
Queen terbangun saat mendengar suara pintu kamarnya terbuka.
“Maafkan saya membangunkan anda nyonya. Tadi saya sudah mengetuk pintu tetapi tidak ada jawaban, lalu saya mencoba membuka pintu dan ternyata tidak dikunci. Saya hanya ingin mengantarkan sarapan anda dan meletakkannya di meja.” Seorang pelayan meletakkan nampan yang dibawanya diatas meja dan membereskan piring berisi bekas pizza. “Saya permisi nyonya, selamat menikmati sarapan anda.”
“Ya, terima kasih.” Ucap Queen dan pelayan itu menutup pintu kamarnya.
Queen terdiam diatas ranjang sambil melihat kearah sofa. Di sofa itu semalam ia dan Daniel berciuman! Queen langsung menekan wajahnya ke bantal dan berteriak, setelah itu ia berbaring dan mulai memegang bibirnya. Queen tersenyum mengingat kejadian semalam.
Queen bertanya pada dirinya, kenapa Daniel menciumannya? Daniel pasti terbawa suasana semalam dan Queen harusnya tidak boleh terbawa perasaannya, Queen menyadarkan dirinya. Queen segera bangkit dari ranjang menuju meja dimana sarapannya diletakkan, ia mengambil segelas susu lalu meminumnya hingga habis tanpa sisa. Setelah itu Queen masuk ke dalam kamar mandi dan mengisi bathtub, tidak lupa Queen menambahakan aroma mawar ke dalam air agar ia bisa menenangkan pikirannya yang kacau karena ciuman Daniel semalam.
~
Pagi ini Daniel bangun dengan hati yang berbunga-bunga karena kejadian semalam. Memikirkan itu membuat ia tersenyum, semalam Daniel sedang iseng membaca artikel tentang kehamilan dan melihat video di YouTube. Setelah melihat video tersebut Daniel ingin memperaktikkannya langsung pada Queen, lalu ia beranjak menuju kamar Queen. Dilihatnya Lampu kamar Queen mati, di liriknya jam yang ada di iPadnya ternyata sudah tengah malam.
‘Sebentar lagi Queen akan bangun karena lapar’ batinnya. Lalu Daniel memutuskan turun ke dapur untuk memanaskan pizza yang dibelinya tadi dan membuat segelas susu untuk Queen, setelah selesai Daniel kembali menuju kamar Queen dan benar saja. Lampu kamar Queen sudah hidup menandakan Queen terjaga. Daniel tersenyum karena perkiraannya tepat dan ia segera mengetuk pintu kamar Queen.
Queen membukakan pintu dan ia langsung masuk ke dalam kamar Queen. Daniel duduk di sofa panjang yang ada yang ada dikamar Queen dan meletakkan nampan yang dibawanya itu di atas meja.
“Sini Queen.” Ucapnya sambil menepuk sofa agar Queen duduk di sampingnya.
“Kamu pasti lapar, saya bawakan pizza yang seperti kita makan tadi sore. Saya lihat kamu lahap sekali memakannya, jadi tadi saya order lagi untuk dibawa pulang.”
“Terima kasih Daniel.” Daniel senang melihat Queen tersenyum dan mulai memakan pizza yang dibawanya.
“Queen sambil kamu makan, kamu bisa menaikkan kedua kakimu dan bersender di ujung sofa? Saya ingin mempraktikkan pijatan untuk ibu hamil yang tadi saya lihat dari YouTube.” Queen mulai menaikkan kakinya ke sofa, lalu Daniel menarik kaki Queen agar lurus dan sejajar. Daniel sedang fokus melihat pelatih dalam video itu memberikan instruksi sampai sebuah tangan lembut menyentuh pipinya.
Tangan Queen! Daniel terkejut, lalu Daniel menyentuh tangan Queen di pipinya. Tangan halus dan lembut itu membuat ia ingin menciumnya. Lalu entah keberanian dari mana, Daniel mencium telapak tangan Queen. Waktu terasa berhenti saat Daniel menatap mata biru jernih milik Queen. Dilihatnya Queen diam, tatapan mata Daniel turun ke arah bibir merah muda Queen dan dengan tidak tau dirinya Daniel bergerak mencium bibir Queen. Queen masih tidak bereaksi, lalu ia meneruskannya sampai kecupan itu berubah menjadi lumatan lembut dan mencium bibir Queen tanpa henti. Sampai mata Daniel terbuka karena akhirnya Queen membalas ciumannya. Hati Daniel sangat senang Queen menerimanya. Lalu mereka berciuman terus sampai kehabisan napas.
Sangkin senangnya Daniel memeluk Queen sambil mengucapkan “Terima kasih.” Lalu ia tersadar kalau Daniel harus keluar dari sini. Kalau tidak. Sesuatu yang ia inginkan akan terjadi!
“Saya harus kembali ke kamar.” Ucap Daniel dan buru-buru bangkit dari sofa.
“Selamat malam Queen.” Ia berjalan kembali ke kamarnya tanpa melihat ke arah Queen.
~
Memikirkan kembali kejadian semalam membuat hatinya berdetak kencang dan tersenyum sendiri. Daniel ingat kalau hari ini hari libur, tiba-tiba sebuah ide terlintas di benaknya. Daniel akan mengajak Queen pergi nonton dan jalan-jalan hari ini. Daniel bersemangat memikirkan ide itu, ia langsung turun dari ranjang dan segera pergi ke kamar Queen. Di ketuknya pintu kamar Queen berkali-kali tetapi tidak ada jawaban dari dalam, lalu ia mencoba membuka pintu dan ternyata pintunya tidak dikunci. Daniel segera masuk kedalam kamar Queen, tiba-tiba Daniel berhenti ditengah ruangan.
Dilihatnya Queen berjalan keluar dari kamar mandi dengan mengenakan bathrobe yang diikat asal, wangi mawar tercium ketika Queen datang. Queen terlihat sedang sibuk menggosok-gosokkan rambutnya dengan handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya. Queen sangat seksi! Tanpa sadar Daniel meneguk air liurnya sendiri.
“Astaga!” Queen terkejut, sekaligus menyadarkan Daniel.
“Saya sudah mengetuk pintunya berkali-kali dan ternyata tidak dikunci.” Ucap Daniel cepat sambil berjalan mendekati Queen.
Canggung.
“Ada apa kamu kemari?” tanya Queen dengan suara sedikit bergetar karena kejadian semalam kembali berputar di kepalanya.
“Apa kamu sudah ada rencana hari ini Queen?”
“Tidak, kenapa?” matanya bergerak-gerak acak untuk menghindari tatapan Daniel.
“Saya ingin mengajak kamu nonton dan jalan-jalan hari ini.”
“Nonton?” dahi Queen berkerut bingung.
“Ya kita pergi nonton bioskop, berkeliling mall, melihat hal-hal yang menarik, membeli keperluan kamu. Oh iya, saya baru ingat susu hamil kamu tinggal sedikit lagi. Jadi nanti kita akan sekalian membelinya. Bagaimana Queen kamu mau?”
Queen tampak memikirkan sesuatu, lalu mengangguk setuju.
Daniel tersenyum senang.
“Oh iya, apa kamu sudah sarapan Queen?”
“Sudah.”
“Baiklah, kalau begitu kita akan bersiap-siap dulu. Saya akan menunggu kamu dibawah.”
“Oke.”
Daniel beranjak keluar dari kamar Queen.
Queen menghela napas yang dari tadi sudah di tahannya, jantungnya berdegup kencang. Ada apa ini! Apa Daniel baru saja mengajaknya kencan? Queen segera duduk di kursi meja rias dengan tangan di dada dan mengatur napasnya. Ia tidak boleh terbawa perasaan. Queen kembali menyadarkan dirinya.
~
“Kamu sudah siap?” tanya Daniel begitu Queen berhenti di depannya.
Queem tersenyum dan menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Daniel.
Lalu mereka berjalan bersama menuju mobil. Daniel membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Queen masuk.
Setengah jam kemudian mereka sampai di salah satu mall. Mereka berjalan memasuki mall dan segera menuju bioskop, “Queen ada film yang ingin kamu tonton?” tanya Daniel di sela-sela perjalanan mereka menuju bioskop.
Queen mengecek ponselnya, “Tidak ada, tapi dari beberapa film yang sedang tayang sepertinya Crazy Rich Asians cukup menarik.”
Daniel menganggukkan kepalanya dan tersenyum dengan ucapan Queen itu, karena tadi saat Daniel mengecek jadwal film yang sedang tayang hari ini. Ia juga tertarik ingin menonton film tersebut dan ternyata Queen juga punya pemikiran yang sama dengannya. Setelah sampai di lobi bioskop, Daniel memesan dua tiket untuk mereka.
“Kamu mau makan dulu Queen?” tanya Daniel.
Queen menggelengkan kepalanya, “Nanti saja setelah film selesai.”
Daniel mengangguk, “Kalau gitu saya beli pop corn dan air mineral dulu ya untuk cemilan kita didalam. Kamu duduk disini dulu ya.”
Queen duduk disofa lobi bioskop itu dan Daniel pergi membeli cemilan untuk mereka makan sambil menikmati film didalam nanti. Sekitar sepuluh menit kemudian Daniel kembali dengan pop corn berukuran besar dan dua air mineral ditangannya, lalu mereka masuk kedalam bioskop. Setelah kurang lebih dua jam akhirnya film itu selesai, dan ternyata film itu sangat bagus sekali. Dimana film tersebut menggabungkan antara cinta, keluarga dan budaya.
“Kamu mau makan apa Queen?” tanya Daniel setelah keluar dari gedung bioskop.
Queen tampak berpikir, “Mmm...Sushi?”
“Baiklah, ayo kita cari restoran Jepang di mall ini.” Daniel tampak bersemangat.
Akhirnya mereka menemukan restoran Jepang satu lantai dibawah lantai gedung bioskop itu, lalu mereka memasuki restoran dan segera di sambut dengan ramah para pelayan restoran itu dan karena hari ini hari libur restoran tampak ramai maka mereka segera duduk saja dimeja yang kosong. Selanjutnya Daniel dan Queen sudah sibuk membolak-balikkan buku menu ditangan masing-masing untuk melihat-lihat hidangan apa yang akan mereka pesan.
“Kamu mau pesan yang mana Queen?” tanya Daniel pada Queen yang duduk disebelahnya.
Queen menunjuk gambar yang ada di buku menu Daniel, “Saya mau Kani Mentai Mayo Roll dan Aburi Salmon Roll.” wangi mawar dari tubuh Queen tercium oleh Daniel saat Queen tanpa sadar merapatkan tubuhnya kearah Daniel saat Queen menunjukkan pesanannya. Aroma mawar dari tubuh Queen mebuat Daniel resah tanpa sebab.
“Kalau kamu?” pertanyaan Queen menyadarkan Daniel.
“Saya mau pesan Teriyaki Steak with Garlic....”
Queen mengangguk dengan pilihan Daniel itu.
“....Kalau minumnya, kamu mau apa?” lanjut Daniel.
“Lime juice saja.”
“Oke.” Daniel mengangkat tangannya memanggil pelayan. Lalu Daniel membacakan pesanan mereka kepada pelayan di sampinya.
“Mas,..” Daniel dan pelayan di sebelahnya menatap kearah Queen.
“Saya mau tambahan saus mentai ya.” Pelayan itu menganggukkan kepalanya dan segera mencatat pesanan tambahan Queen. Setelah pelayan itu pergi hening menghampiri keduanya. Didalam benak Daniel, ia tidak masalah duduk berdiaman seperti ini bersama Queen. Entah kenapa Daniel selalu nyaman dan menikmati setiap kali ia bersama Queen.
Sekitar lima belas menit kemudian pesanan mereka datang. Daniel dari tadi memperhatikan Queen yang tidak meracik kecap asinnya, setelah saus mentai Queen datang Daniel baru menyadari wanita itu ternyata sangat menyukai saus mentai. Sehingga semua sushi roll yang ia makan selalu di celupkannya pada saus mentai itu.
“Daniel kamu harus cobain Aburi Salmon Roll ini.” Queen meletakkan beberapa potong Aburi Salmon Roll itu di piring kecil Daniel.
Daniel terkesima melihat sikap Queen yang mulai tidak kaku dengannya, “Terima kasih Queen.” Daniel menatap kearah Queen dan melihat Queen makan dengan lahap seperti ini membuat Daniel bahagia.
Setelah mereka makan siang, Daniel dan Queen berjalan berkeliling mall, membeli beberapa keperluan Queen, tidak lupa mereka mampir ke supermarket mall tersebut untuk membeli susu, biskuit asin dan beberapa cemilan sehat untuk Queen. Sorenya mereka telah sampai di rumah. Daniel membuka pintu mobil dan membantu Queen turun, beberapa pelayan terlihat mengangkat barang belanjaan mereka dari dalam bagasi mobil. Raut wajah Daniel terlihat sangat bahagia, mereka seperti pasangan yang sedang berkencan hari ini. Memikirkan hal itu membuat Daniel tersenyum lebar, mereka berjalan beriringan menaiki tangga teras rumah. Dari dalam rumah terlihat ibu Mita berjalan dengan sedikit tergopoh-gopoh, “Selamat sore tuan nyonya.” Sapa ibu Mita terlihat gelisah.
“Ada apa bu?” tanya Daniel yang melihat gelagat ibu Mita tersebut. Ibu Mita bergerak ke arah Daniel dan terlihat membisikkan sesuatu kepada Daniel, dahi Daniel berkerut.
“Tolong ibu antarkan Queen ke kamarnya.” Pinta Daniel.
“Ada apa Daniel?” tanya Queen.
“Ah, tidak apa-apa. Saya hanya memiliki tamu yang sudah menunggu diruang kerja untuk membahas beberapa urusan pekerjaan sebentar saja.” Jawab Daniel sambil tersenyum.
“Naiklah, kamu harus istirahat. Nanti malam kita akan makan malam bersama.”
Queen hanya mengangguk patuh.
“Silahkan nyonya.” Ajak ibu Mita, Queen pun berjalan kembali ke kamarnya.
Setelah Queen pergi. Daniel melangkah cepat ke ruang kerjanya. Ia segera membuka pintu dan matanya melebar saat melihat sosok wanita cantik, tinggi, langsing yang sedang tersenyum menggoda kepadanya.
Laura!