
Dretttt dretttt dretttt
Aril terbangun kala mendengar handphone nya berdering
'*Hallo' Aril
'Sayang kamu dimana? Kok belum pulang?' ucap Daddy Aril khawatir, karena anak nya belum pulang jam segini, setelah selesai meeting dengan dia tadi
'Aril ke apartement Dad, Satria lagi pusing kepala nya jadi nya, kita pulang ke apartement aja, soalnya lebih dekat, maaf gak ngabarin Daddy dulu' Aril 'maaf Dad Aril bohong, sebenarnya Aril dan Satria ada di mansion Aril yang satu nya' lanjut Aril dalam hati, karena dia tidak mau rahasia nya terbongkar
'Sekarang Satria nya gimana? Udah mendingan?' tanya Daddy Aril
'Ini udah tidur soalnya tadi Aril suruh Satria minum obat Dad' Aril
'Yaudah kalau gitu baik baik disana, lain kali bilang jangan buat Daddy, Mommy, dan abang abang mu khawatir nyariin kamu' Daddy Aril
'Iya Dad, yaudah Aril matiin ya, Good Night Dad' Aril
'Iya sayang, Good Night' Daddy Aril
Tutttt*
'Buset udah jam 11 malam, pantas aja Daddy, Mommy, dan abang abang khawatir' batin Aril
Saat Aril hendak beranjak dari tempat tidur, tiba tiba sepasang tangan kekar Satria memeluk nya dengan erat, seakan takut gadis nya pergi
"Sayang" panggil Satria dengan suara serak nya, karena terbangun dari tidur nya
"Ada apa sayang?" tanya Aril dengan tangan nya yang menyisir rambut Satria (ini kebiasaan aku saat sama abang ku:v)
"Mau kemana?" tanya Satria
"Aku mau ke bawah sebentar ngantarin ni nampan, setelah itu aku balik lagi ke kamar" ucap Aril lembut selembut sutra:v
"Ikut" rengek Satria
"Disini aja, kamu kan masih pusing" ucap Aril sambil melepaskan pelukan Satria, tapi Satria menahan agar tidak terlepas
"Suruh bibi aja kenapa?" ucap Satria
"Bibi pasti udah tidur sayang" ucap Aril
"Besok pagi aja" ucap Satria agar Aril terus berbaring di samping nya dan dia bisa memeluk Aril sepanjang malam
"Yaudah sini tidur lagi" ucap Aril sambil merebahkan diri nya di samping Satria dan menepuk pantat Satria ala tidurin bayi
'Manja nya kambuh dah' batin Aril
Sedangkan di mansion keluarga Smith, mereka sedang di teror
Prangggg (suara kaca pecah karena terkena lemparan batu)
"SIAPA" teriak Vino dan Veno
"KASIH TAU DIMANA KALIAN MENYEMBUNYIKAN ARIL!" tulisan yang berada di dalam kertas tersebut
"Maksud dia apa nanya nanya Princess" ucap Vino dengan kedua tangan mengepal
"Kita harus ngasi tau bang Alex, Mommy, Daddy" ucap Veno dengan kedua tangan mengepal
Veno dan Vino langsung berlari keluar menuju kamar Daddy dan Mommy nya terlebih dahulu
Tok tok tok (anggap suara gedoran bukan ketokan:v)
Alex yang mendengarkan suara ketukan itu pun terbangun, karena kamar nya di samping kamar Daddy dan Mommy nya
Alex keluar dari kamar nya pun langsung menjewer telinga Veno dan Vino, karena mereka mengganggu mimpi indah nya
Ceklek
Mommy membuka pintu kamar nya dan terkejut saat melihat Alex yang menjewer telinga adek adek nya
"Ada apa sih? Udah malam kok ribut ribut gini, Kalian juga ngapain gedor gedor pintu kamar Daddy dan Mommy?" tanya Mommy
"Aduhhhh aduhhhhh bang lepas bang" ucap Veno dan Vino
"Bang lepas kasihan telinga mereka merah tu" ucap Mommy dan Gotchaaa Alex pun langsung melepaskan jeweran nya, karena diperintah sama Mommy nya
"Apasih kalian ini sudah malam juga ngapain ribut ribut" ucap Daddy keluar dari kamar nya dan menuju pintu tempat mereka berkumpul
"Dad, Mom, sebaiknya kita masuk ke dalam kamar dulu, ada yang ingin kita jelasin" ucap Veno
"Iya Mom" ucap Vino
Mereka pun langsung masuk ke kamar dan mengunci pintu nya
"Ada apa sih pake di kunci segala" ucap Alex
"Duduk dulu" ucap Vino
Mereka semua telah duduk, saat nya Veno dan Vino menjelaskan tentang batu itu dan kertas itu
"Ini Dad" ucap Veno dan Vino sambil menyerahkan batu dan kertas itu kepada Daddy nya
~
~
~
~
~
Besok lagi yak