian” sambung Daddy Arnold


“Iya Dad” ucap mereka bertiga serempak (Alex,Veno dan Veno)


“Mom, kita berdua pamit ya, ada kelas pagi Mom” ucap Veno berpamitan ingin pergi ke kampus


“Iya Mom” ucap Vino


“Yaudah hati hati ya sayang” ucap Mommy Bita sambil mencium pipi anak anak nya


“Iya Mom” ucap twins serempak


“Dad berangkat ya” ucap twins sambil mencium tangan Daddy Arnold


“Iya” ucap Daddy Arnold


Setelah itu Veno dan Vino, langsung berjalan tanpa memperdulikan Alex


“WOI ADEK DURHAKA LO BERDUA!” teriak Alex kesal, karena Adek adek kembar nya yang unyu unyu itu tidak berpamitan sama dia.


Veno dan Vino langsung berlari ketika mendengarkan teriakan membahana milik Alex. Mereka berdua langsung pergi ke kampus.


Sampai di kampus mereka berdua langsung di serbu oleh mahasiswa perempuan, karena apa? Ya karena kegantengan mereka lah:v (gantengan juga abang gue:v iya kan bang:v)


Veno dan Vino langsung lari menuju toilet pria, karena tidak mungkin para perempuan itu akan mengejar mereka di toilet pria, apalagi sampai masuk.


“Buset...... Tidak di SMU tidak di Kampus, selalu aja kena kejar, apa salah gue” ucap Vino dramatis


“Hooh...... Capek gue di kejar kejar” ucap Veno membenarkan ucapan kembaran nya itu


“Kayak nya udah sepi tuh, kita cabut yok, pengap woi di toilet lama lama” ucap Veno


“Hooh” ucap Vino


Mereka pun langsung pergi menuju kelas mereka berdua


Sedangkan di apartement Aril, mereka semua sedang menyusun rencana untuk menangkap pelaku yang sudah meneror Aril.


“Jadi?” tanya Andreas


“Lo deketin itu siapa lupa gue namanya” ucap Avril


“Sintasya” ucap Mischa


“Tumben lo inget Cha” ucap Olivia


“Yaiyalah Mischa gitu loh” ucap Mischa sambil menyombongkan diri nya


“Alah baru di puji dikit sombong nya selangit” sindir Andreas


“Alah sirik ae lo” ucap Mischa


“Lo kali” Andreas


“Lo” Mischa


“Lo” Andreas


“Lo” Mischa


“Bisa diam gak sih” ucap Alena


“Hehe maaf yang” ucap Andreas kepada Alena


“Kantong mana kantong gue mau muntah” ucap Olivia dan Mischa


“Ada di dapur, ambil sorang sono” ucap Andreas dan Alena


“Yee yang jomblo diam” ucap Avril, Mischa dan Olivia


“Ehh lo berdua dari tadi diam diam ae” ucap Andreas sambil menunjuk Aril dan Satria


“Hooh” ucap mereka membenarkan ucapan Andreas


“Coba diam” ucap Satria dingin dan menatap tajam mereka semua


Krik krik krik


Dirasa semuanya sudah diam, Aril memulai pembicaraan nya


“Andreas, lo deketin Sintasya, Alena lo jadi teman baik nya” ucap Aril ehh perintah Aril


“Kok gue sih?” ucap Andreas dan Alena bersamaan dan menunjuk diri mereka sendiri.


“Dengerin dulu” ucap Satria


“Fungsi gue apa?” tanya Alena


“Lo sebagai teman baik nya udah itu aja” ucap Satria


“Mulai besok kita semua bakalan ngampus ke kampus Arsa” ucap Aril


“Oke” ucap mereka serempak


Dretttt dretttt dretttt


“Siapa sayang” tanya Satria


“Kak Wilda” jawab Aril


‘Hallo kak’ Aril


‘*Aril? Kamu sama Satria pergi ke kantor sekarang’ Wilda Evania seketaris pribadi Aril


‘Ada apa kak?’ Aril


‘Buruan! Penting!’ Wilda


‘Oke’ Aril


Tutttt*


“Kita ke kantor sekarang” perintah Aril


Mereka semuapun bersiap dan langsung pergi menuju Ari’s Company, perusahaan Aril dan Satria.


Sampai di lobi kantor mereka semua langsung turun dari mobil dan menuju ruangan Wilda tapi mereka tiba tiba di berhentikan oleh resepsionis


“Ehhh kalian siapa?! Enak aja langsung main masuk” ucap nya dengan berkacak pinggang


“Bukan urusan anda” ucap Aril


“Ya jelas urusan saya, ini perusahaan punya kakak ipar ya” ucap nya tanpa tau siapa mereka ber7 (biar singkat:v)


“Ibu Wilda Evania nya ada?” tanya Mischa


“Ibu Wilda lagi meeting di luar” ucap nya


“Seperti nya resepsionis baru” bisik Olivia kepada mereka


“Hooh”


“Jika tidak ada kepentingan lainnya silahkan keluar pintu keluar nya disebelah sana” ucap resepsiomis itu sambil mengarahakan tangan nya ke pintu keluar


Sedangkan para karyawan yang lain nya sudah berkeringat dingin


“Apa yang kamu lakukan Nita” ucap resepsionis yang 1 nya


“Aku hanya menyuruh mereka keluar itu aja Viona” ucap Nita resepsionis tadi


“Mereka itu pemilik perusahaan ini” ucap Viona respsionis yang 1 nya


“Halah mana ada anak sekolah pemilik perusahaan ini, palingan mereka mengaku ngaku saja” ucap Nita dengan nada angkuh nya


“Jaga cara bicara anda” ucap Avril penuh penekanan


“Kenapa? Benarkan kata saya kalau kalian itu hanya mengaku ngaku saja” ucap Nita


“Anda saya pecat, dan saya pasti kan anda tidak akan di terima di perusahaan manapun karena anda bersikap tidak sopan kepada saya dan teman teman saya” ucap Aril penuh penekanan dan nada dingin nya membuat siapapun yang berada di dalam gedung itu bergidik ngeri.


“Apa hak anda mecat saya?! Hah!” teriak nya depan muka Aril


Plak


Satu tamparan berhasil mengenai pipi nya Nita dengan sempurna


“VIONA! Ngapain kamu nampar aku?!” ucap Nita marah karena teman nya Viona menampar dia


“Kamu harus nya tau diri Nita! Ini tuh perusahaan memang punya mereka dan kamu secara tidak langsung menghina mereka” ucap Viona


“Kemasi barang barang anda sekarang juga dan angkat kaki dari perusahaan ini” ucap Avril penuh penekanan


“Ada apa ini?” ucap Wilda baru datang dan segera menunduk kala tau siapa yang datang


“Tuh anak buah kakak” ucap Mischa sambil memakan permen lolipop nya yang entah kapan di keluarkan dan dimakan nya dan menunjuk Nita


“Maaf Nona” ucap Wilda kepada Aril


“Hmm” hanya dibalas deheman oleh Aril dan mereka langsung menuju ruangan Aril


“Nita anda saya pecat secara tidak hormat dan saya pasti kan tidak akan ada yang menerima anda! SEMUANYA KEMBALI BEKERJA” ucap Nita lalu berjalan pergi meninggalkan kerumunan itu dan menyusul Aril dkk.


~


~


~


~


~


Segini dulu ya


Maaf lama, aku lagi ngurus surat pindahan aku, sumpah ribet banget


Makasih buat semuanya teman teman❤❤❤