Queen Devil

Queen Devil
Chapter 17



*Di tempat Alex


Dretttt dretttt dretttt


"Hallo" Alex


"...."


"Lo jangan aneh aneh deh adek gue tu baik baik aja" Alex


"...."


"Oke gue kesana sekarang" Alex*


Alex mendapat kabar dari teman nya Aril pun langsung bergegas menuju rumah sakit


Skip~


Alex dan Veno pun sampai dirumah sakit bersamaan


"Bang lo ngapain?" tanya Veno


"Ngeliat Aril" jawab Alex


"Ayo"


Alex dan Veno pun pergi ke tempat resepsionis untuk menanyakan ruang rawat Aril


"Permisi" ucap Alex


"Ada yang bisa saya bantu" ucap resepsionis


"Dimana ruang rawat atas nama Arilia Queeny Smith" ucap Alex


"Ruang rawat Nona Aril ada di kamar VVIP no 2" ucap resepsionis


"Terima kasih" ucap Alex


Alex dan Veno pun berlari menuju ruang rawat Aril, sampai disana Alex dan Veno melihat teman teman Aril pada nangis


Ada seorang wanita berlari menuju ruang rawat Aril dia adalah Wilda sekretaris pribadi Aril atau kakak angkat Aril


"Gimana keadaan Aril" tanya Wilda


"Kata hiks dokter Aril kena hiks kanker otak stadium 2 dan ada gumpalan hiks darah di kepala nya" jawab Olivia


Duggggg


Satria yang baru datang pun tiba tiba jatuh saat mendengar kabar Aril


"BOHONG!" teriak Alex


"Adek gue gak mungkin kena penyakit itu" ucap Veno tidak percaya


"Gue....gue harus masuk ke dalam" ucap Alex sambil berjalan ke arah pintu tapi di tahan oleh sahabat sahabat Aril


"Lepasin gak" ucap Alex penuh penakanan


"Lo gak boleh masuk" ucap Alena


"Gue mau liat adek gue" ucap Alex


"Kalau lo mau liat adek lo, lo harus minta ijin sama dokter dulu" ucap Avril


Tiba tiba dokter dan perawat pun datang dan langsung masuk ke ruangan Aril, mereka yang diluar pun terkejut karena tiba tiba dokter datang dan masuk


Sudah 2 jam tapi dokter belum juga keluar


"LAMA BANGET SIH" teriak Veno


Ceklek


"Permisi" ucap Dokter


"Gimana kondisi Aril Dok?" tanya Satria


"Begini kondisi Nona Aril sedang kritis kami para dokter ingin meminta ijin melakukan operasi pengambil gumpalan darah yang ada di kepala Nona Aril tapi kami tidak bisa memastikan Nona Aril masih bisa bertahan atau tidak" penjelasan dokter tersebut


"Lakukan yang terbaik" ucap Alex


"Kalau begitu saya permisi, operasi nya akan dimulai 10 menit lagi" ucap Dokter dan pergi untuk menyiapkan persiapan operasi Nona Aril pemilik rumah sakit ini


Operasi pun telah dilakukan, sudah 6 jam tapi lampu yang berada di ruang operasi itu masih merah belum berubah warna hijau


Mereka terus berdoa agar operasi Aril lancar


Di mansion keluarga Smith


Mommy dan Daddy terus menghubungi Alex, Veno, dan Aril tapi tidak ada yang diangkat


"Dad mereka kok belum pulang dari tadi siang sih" ucap Mommy


"Mereka pasti baik baik aja Mom, Daddy udah nyuruh semua anak buah Daddy mencari mereka bertiga" ucap Daddy menenangkan istrinya


Sedangkan Vino, dia malah asik asikan berdua bersama Adeva, Adeva berhasil mencuri perhatian Vino, Vino dan Adeva berjalan keliling mall hanya untuk membelikan barang yang Adeva inginkan


Balik ke rumah sakit


Tingggg


Operasi telah selesai, mereka semua mengucap syukur kepada Tuhan, dan tak lama begitu dokter keluar dari ruang operasi


"Operasi berjalan dengan lancar tapi maaf Nona Aril mengalami koma" ucap Dokter


"Berapa lama dia akan sadar dok" tanya Veno


"Bisa besok, lusa, atau seterus nya, jadi nya kita berdoa saja semoga Tuhan berikan yang terbaik buat Nona Aril" ucap Dokter


Aril pun di pindahkan ke ruangan nya yang tadi


"Boleh kami masuk Sus" tanya Wilda kepada Suster


"Boleh mbak, tapi dipakai dulu baju hijau nya (nggak tau baju apa itu intinya yang sering di tv tv tu lah)" ucap Suster menyerahkan baju itu


Mereka pun menerima baju itu dan masuk ke ruangan Aril tapi diberi pembatas kaca


"Dek, lo yang kuat ya" ucap Alex menangis


"Gue tau lo pasti kuat" ucap Veno


"Yang kuat ya sayang" ucap Satria


"Yang kuat Aril" ucap sahabat sahabat Aril


"Gue pengen meluk lo tapi nggak boleh" ucap Alex sambil tersenyum kecut menatapi tubuh adek nya yang terbaring lemah di atas brankar


Satria segera menelpon anggota nya untuk berjaga jaga kalau ada apa apa yang terjadi kepada Aril


*Dretttt dretttt dretttt


"Hallo" Satria


"Hallo King"


"Tolong jaga kamar rawat Queen, no 2 kamar VVIP, 10 orang 5 jam sekali ganti, mengerti" Satria


"Siap King"


Tutttt*


Satria pun memutuskan telpon nya


Alex dan Veno pun memberi kabar tentang Aril kepada orang tua mereka, awalnya orang tua mereka tidak percaya tapi setelah Alex dan Veno meyakinkan akhirnya mereka percaya


Orang tua Aril langsung pergi menuju rumah sakit tersebut bersama Vino, sesampai disana Vino langsung mendapat tatapan tidak suka dari Veno dan sahabat sahabat Aril, karena Vino membawa Adeva


"Ngapain lo disini" ucap Satria menghalangi jalan Vino


"Kalau bukan karena nyokap males banget gue kesini ngurusin anak sia*an itu" ucap Veno


Buggggg


"Lo abang gak punya hati banget lo" ucap Alena menonjok rahang Vino


"Anj*r lo" ucap Vino menyeka darah yang keluar dari bibir nya


"Heh jal*ng tangan lo gak pantes buat ninju muka Vino" ucap Adeva


"HARUS NYA LO YANG GAK PANTES NGINJEK RUMAH SAKIT NI" bentak Olivia


"HEH KALAU NGOMONG TU GAK USAH KAYAK GITU AJG BELAIN TERUS JAL*NG LO ITU" bentakan Vino karena tidak terima pacarnya di bentak


"VINO" bentakan Daddy


Plakkkk


Mommy menampar Vino


"See, karena dia Mommy nampar aku" ucap Vino sambil terkekeh


"Ayo sayang kita pergi dari sini muak gue liat muka kalian semua" ucap Vino meninggalkan keluarga dan sahabat sahabat Aril


Vino dan Adeva pun meninggalkan rumah sakit itu, saat dalam perjalanan pulang Adeva menyuruh orang untuk membunuh Aril


"Kenapa Pa? Kenapa Vino berubah?" ucap Mommy menangis histeris


"Itu semua karena Adeva Mom" ucap Veno


"Saya akan menyingkirkan hama itu" ucap Satria pergi di ikuti sahabat sahabat Aril


Saat semuanya tengah tertidur di depan ruangan Aril, ada seseorang berpakaian dokter masuk ke ruangan Aril, saat sudah masuk ke ruangan Aril, orang itu hendak menyuntikkan cairan ke infus Aril


Tiba tiba saja Dokter Imam datang dan menyelamatkan nyawa Aril, jika tidak, bisa dipastikan Aril telah tiada malam ini juga


Dokter Imam menghajar orang itu habis habisan dan Dokter Imam menyuntikkan obat bius ke orang itu, seketika orang itu pingsan


Dokter Imam adalah dokter yang selama ini menjaga Aril


Awalnya Dokter Imam berniat mengganti cairan infus Aril tapi pada saat dia masuk ada orang tak dikenal masuk dan hendak menyuntikan cairan berbahaya itu


Keluarga Aril yang mendengarkan keributan itu segera terbangun dan hendak masuk ke ruangan Aril tapi terkunci, mereka hanya bisa melihat dari kaca


Security dan para dokter pun berlari menuju ruangan Aril


Security menangkap orang yang hendak mencelakan Aril dan membawa nya ke kantor polisi


Dokter dokter yang berada di dalam ruangan Aril sedang sibuk mengurus Aril yang tiba tiba kejang kejang


Selama 15 menit Aril kejang kejang akhirnya berhenti


Pada malam itu Aril pun sadar dari koma nya


Aril membuka matanya dan melihat seluruh orang yang ada disini


"Aairr" ucap Aril karena tenggorokan nya kering


Dokter Imam pun langsung memberinya air


Dan keluarga nya Aril pun di perbolehkan masuk


**Segini dulu ya~


Jangan lupa tinggalin jejak kakak**