
5 tahun kemudian
"Gue masih gak percaya bang, Princess ninggalin kita secepat ini" ucap Veno
"Gue juga" ucap Alex
Vino berjalan ke arah mereka
"Kalian lagi ngapain?" tanya Vino
Alex dan Veno hanya diam saja tanpa membalas ataupun melirik Vino
"Mau sampai kapan sih kita gini terus, udahlah Aril udah tenang disana" ucap Vino frustasi karena sejak Aril meninggal sampai sekarang Alex dan Veno masih mendiamkan Vino
"Gue minta maaf, gue bener bener gak sengaja waktu itu" ucap Vino
"Kalau aja lo gak buat masalah mungkin Aril masih ada sampai sekarang" ucap Veno sinis
"Mau sampai kapan kalian mendiamkan gue" ucap Vino lirih
"Sampai mati pun gue nggak bakalan maafin lo, kalau nyawa Aril bisa ditukar lebih baik lo yang mati" ucap Veno sinis
"Gue tau gue salah, tapi kan gak gini juga, udah 5 tahun kalian mendiamkan gue" ucap Vino
Alex dan Veno pun berdiri, berjalan menuju kamar mereka masing masing karena mereka muak melihat Vino
Semenjak kejadian itu juga Adeva tiba tiba menghilang bagai di telan bumi karena dia tidak mau menjadi disalahkan karena yang bunuh Vino bukan dia jadi kenapa harus dirinya yang disalahkan
Jerman
Seorang gadis baru bangun dari tidur panjang nya setelah 5 tahun, dia mengerjap ngerjapkan mata nya untuk menyesuaikan cahaya
Ceklek
Tiba tiba ada orang masuk, dan orang itu langsung keluar dan mencari dokter
Dengan segara dokter memeriksa gadis itu
"Selamat Nona karena Nona telah bangun dari koma Nona selama 5 tahun" ucap dokter itu yang tak lain adalah Dokter Imam
"5 tahun dok?" ucap gadis itu tak percaya, dia adalah Aril
"Iya Nona, kalau begitu saya permisi" ucap dokter Imam
"Sayang selamat ya" ucap Satria
"Makasih sayang" ucap Aril
"Yang lain dimana?" tanya Aril
"Gini ..." ucap Satria menggantung
"Gini gimana?" tanya Aril
"Aku minta maaf sebelum nya, aku memalsukan kematian kamu" ucap Satria sambil menunduk
"Alasannya tu, banyak orang yang menginginkan kamu mati mau itu dari bisnis, dari mafia lainnya, salah satu nya Adeva" jawab Satria
"Makasih" ucap Aril
"Iya" ucap Satria
"Jadi keluarga ku gimana?" tanya Aril
"Keluarga lo bangkrut karena Vino memakai keuangan kantor waktu itu untuk membelikan apa saja yang Adeva inginkan" jawab Satria
"Jadi sekarang mereka gimana?" tanya Aril
"Mereka tinggal di perumahan **** di daerah Jakarta Selatan" jawab Satria
"Itu kan perumahan paling kecil, apa mereka nggak sumpek tinggal disitu? Terus kondisi keuangan mereka gimana?" tanya Aril
"Lo tenang aja karena semuanya udah kita urus, masalah keuangan itu aku nggak tau, intinya anggota kita setiap seminggu sekali membelikan sembako, pulsa listrik, kompor, gas, dll" jawab Satria
"Makasih ya udah bantuin mereka" ucap Aril
"Apapun itu semuanya buat kamu" ucap Satria sambil menoel hidung Aril
Setelah seminggu masa pemulihan akhirnya Aril diperbolehkan pulang
Saat sampai di mansion di Jerman, Aril langsung diserang oleh teriakan Andreas, Mischa, dan Olivia
"WELCOME BACK ARIL" teriak mereka bertiga sedangkan Avril dan Alena hanya menggeleng gelengkan kepala mereka
"Sayang antar aku ke rumah sakit lagi" ucap Aril
"Kenapa?" ucap Satria
"Kayaknya telinga aku bermasalah deh habis dengar teriakan mereka" ucap Aril
Seketika tawa semuanya yang ada di mansion itu terdengar sedangkan Andreas, Mischa, dan Olivia memayunkan bibir mereka (kayak bibir bebek gitu)
"Gak cocok lo kayak gitu" ucap Aril sambil menampol bibir Andreas
"Ahh lo ahh" ucap Andreas
Hwaaaaaa
"Lusa gue balik ke Indonesia" ucap Aril
"Lo baru sembuh Ril" ucap Avril
"Justru karena gue udah sehat makanya gue mau ke Indonesia" ucap Aril keras kepala
"Iyain aja" ucap Satria
*Segini dulu ya~
Nanti malam lanjut*~