Queen Devil

Queen Devil
Chapter 16



Sejak kejadian itu Aril yang biasanya ceria sama keluarga nya berubah menjadi pendiam


Mommy melihat Aril turun dari tangga menuju meja makan, dengan pakaian lengkap sekolah nya


"Morning Princess" ucap Mommy


"Aku langsung berangkat ya Mom" ucap Aril sambil mencium pipi Mommy dan Daddy


"Gak sarapan dulu" ucap Mommy


"Masih kenyang Mom" ucap Aril


"Yaudah hati hati ya" ucap Mommy


Aril langsung berangkat ke sekolah, padahal ini baru jam 06.10 WIB tapi dia sudah berada disekolah


Aril berjalan menuju kelas nya, di sepanjang koridor hanya ada beberapa siswa saja yang lewat dan menyapa Aril, Aril hanya membalasnya dengan menganggukan kepala nya


Sampai dikelas Aril memasang headset nya, memutar lagu, dan menelungkupkan kepala nya di atas meja sampai ia ketiduran


"Queen kayak nya capek banget itu" ucap Alena kepada Olivia yang baru datang


"Biarin aja dia juga butuh istirahat" ucap Avril yang sudah ada dibelakang mereka


"Iya Vril" ucap Alena dan Olivia


"HALLO GAIS MISCHA YANG CANTIK SUDAH DATANG" teriak Mischa


Buggg


Mischa yang baru saja datang langsung mendapat lemparan buku tepat di wajah nya


"Hwaaaa muka cantik gue" teriak histeris Mischa


Tiba tiba Aril bangun dan langsung berjalan menuju Mischa


"Lo bisa diam gak" ucap Aril penuh penekanan dan langsung menuju rooftop sekolah


"Lo sih pake acara teriak teriak ga jelas" ucap Alena


"Maaf" cicit Mischa


"Sekarang susul Aril" perintah Avril dan mereka pun langsung menuju rooftop karena mereka tau Aril kalau lagi ada masalah pasti pergi ke rooftop


Ceklek


Saat mereka membuka pintu mereka terkejut bukan main karena melihat hidung dan telinga Aril keluar darah segar


"Ril kita ke rumah sakit" ucap Avril yang panik melihat Aril


"Nggak" ucap Aril


"Ril itu hidung ama telinga lo ngeluarin darah mana banyak lagi itu" ucap Mischa heboh


Tetttt (bel masuk berbunyi)


"Itu udah bel masuk ke kelas sana" ucap Aril menyuruh teman teman nya masuk ke kelas


"Gimana kita mau ke kelas kalau lo begini" ucap Alena


Saat Aril berdiri tiba tiba tubuh nya serasa mau tumbang


Dugggg (suara Aril jatuh:v)


"ARIL" teriak mereka berempar


"Olivia cepat ke mobil" ucap Avril


Olivia pun berlari menuju parkiran untuk mengambil mobil, Avril, Alena, dan Mischa mengangkat Aril menuju mobil


Olivia membawa mobil seperti orang kesetanan tidak peduli jika pengemudi lain berteriak memaki dia


Sampai di rumah sakit milik Aril, Aril langsung di baring kan di atas brankar dan langsung dibawa di ruang ICU


Ceklek


"Keluarga pasien?" ucap Dokter


"Kami sahabatnya dok, gimana kondisi nya dok" tanya Avril


"Sebelum apa Nona Aril pernah kepala nya terbentur" tanya Dokter


"Pernah dok tapi itu udah lama sekali" ucap Avril


"Begini di kepala Nona Aril terdapat gumpalan darah dan kanker otak, kami sudah memeriksa bahwa kanker otak itu sudah stadium 2" penjelasan Dokter


"Kanker otak dok?" tanya Alena


"Iya" jawab Dokter


"Apa bisa dihilangkan dok?" tanya Mischa


"Saya tidak bisa memastikan karena kebanyakan pasien yang mengalami kanker otak tidak ada yang selamat" ucap Dokter


"Dok tolong sembuhkan sahabat saya, saya akan memberi berapapun yang dokter mau" ucap Olivia


"Akan saya usahakan yang terbaik buat Nona Aril" ucap Dokter


"Terima kasih dok" ucap Alena


"Apa kami boleh menjenguk nya?" tanya Olivia


"Maaf tapi kami tidak memperbolehkan" ucap Dokter


"Kenapa dok?" tanya Mischa


"Karena Nona Aril sedang koma jadi kami tidak memperbolehkan seseorang masuk tapi kalian bisa melihat nya dari jendela kaca yang berada diruangan Nona Aril" ucap Dokter


"Terima kasih dok" ucap Mereka berempat


"Kalau begitu saya permisi" ucap Dokter


"Gue nelpon Satria, lo kak Wilda, lo bang Alex, dan lo bang Veno" perintah Avril


Mereka pun langsung menelpon semuanya yang disebutkan itu, awalnya mereka tidak percaya tapi karena Avril dkk menyakinkan mereka dan menyuruh mereka pergi ke rumah sakit tanpa bilang sama ortu mereka akhirnya setuju


Di tempat Veno


Keluarga Smith sedang berkumpul tanpa Aril dan Alex


*Dretttt dretttt dretttt


"Hallo" Veno


"....."


"Yang serius ajg" Veno


"....."


"Yaudah gue kesana" Veno


Tuttt*


"Mom, Veno pergi dulu ya ada kawan manggil" ucap Veno kepada Mommy


"Hati hati ya" ucap Mommy dan Daddy


"Gue ikut" ucap Vino


"Gak usah lo dirumah aja" ketus Veno


'Kenapa kamu berubah nak' batin Daddy dan Mommy


Veno pun langsung pergi menuju rumah sakit tersebut


Udah dulu ya~