Queen Devil

Queen Devil
Chapter 30



“Iya Mom” ucap Aril dan kembali mencium pipi Mommy nya


Skip


Markas di tengah hutan


“Selamat Datang Queen” ucap para penjaga gerbang menyapa Aril dan hanya di balas anggukan kepala oleh Aril.


“Dimana Satria?” tanya Aril


“King, ada di kamar, Queen” ucap penjaga tersebut


“Lanjutkan pekerjaan kalian” ucap Aril tegas, dingin, berlalu masuk ke dalam markas ralat mansion tapi Aril dkk mengubah nya menjadi markas


Ceklek


Aril membuka pintu dan berjalan ke arah Satria, Satria yang saking fokus nya tidak mengetahui kalau Aril berada di belakang nya. Aril menepuk pundak Satria, dan kalian tau reaksi Satria seperti apa? Terkejut tentu saja tidak, Satria langsung memutar badan nya dan memeluk Aril dengan sangat erat. Mengapa langsung di peluk bukan nya di hantam langsung? Karena tidak ada 1 orang pun yang tau password kamar ini, yang tau hanyalah Aril dan Satria.


“Ada apa?” tanya Aril


“Ada yang mencoba bermain sama kamu” ucap Satria tetap memeluk Aril yang masih berdiri


“Siapa? Aku mau lihat” ucap Aril duduk di pangkuan Satria


“Itu lihat aja sendiri” ucap Satria sambil terus memeluk Aril dan menaruh kepala nya di ceruk leher Aril.


“Orang yang sama” ucap Aril melihat rekaman cctv yang berada di kantor SMITH dan kampus ARSA


'Oh jadi karena ini' batin Aril


“Jadi mau kamu apain tu orang?” tanya Satria


“Aku mau buat ukiran di punggung nya” ucap Aril sambil tersenyum smirk


Satria yang melihat senyuman Aril langsung (nempeleng/ tampar tapi bukan nampar) (terserah lah kayak mana mau kalian)


“Jangan senyum seperti itu depan Satria” cicit Satria


“Iya maaf Aril nggak sengaja” ucap Aril sambil menyisir rambut Satria ke belakang


“Aril tidur disini aja ya” ucap Satria


“Aril mau pulang dulu, nanti kalau masalah ini sudah selesai Aril bakal balik lagi kesini” ucap Aril sambil tersenyum lembut ke arah Satria


“Tapi Satria ikut, boleh ya” ucap Satria sambil menggunakan jurus andalan nya PUPPY EYES


“Iya Sayang” ucap Aril


Lalu mereka berdua pun berdiri, berjalan menuju pintu keluar, memasuki mobil, mengendarai mobil menuju mansion keluarga Smith.


“Sudah sampai” ucap Satria


“Ayo turun” ucap Aril


Mereka berdua pun turun dari mobil dan langsung menuju pintu masuk, tapi mereka berdua terkejut bukan main karena, baju Aril sudah berserakan ke lantai dengan koper koper nya.


“Ada apa ini Dad?” tanya Aril bingung


“Masih tanya lagi kamu” ucap Daddy Arnold sinis


“Mending lo pergi dari rumah ini, karena gue nggak mau ada seorang J*L*NG tinggal di rumah ini” ucap Vino menekan kata jlng


“Apasih bang? Aril nggak ngerti” ucap Aril yang masih bingung dengan situasi tersebut


Plak


“Kamu tanya kamu nggak ngerti!” ucap Daddy menampar Aril hingga menimbulkan luka di ujung bibir Aril


“INI MAKSUD NYA APA!” bentak Daddy Arnold


“ITU BUKAN ARIL DAD” teriak Aril


Plak


“Berani nya lo j*l*ng berteriak di depan Daddy gue” ucap Vino setelah menampar Aril


Bugh


Alex datang dan langsung melayangkan tinju tepat mengenai wajah Vino


Bugh


Tinjuan itu datang lagi dari Veno


Plak*


Tamparan itu berasal dari Mommy Bita kepada Vino dan Daddy Arnold


“BERANI NYA ANDA MENAMPAR SAYA!” bentak Daddy Arnold di depan muka Mommy Bita


“Heh! Harus nya itu kamu mikir Arnold! Ini jaman canggih! Nggak mungkin anak aku sudah melakukan hal sekeji itu!” ucap Mommy penuh penekan dalam setiap kata nya


“Kamu masih mau membela seorang J*L*NG itu dibandingkan suami kamu sendiri!” ucap Daddy Arnold menekan kata jlng


Plak


“JANGAN PERNAH KAMU SEBUT ANAK SAYA SEORANG J*L*NG” teriak Mommy Bita


“Sat, Sakit Sat” ucap Aril sambil memegang kepala nya


Satria yang berada di samping Aril sontak melihat Aril, seketika Satria menegang karena melihat darah yang keluar dari hidung Aril.


“MOM! ARIL MOM!” teriak Satria ketika Aril pingsan


“BAWA ARIL KE MOBIL SATRIA!” teriak Mommy Bita karena tidak mau terjadi sesuatu yang buruk terjadi lagi kepada Aril.


Mommy Bita, Satria, Alex, dan Veno segera melarikan Aril ke rumah sakit terdekat.


Sedangkan Vino dan Daddy Arnold mematung di tempat.


“Vino, kita harus menyusul Aril, Daddy nggak mau lagi kejadian seperti dulu terjadi lagi” ucap Daddy Arnold dengan suara bergetar


“I…iya Dad” ucap Vino dengan suara bergetar


Skip


“DOKTER! DOKTER!” teriak Satria sambil membawa tubuh Aril berlari menuju UGD, diikuti Mommy Bita, Alex dan Veno


Satria langsung meletakkan Aril ke atas brankar


“DOKTER TOLONG ADIK SAYA DOK!” ucap Alex dan Veno memohon


“Saya akan melakukan yang terbaik untuk Nona Aril” ucap dokter tersebut


Dokter tersebut langsung masuk ke dalam, seketika Mommy Bita jatuh pingsan


“Mom, bangun Mom” ucap Alex dan Veno


Alex langsung mengangkat tubuh Mommy nya menuju ruangan di sebelah Aril


“Apa yang terjadi Alex?” tanya Dokter Imam (Masih ingat dokter Imam kan? Dokter yang dulu merawat Aril waktu sakit, ada di chapter 19)


“Mommy tadi pingsan Dok, karena Aril tadi tiba tiba kepala nya sakit dan mimisan” jelas Alex


“Saya akan memeriksa Nyonya” ucap Dokter Imam


Diperiksa selama 20 menit


“Mommy kamu hanya terlalu syok Alex, saya harap kamu jangan membuat Mom mu kepikiran berlebihan terhadap Aril” jelas Dokter Imam


“Iya dokter” ucap Alex


Tiba tiba terdengar suara pintu yang di buka kasar oleh seorang perawat dengan keringat yang membanjiri wajah nya


“Dok, pasien di kamar sebelah kejang kejang dok” ucap perawat tersebut


Seketika Alex langsung kepikiran Aril, Alex langsung berjalan menuju ruangan Aril yang berada di sebelah nya


“Apa yang terjadi Veno Satria?!” tanya Alex


“Kita belum tau bang, tadi perawat nya langsung lari keluar, barusan juga dokter Imam masuk” jelas Satria


“Iya bang” ucap


~


~


~


~


~


Segini dulu~