
“Markas Bagian Barat” Aril
Tut
Setelah menerima panggilan dari Aril, mereka semua langsung menuju ke markas yang berada di bagian barat. Mereka tidak menyadari jika keluarga Smith sedang mengikuti mereka, karena Veno dan Alex melihat mereka menerima panggilan dari seseorang dan langsung pergi begitu saja.
Sesampai nya disana, Satria dkk segera masuk ke dalam markas dengan terburu buru di ikuti Mommy Bita dll. Satria dkk langsung menuju ruang penyiksaan tanpa menggunakan pakaian mereka seperti biasa dan tidak menggunakan topeng.
Para penjaga tidak merasakan kecurigaan terhadap Mommy Bita dll, karena Mommy Bita dll, berjalan tepat di belakang Satria dkk dengan sangat santuy seperti tidak terjadi apa apa.
Saat mereka memasuki ruang penyiksaan itu, terdengar teriakan dari Adeva. Daddy Arnold, Alex, Veno dan Vino, merasa ketakutan saat pertama kali dalam seumur hidup mereka, mereka memasuki ruangan seperti ini. Berbeda dengan Mommy Bita yang merasa jika jiwa Psikopat nya yang terpanggil saat memasuki ruangan ini.
Mata Mommy Bita langsung berubah menjadi merah darah saat melihat banyak nya mangsa yang berada di ruangan ini. Apalagi mencium bau darah semakin membuat Mommy Bita tidak tahan untuk segera membunuh mangsa nya.
Aril masuk ke dalam ruangan itu merasa terkejut karena Satria dkk, datang bersama keluarga nya. Mereka semua terkejut saat merasakan aura yang berbeda, seketika mata Aril berubah menjadi warna merah darah sama seperti Mommy Bita.
“Hei kenapa kamu tidak pernah bilang kepada ku, jika kamu mempunyai tempat seperti ini?” tanya Mommy Bita yang membuat mereka semua bingung.
“Aku kan nggak tau kalau Mommy suka yang beginian” jawab Aril membuat Mommy Bita memutar malas bola mata nya.
“Mommy pinjam pisau mu dan boleh kan Mommy meminta salah satu peserta mu” ucap Mommy Bita dengan nada senang.
“Dengan senang hati Aril memberikan nya kepada Mommy tersayang” ucap Aril.
“Heh kamu” ucap Mommy Bita menunjuk salah satu orang yang berdiri di samping Aril.
“Saya Bu?” tanya orang itu sambil menunjuk diri nya.
“Iya, ambilkan pisau karat dan katana sana” perintah Mommy Bita dengan nada dingin nya, dan orang itu langsung melaksanakan perintah Mommy Bita, karena takut dengan nada bicara Mommy Bita.
Olivia dan Mischa berjalan menuju pintu keluar untuk mengambil alat alat make up nya. Dan tak lama begitu mereka berdua masuk bersama orang yang di suruh Mommy Bita, Orang itu memberikan alat yang Mommy Bita minta.
“Apa itu?” tanya Mommy Bita penasaran melihat Olivia dan Mischa membuka ransel yang berisi alat alat make up.
“Alat make up, Mom mau gunain ini juga?” tanya Olivia
“Boleh deh” ucap Mommy Bita
Mommy Bita mengambil bedak padat dan blush on.
“Mana orang nya?” tanya Mommy dengan semangat.
“Itu yang duduk di kursi Mom” ucap Aril sambil menunjuk ke arah orang itu.
Seketika mereka semua langsung terkejut saat Aril menunjuk orang yang sedang terikat di kursi.
“Adeva?” ucap mereka semua bingung sekaligus terkejut.
“Ya” ucap Aril
Mommy Bita langsung berjalan ke arah Adeva, di ikuti oleh Aril.
“Bangunkan dia” perintah Aril
Anak buah Aril segera mengambil ember dan air dingin, dan menyiramkan ke tubuh Adeva. Seketika Adeva langsung terbangun.
“SI*L*N!” teriak Adeva
Plak
“Kamu bilang apa?” tanya Mommy Bita setelah menampar Adeva
“Mom, tangan Mom jadi kotor kan” ucap Aril dan meminta tisu basah kepada Mischa dan segera mengelapkan tangan Mommy Bita.
“Iya sayang” ucap Mommy Bita
Avril segera mengambilkan sarung tangan karet, segera Avril memasangkan sarung tangan karet itu ke tangan Mommy Bita.
“Sudah Mom” ucap Avril dan Aril
“Kalian memang yang terbaik” ucap Mommy Bita sambil mengacungkan jari jempol nya.
Mommy Bita segera mengambil alat make up milik Mischa dan Olivia, lalu memoleskan nya ke muka Adeva.
“APA YANG ANDA LAKUKAN KEPADA MUKA SAYA!” teriak Adeva murka.
Plak
Aril menampar Adeva dengan sekuat tenaga sehingga menyebabkan ujung bibir Adeva mengeluarkan darah.
“TURUNKAN NADA BICARA ANDA!” bentak Aril membuat Adeva langsung terdiam.
“Lanjutkan Mom” ucap Alena
Mommy Bita pun langsung melanjutkan make up nya ke muka Adeva, sedikit lagi selesai dan Mommy Bita pun menyemprotkan sprei ( I don’t know, mama aku perias pengantin tapi aku nggak tau apa apa tentang alat make up:v aku sering di make up sama mama aku tapi yah begitu yang aku tau hanya bedak, blush on, lipstik, itu doang:v)
Seketika Adeva berteriak saat Mommy Bita menyemprotkan sprei itu, dan tak lama begitu muka Adeva terbakar (bukan terbakar kena api).
Daddy Arnold, Alex, dan Vino langsung pingsan di tempat dan langsung di angkat ke kamar tamu oleh anggota Aril.
“Veno, kamu mau nyoba?” tanya Mommy Bita sambil nyodorin pisau kepada Veno.
Veno pun mengambil pisau itu dengan tangan bergetar, Aril yang melihat abang nya tidak berani untuk mengiriskan pisau itu ke tubuh Adeva pun segera memegang tangan abang nya, untuk menuntun abang nya.
Saat Veno mengiris pisau ke tubuh Adeva, ada rasa senang yang menjalar ke tubuh nya.
“Ternyata seru juga” gumam Veno lalu melanjutkan aksi nya
Satria dkk hanya diam saja menyaksikan ibu dan kedua anak nya menyiksa orang yang selama ini membuat hidup mereka menderita.
Di ruangan itu hanya terdengar teriakan Adeva saja. Saat Adeva hendak memejamkan mata nya dengan segera anak buah Aril menyiram nya dengan air dingin.
Satria dkk sedang menyiksa tahanan yang lain nya, karena tangan mereka gatal ingin menyiksa orang juga.
Satria sudah membunuh 2 orang
Andreas 4
Veno 2
Mischa 6
Olivia 6
Avril 5
Alena 3
Mommy Bita 3
Aril? Dia hanya melihat saja tanpa ikut menyiksa
Sudah 3 jam mereka menghabiskan waktu di dalam ruangan itu
“Sumpah ini seru banget” ucap Veno terduduk dan bersandar di dinding
“Energi Mommy terasa seperti terisi” ucap Mommy Bita duduk di samping Veno
“Udahkan? Ayo kita ke atas” ucap Aril
“Baru juga selesai sayang” ucap Satria
Aril merasa ada yang menetes di tangan nya segera mengambil handphone nya dan melihat hidung nya yang mengeluarkan darah segar.
Satria yang melihat itu segera menggendong Aril, lalu berlari menuju mobil di ikuti yang lain nya.
Satria mengendarai mobil seperti orang kesetanan saking panik nya. Begitu juga dengan yang lain nya.
Satria sampai di rumah sakit langsung memberhentikan mobil nya di depan lobby dan segera keluar menggendong Aril.
“DOKTER! DOKTER IMAM!” teriak Satria
“Letak kan dia” ucap Dokter Imam
Satria segera meletakkan Aril ke atas brankar. Dokter Imam segera memeriksa denyut nadi dan jantung Aril. Dan memasangkan Oximeter (alat bantu pernafasan)
“SUSTER SIAPKAN AUTOMATIC EXTERNAL DEFIBRILLATOR!” perintah Dokter Imam (Alat kejut jantung)
Satria yang melihat Suster menyiapkan Automatic External Defibrillator langsung berdiri dan mencengkram tangan suster itu.
“APA YANG ANDA LAKUKAN!” bentak Satria
“CEPAT SUS!” teriak Dokter Imam
Suster itu segera menyentak tangan nya
“DETAK JANTUNG PASIEN MENGHILANG DOK” teriak Suster itu
Dokter Imam segera menempelkan Alat itu ke dada Aril, namun tidak ada perubahan tetap garis lurus.
“Maaf” ucap Dokter Imam penuh penyesalan
Satria yang tidak bisa menahan sesak di dada nya tiba tiba jatuh pingsan, Dokter Imam segera memeriksa Satria, dan menempelkan alat itu ke tubuh Satria tapi tidak ada perubahan.
Kedua pasangan itu pergi meninggalkan dunia yang penuh dengan kekejaman.
Mommy Bita dan yang lain nya menangis histeris.
Para anggota Black Rose semua nya yang ada di penjuru dunia berduka karena telah pulang nya KING SATRIA HARISON DAN QUEEN ARILIA QUEENY SMITH.
Tamat
~Maafkan aku tentang cerita yang tidak jelas ini~