Queen Devil

Queen Devil
Chapter 24



Setelah Vino menyelesaikan cerita nya, ternyata cerita nya tersebut ada yang mendengarkan nya dan merekam cerita tersebut


Orang tersebut langsung pergi dari tempat itu agar tidak ketahuan oleh mereka


'*Halo bos' orang tersebut


'Ada apa'


'Ini berita tentang Aril bos' orang itu


'Tentang Aril?'


'Iya bos, ternyata dia masih hidup bos' orang itu


'Bagaimana bisa'


'Saya tidak tau bos' orang itu


'Lacak keberadaan Aril dan keluarga nya'


'Siap bos, asal bayaran nya ada' orang itu


'Ckk, iya iya'


Tuttt


Dilain tempat


Aril dan Satria sudah sampai di markas nya


"Welcome King, Queen" sapa para anggota serempak


Aril dan Satria hanya membalas dengan menganggukan kepala mereka


"Apa ada kendala selama saya tidak ada?" tanya Satria


"Selama anda pergi tidak ada satu pun kendala King, tapi tadi saya dapat laporan dari anggota saya yang menjadi mahasiswa di kampus Arsa, dia mendapatkan informasi bahwa ada seseorang yang menguping pembicaraan tuan Veno dan Veno dan orang itu langsung menelpon seseorang, saat dia menelpon seseorang itu, orang itu menyebutkan nama anda Queen, King" jelas ketua anggota itu


"Cari tau siapa orang itu dan apa motif nya" perintah Aril kepada anggota nya


"Siap Queen"


"Lanjutkan latihan" perintah Satria


"Siap King"


Aril dan Satria pun pergi meninggalkan markas mereka, mereka menuju kantor mereka


Aril dan Satria pun memasuki ruangan kerja dan tak lama sekertaris pribadi Aril pun muncul (aku lupa namanya)


"Permisi Nona" ucap sekertaris itu


"Apa saja jadwal saya?" tanya Aril


"Setelah makan siang anda dan tuan Satria akan mengadakan meeting dengan perusahaan Smith" ucap sekertaris itu


"Yaudah kamu boleh keluar" ucap Satria


"Sayang" rengek Satria


"Hmm" deheman Aril tanpa menoleh ke arah Satria


"Sayang" rengek nya Satria lagi


"Iya" ucap Aril tanpa melihat


"Ihhh"


Aril berjalan menuju sofa tempat Satria duduki


"Ada apa hmm?" tanya Aril lembut


"..."


"Kenapa?" tanya Aril sabar


"..."


"Sayang" panggil Aril


"..."


"..."


"Yaudahlah" ucap Aril hendak berdiri tapi tangan nya di cekal Satria


*Hikss hiks


'Buset dah' batin Aril*


"Kamu gak sayang lagi sama aku?" tanya Satria sambil menangis


"Kata siapa hmm?" tanya Aril


"Tadi aku panggil kamu nggak liat aku" ucap Satria


"Yaudah aku minta maaf" ucap Aril


"Kamu sekarang mau apa?" tanya Aril


"Mau peluk aja" ucap Satria


"Yaudah, tapi inget jangan lagi nangis" ucap Aril


"Iya" ucap Satria sambil memeluk Aril dan meletak kan kepala nya di leher Aril


"Jangan gitu" ucap Aril sambil mengusap punggung Satria


"Kenapa?" tanya Satria dengan polos nya


"Geli tau" ucap Aril


"Tapi aku suka" ucap Satria


"Tapi aku gak suka" ucap Aril bersabar


*Hiks hiks hiks


'Salah mulu gue' batin Aril*


Satria pun melepas pelukan nya dan agak menjauh dari Aril sambil terus menangis


"Kenapa?" tanya Aril tingkat kesabaran nya sudah menipis


"Kamu gak suka sama aku" ucap Satria


"Bukan gitu, maksud Aril, Aril itu gak suka kalau Satria meletakkan kepala Satria di leher Aril sambil menggesek gesek kan nya karena leher Aril jadi geli kena rambut Satria" jelas Aril udh tipis banget ini tingkat kesabaran nya


"Maafin Satria" ucal Satria sambil mendekat ke Aril dan memeluk Aril


"Iya, yaudah sini kamu tidur" ucap Aril sambil menepuk paha nya agar menjadi bantal Satria


"Gak mau" tolak Satria


"Kenapa?" tanya Aril


"Satria mau nya tidur sambil di pangku Aril" ucap nya manja


"Yaudah sini" ucap Aril


Satria pun naik ke atas paha Aril dan meletakkan kepala nya di leher Aril lagi tapi tidak menggesek gesek kan nya


Dengkuran halus pun terdengar di telinga Aril


Satria nya sudah tidur


~


~


~


~


~


Maaf ya bukan nya aku tamatin cerita ni, sebenarnya cerita ini masih panjang tapi ni laptop ku kemarin di pake abang ku terus hilang cerita nya, aku juga udah cari di flashdisk tapi gak ada yaudah aku buat ulang aja


Maaf ya jadi lama nunggu nya


Maaf juga cerita nya jadi agak ngegantung dan tidak jelas