Queen Devil

Queen Devil
Chapter 27



“APA APAAN INI!” teriak atau bentakan Daddy Arnold (udah dapat gais nama nama nya semuanya, YEAYYYY)


“Dad, kita harus bergerak cepat! Sebelum Princess kenapa kenapa!” ucap Alex


“Apalagi ini! Hiks Hiks Hiks” ucap Mommy Bita menangis


Daddy Arnold pun langsung menelpon Aril, agar ia berhati hati


Tut (sambungan telpon:v) nomor yang anda sedang tidur:v


'*Hallo Sayang’ ucap Daddy Arnold panik


‘Hallo Dad’ Aril


‘Sayang ada yang mengincar kamu’ Daddy Arnold


‘Hah? Maksud Daddy?’ tanya Aril kurang ngerti


‘Tadi dikamar abang twins, ada seseorang melemparkan batu ke jendela, di situ ada tulisan “DIMANA KALIAN MENYEMBUNYIKAN ARIL!” jadi, kamu hati hati ya sayang’ jelas Daddy Arnold


‘Iya Dad, Makasih informasi nya Dad’ ucap Aril dengan tenang


‘Yaudah Daddy tutup dulu ya, Good Night Dear’ (Sok sok an inggris:v)


Tut* (nah ini baru sambungan terputus:v)


“Gimana Dad?” tanya Mommy Bita,Alex,Veno,Vino serempak (udh kayak baris berbaris aja serempak:v)


“Princess baik baik saja, yaudah kalian balik ke kamar kalian masing masing, Daddy akan mengabarkan detektif Conan (bukan gais:v) Daddy untuk mencari tau semuanya” jelas Daddy


“Iya Dad, Good Night” ucap mereka satu persatu sambil mencium pipi Mommy Bita dan Daddy Arnold


“Good Night” ucap Daddy Arnold dan Mommy Bita


Mereka bertiga pun kembali ke kamar masing masing dan melanjutkan mimpi mereka yang tertunda eaa:v


Di tempat Aril


“Sayang bangun sayang” (jijik cuy:v secara aku jomblo terus aku ngetik kayak gini:v) ucap Aril sambil menggoyang goyang kan badan Satria


“Enghh iya” ucap Satria dengan suara serak nya, tapi mata nya masih merem/menutup


“Bangun dulu, ini ada berita penting” ucap Aril


“Berita apa Sayang?” ucap Satria sudah terbangun dan menyenderkan tubuh nya ke kepala ranjang (intinya itu lah dia)


“Daddy bilang tadi ada yang melemparkan batu di kamar abang Twins, terus di dalam batu tersebut ada kertas, nah kertas nya tu berisi ‘DIMANA KALIAN MENYEMBUNYIKAN ARIL’ itu isi nya” jelas Aril


“Kamu kabarin Avril,Olivia, sama Mischa, aku ngabarin Andreas sama Alena” ucap Satria


Mereka berdua pun langsung menelpon sahabat sahabat mereka


'KUMPUL KE APARTEMENT GUE SEKARANG! DI DAERAH PUSAT!'


Tut


(Anggap yak udah selesai nelpon nya yak)


10 menit kemudian


“Apaan sih lo?! Masih malam juga di suruh ngumpul, mimpi gue indah banget jadi nya harus hilang gegara lo berdua” ucap Mischa


“Hooh, ganggu ae lo berdua” ucap Olivia


“Ada apasih buketu” ucap Andreas


“Kapan gue mau ngomong kalau kalian terus ngoceh terus” ucap Aril


“Duduk dulu” perintah Satria


Mereka pun duduk di sofa yang telah di siap kan Aril di apartement nya


“Jadi gini.....” Ucapan Satria terpotong


“Langsung aja Pak” potong Andreas


Pletak


“Apasih lo?! Sakit tau” ucap Andreas mengelus kepala nya yang terkena jitakan maut dari Avril dan Alena


“Bisa diam gak!” ucap Avril dan Alena


Krik krik krik


“Ada orang yang ngincar gue” ucap Aril


“HAH!” pekik mereka berlima kecuali Aril dan Satria yang dari tadi menampilkan wajah datar nya saja


“Siapa yang ngincar lo?!” ucap Mischa


“Tunjukin mana orang nya?! WOI KELUAR LO SINI LO!” teriak Andreas


“Bisa diam gak sih kalian!” ucap Avril


“Dengerin dulu penjelasan nya Aril!” ucap Alena


“Maaf Ril, kita hanya takut lo kenapa kenapa lagi” ucap Andreas,Mischa, dan Olivia, menunduk takut karena tatapan tajam yang di tampil kan oleh Aril,Satria,Avril, dan Alena


“Duduk” perintah Satria


Mereka bertiga pun kembali duduk


“Lo udah tau siapa yang ngincar lo?” tanya Avril


“Ya justru itu gue nyuruh kalian disini, gue nyuruh kalian mencari tau siapa dia” ucap Aril


“Oke” ucap mereka serempak


Mereka semua pun langsung memasuki ruangan yang sudah tersedia di apartement Aril, yang sudah Aril siap kan dari dulu


Mischa dan Olivia langsung membobol cctv yang berada di mansion keluarga Smith


Avril dan Alena langsung melacak orang itu karena mereka sudah mendapatkan tayangan pelemparan batu tersebut


Aril,Satria, dan Andreas, sedang menyusun rencana


“Dapat” pekik Avril dan Alena kesenangan


“Siapa siapa” ucap Mischa dan Olivia


“Namanya Sintasya, dia kuliah di kampus lo,dia sekelas sama Veno,Vino, dan sahabat sahabat mereka , dia anak buah nya Adeva Larina mantan Vino” jelas Avril dan Alena


“Berulah lagi tu anak” ucap Mischa


“Belum tau dia, siapa kita” ucap Olivia


“Nyari mati tu anak” ucap Andreas


“Lo mau apain tu anak Ril Sat” ucap Andreas


“Nama gua SATRIA” ucap Satria menekan kata SATRIA


“Iya iya” ucap Andreas


“Kita ikutin aja rencana nya” ucap Aril tersenyum miring, mereka yang ada di ruangan itu tiba tiba mendadak merinding masal karena aura yang di keluar kan Aril berbeda dari sebelum nya


“Cari tau tentang Adeva Larina” ucap Aril beranjak pergi menuju kamar yang berada di apartement itu


“Buset merinding gue” ucap Olivia


“Gue juga” ucap Andreas


“Plagiat lo” ucap Olivia


“Yee lo mah” ucap Andreas


“Yang penting kita lindungin Aril dari segala bahaya yang akan datang” ucap Satria


“Siap King” ucap mereka serempak


“Kalian mau pulang atau nginap disini” tanya Satria


“Nginap aja lah malas gue pulang” ucap Mischa


“2”


“3”


“4”


“5


“Plagiat lo pada” ucap Mischa


“Bodoamat” ucap mereka serempak


“Yaudah istirahat, besok adalah hari yang panjang buat kita semua” ucap Satria berjalan keluar ruangan itu dan memasuki kamar yang di tempati Aril


Ceklek


“Tidur kagak nunggu lagi” ucap Satria


Satria pun langsung merebahkan tubuh nya dan memeluk Aril, mereka berdua tidur berpelukan sepanjang malam


Sedangkan Avril dan Alena tidak bisa tidur nyenyak karena Andreas, Mischa dan Olivia nggak mau diam tidur nya